Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 58


__ADS_3

Masih di Magetan


Lis mengusap usap kening Anand "Pih, papih ingin apa? biar aku buatkan pih"


Anand menggeleng gelengkan kepala, tanpa menjawab dengan suara


Lis memeluk Anand sambil mengusap usap tangan dan perut Anand "Apa yang papi rasakan, bicaralah pih. Jangan membuat aku tambah gelisah"


Anand geleng - geleng lagi "Biarkan aku istirahat nduk" Jawabnya dengan mata terpejam


Lis sudah meneteskan air mata


"Pih, jangan pernah tinggalkan aku pih. Papi sudah merubahku dari Upik Abu menjadi permaisurimu.. Mungkinkah aku sanggup tanpamu pih. Kasihmu tulus dan akulah orang yang paling beruntung pernah hidup disisimu"


Karena ketidak sanggupan Lis melihat suaminya terdiam, akhirnya Lis menelpon Xander yang jauh dinegara lain


"Hallo bik"


Lis terisak sebelum bicara dengan anak sambungnya


"Bik, bibik kenapa?" Sambungnya penasaran "Video call bik"


Lis sudah menggeser ikon bergambar video


"Kak Xander, papi sakit" Hanya suara itu yang sanggup keluar dari ronggo mulutnya


Kembali Lis terisak dan mengarahkan kamera agar Anand terlihat


"Papih kenapa bik, papi sakit apa"


"Nggak tau. Papi dari tadi diam saja"


"Bibik, papi dimana itu. Di penginapan, apa villa"


"Dirumah Magetan kak, dirumahku" Lis, menaruh ponselnya di trypot, agar dirinya tidak usah capek- capek memegangnya


Lis sudah duduk disamping Anand diatas pembaringan


Sekilas Xander melihat Lis sudah terlihat membesar perutnya "Oh, jadi kalian ada dijawa timur ?"


"Iya"


"Tapi bibik sehat ?"


"Iya aku sehat" Lis terus mengusap dahi Anand, yang sudah jelas jelas menua


Kembali Lis terlihat mengusap air matanya. Dan Xander memperhatikan itu


Xander membatin "Ya Allah... Semoga papi selalu diberi kesehatan. Papi akan mempunyai anak kembali. Dan itu kemauanku dulu. Aku harus pulang"


"Eng... Kapan kalian tinggal disitu bik?" Lanjut Xander

__ADS_1


"Baru semalam sampai, tapi begitu sampai, papi terlihat demam dan sampai sekarang masih terdiam"


"Oke bik, jaga papi. Nanti kuhubungi lagi"


-


Sementara, Xander terlihat sibuk dan menghubungi adik adiknya yaitu, anak-anak dari uncle Ilhamnya, termasuk menghubungi Ilham juga, yang berada di nusantara.


Malam ini juga, Xander bertolak dari Dubai bersama istri tercinta, untuk pulang ke Indonesia, yaitu ke Magetan langsung


Berbeda dengan keluarga Ilham


Kedua pasang ini yang bisa berkunjung untuk mengunjungi Anand yang berada di Jawa Timur. Siapa lagi kalau bukan pasangan Ilham dan Fariz.


Pasangan ini yang bisa datang, karena Ilham pas tidak ada seminar, jadi bebas. Begitupun Fariz. Fariz sudah ada Firad yang meng handle pekerjaannya. Jadi, mereka berdualah yang bebas kemana mana, tanpa beban dengan orang lain ataupun dengan siapapun


Lain hal dengan ketiga putra Ilham lainnya, yaitu Fatih, Husayn, dan Hanan.


Mereka tidak bisa langsung berkunjung karena pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja, karena pekerjaannya yang sangat terikat


Padahal, Hanan sebenarnya ingin ikut, tapi tidak mungkin karena Hanan belum menemukan dokter kandungan yang mumpuni untuk bergantian dengannya


-


Ilham, Sifa, Fariz dan Hawa sudah sampai disana terlebih dahulu


Hawa sudah melipat tangannya karena hawa di pagi ini sangat dingin "Tempatnya dingin pa, apa karena dingin, papi jadi kedinginan ya pa?" Tanya Hawa pada Ilham


Mereka berempat menggunakan taxi online, untuk menuju rumah bik Lis yang berada dikampung


Untung mobil online ini lumayan besar. Isi normal 7 orang


Mobil ini ditempati oleh mereka berempat. Karena Hawa ingin bareng dengan Sifa, jadi terpaksa mereka harus berempat dalam satu mobil


-


Akhirnya, mereka berempat sudah sampai dirumah asri milik bik Lis


Lis sudah berkaca kaca, merasa bersalah karena keinginannya, Anand jadi sakit


Ilham langsung memeriksa dengan tangan kosong, tanpa bawa apapun.


Ilham menempelkan punggung tangannya ke dahi Anand "Sedikit hangat" Gumamnya


"Sejak kapan kakak diam seperti ini bik Lis?" Tanya Ilham sedikit kikuk


Baru kali ini, Ilham berkomunikasi dengan Lis, jadi maklumlah


"Dari semalam pak dokter" Jawab Lis, sambil terus memijat telapak kaki Anand, karena Fariz dan Hawa sudah berusaha membangunkan Anand, dibagian atas, setelah Ilham tadi memeriksa. Namun yang mereka lakukan nihil. Anand tetap terdiam


"Bisa Riz ?" Tanya Ilham

__ADS_1


"Nggak pa. Pa, apa sebaiknya papi dibawa kerumah sakit aja. Aku tak tega pa, papi itu pingsan apa gimana" Ucap Fariz yang terus menginginkan Anand bangun


"Kita tunggu Xander saja nak. Dia yang berhak "


-


Setelah menunggu waktu beberapa jam, akhirnya Xander dan Najwa sampai dirumah Lis


Xander langsung memeluk Anand erat "Pih, ini Xander pih. Papih kenapa? Papi tidak ingin melihat putramu ini pih? Gerakkan tubuhmu pih, agar aku masih bisa melihat papi dalam keadaan baik baik saja" Tangis Xander sudah luruh


Xander menoleh kearah Ilham "Uncle, kita harus membawa papi kerumah sakit segera. Aku tidak sanggup melihat papi diam"


"Baik, Fariz... Segera telpon ambulan dari rumah sakit. Agar papi cepat ditangani"


Fariz segera masuk ke aplikasi pencarian rumah sakit terdekat, dan meminta pertolongan agar segera mengerahkan satu armada untuk menjemput pasien darurat yang letaknya lumayan jauh dari jalan raya ini


"Sudah pa. Terus, kita mau memesan mobil online nggak, untuk membawa kita semua"


"Tidak usah Riz, kita para lelaki saja yang kesana. Biar Anne, mama Sifa, dan bik Lis, istirahat saja. Kita utamakan papi dulu. Eh, uncle capek nggak? kalau capek, uncle istirahat aja disini" Ujar Xander yang tidak mau egois memikirkan ayahnya, tapi tidak memikirkan kesehatan pamannya


"Jangan menghina buruk tentang uncle Son, uncle masih sehat, masih kuat" Candanya agar tidak tegang


"Tau" Jawabnya sambil mengedarkan pandangannya pada istri muda ayahnya "Eng, bik Lis, tolong siapkan baju papih" Xander meminta tolong, tapi melirik perut Lis yang sudah terlihat besar


Hati Xander sedikit mencelos


"Semoga papi sehat pih. Kasihan calon adikku" Xander terkekeh sekaligus sedih


"Adikku, semoga kau kuat.. Aku akan tetap menyayangi kalian"


-


Sementara ditempat lain, Hanan sedikit gelisah mendengar kabar, kalau papinya sakit.


"Kakak, jangan gelisah seperti itu, kakak harus kuat. Doakan saja semoga papi Anand baik baik saja" Ucapnya sambil memeluk Hanan yang sedang duduk dikursinya


Hanan mendongak, lalu mengelus tangan Alana yang berada dipundaknya "Terima kasih, duduk"


Hanan berdiri, lalu menuntun dan mengangkat Alana untuk duduk dimejanya. Hanan terduduk kembali dikursinya


Hanan tersenyum sumbang, mendongak pada Alana "Semoga kita diberi jodoh yang panjang" Hanan berkaca kaca, lalu merebahkan kepalanya dipangkuan Alana


"Aamiin... " Alana mengusap rambut kepala Hanan dengan lembut


Setelah merasa tenang memikirkan nasib calon bayi papi yang ada didalam kandungan bik Lis, Hanan mencium perut Alana lamaaa, lalu memeluk tubuh mungil Alana, dan membenamkan kepalanya didada Alana


"Semoga papi cepat sehat. Kasihan bayi yang belum lahir"


"Aamiin.."


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2