Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 62


__ADS_3

Sebelum jenazah dibawa kepemakaman, para anak yatim asuhan keluarga Han, sebelumnya sudah berkumpul sebelum jenazah Anand dipulangkan untuk disemayamkan dirumah duka


Mereka tentu saja merasakan kesedihan yang luar biasa, dengan sosok bapak yang membangunkan rumah singgah untuk mereka tempati


Dulu, saat Wahidah meninggal, mereka semua sudah kehilangan sosok ibu yang telah mengajarkan mereka semuanya pandai membaca dan menghafal al Qur'an. Kini, kesedihan mereka timbul lagi karena kehilangan seorang bapak yang sangat penyayang


Pasangan Wahidah dan Anand, memang mempunyai seorang putra. Tapi, adik adik Xander yang lahir dari rahim ibu lain yang entah itu sengaja meninggalkan dipanti, sengaja dibuang ditempat sampah, dan lain lain, sudah tidak terhitung oleh jari.


Meskipun tidak lahir dari rahim Wahidah, mereka berdua sangat menyayangi semua anak asuhnya


Bukan itu saja, semua anak anak Ilham, anak tuan Ahmed sekalipun, mereka berdua menyayangi semuanya, akrab dengan keduanya


Mereka berdua terkenal super dermawan sejak mereka masih muda, yaitu sejak pasangan ini menikah dulu


Mereka berdua adalah pelopor, penggagas, pencetus adanya panti asuhan bimbingannya


Mereka berdua memiliki kurang lebih 50 anak asuh, yang semuanya kebanyakan tidak mau diasuh oleh keluarga baru termasuk Yunan Nikolai yang sekarang berusia 9 tahun


Semenjak anak ini diadopsi, lalu sang calon pengadopsi gagal mengadopsinya, dan itu bukan satu orang ataupun dua orang, yang katanya jatuh hati dengan Yunan, namun tetap mengembalikan Yunan dengan alasan menangis terus. Dengan kata lain, Yunan selalu dipulangkan kepanti lagi dan lagi, maka Anand memutuskan, untuk tidak memberikan kepada pengadopsi siapapun


Biarlah semua anak yang ada dipanti, menjadi tanggung jawabnya


Terbukti, semenjak dirinya memutuskan tidak akan melepas anak asuhnya untuk ia kasihkan kepada si pengadopsi, Anand tidak mengalami kebangkrutan. Padahal seluruh penghasilan yang ia peroleh dari saham yang ia tanam di BAE Corp, restaurant keluarga, diperusahaan yang Fariz pegang, tambah lagi rumah sakit yang Hanan pegang, tidak menyurutkan hartanya berkurang


Kekayaan Anand dan Wahidah yang semestinya berkurang, karena ia serahkan untuk panti, bukannya habis, malah bertambah kaya. Terbukti lagi, Lis sudah dibelikan tanah untuk hadiah, karena bagaimanapun Lis telah berjasa menemani Anand dimasa tuanya


Belum lagi anak asuhan Anand yang harus mengenyam pendidikan setinggi yang mereka mampu. Setidaknya, anak asuhannya menjadi seorang sarjana.


Ada yang sudah menikah, dan ikut suami. Adapula masih bujangan dan bekerja dishowroom, di perusahaan milik Fariz, dan banyak lagi kebaikan keluarga ini yang sudah tak terhitung jari


Dia bukan malaikat, dia hanya manusia biasa yang punya dosa, tapi untuk berbagi, mereka ahlinya


Anand tidak takut anak asuhnya kelaparan ataupun tidak memiliki pekerjaan. Rezeki semuanya sudah ditakar, dan tidak bisa tertukar


Kebanyakan anak asuhnya yang sudah dewasa, meskipun mereka jadi orang sukses, kebanyakan menyumbangkan hartanya untuk mereka sumbangkan pada panti


Masalah ingin menyumbang kepanti, Anand tidak menolak, tapi dia juga tidak akan meminta. Tapi ia tetap punya hati, kepada orang lain, yang ingin membagikan rejekinya untuk panti ini


Kembali keupacara pemakaman Anand


Semalam hujan lebat, seakan dunia ikut menangis. Dan pagi harinya, angin bertiup kencang, seakan memberi kabar bahwa ada seorang dermawan yang akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini


-

__ADS_1


Anand sudah dibawa ke pemakaman umum, dimana Wahidah dan keluarganya dimakamkan disana


Liang lahat sudah digali tepat disamping Wahidah


Xander, Fariz, dan seseorang yang biasa membimbing, agar benar cara letak si jenazah, sudah berada diliang lahat, untuk menerima jenazah dari atas


Xander menguatkan diri untuk menyambut jenazah papinya untuk yang terakhir kalinya


Penutup keranda sudah dibuka.


Hanan, Fatih, Husayn dan Hassan, mereka telah mengangkat jenazah Anand, papi mereka


Setelah jenazah Anand sudah diletakkan ditanah, Xander memutarkan mayat Ayahnya agar menghadap ke kiblat


Xander yang melakukan


Bukan hanya menyaksikan saja seperti kepada orang lain, dia yang melakukan.


"Allahu Robbi....... Untuk terakhir kalinya aku melihatmu papi......."


Xander mulai melepas ikatan di kepala dan di tubuh sang ayah..... Pegang perlahan-lahan badan Ayahnya


Xander mengarahkan papinya dengan baik-baik. Setelah itu, ia mengambil gumpalan tanah yang sudah dibulat bulatkan menyerupai bola kasti sebelumnya, dan meletakkan di belakang tengkuk papinya


Terlintas dalam hati sambil memegangnya. Xander mengenang pengorbanan sang papi saat dirinya dalam kandungan maminya, mengelus lembut wajahnya saat ia menangis, mencari nafkah untuk keluarga, tanpa mengeluh sedikitpun.


Mengingat sejak dirinya bayi, dialah yang mengencingi tubuhnya, kaki dialah yang menendang nendang wajahnya, tapi papi dan maminya tetap tersenyum.


Tangan yang penuh kelembutan yang menyuapi makanan ke mulutnya menggantikan maminya, saat maminya repot, papilah orang nomor dua setelah mami


Tak rela seekor nyamukpun menggigit tubuhnya


Siang mencari nafkah, malam istirahatnya berkurang karena terganggu olehnya, walaupun hanya sekedar menggantikan mami bila mami ketiduran.


Sekarang tidur untuk selamanya......


Ingat pada hari pertama dirinya pandai berjalan, pandai berbicara, hingga sampai besar tak jarang dirinya susah diatur. Bahkan selalu membuat papinya marah karena mendengar aduan mami, bahwa dirinya selalu berhutang pada abangnya


Betapa seringnya dirinya melukai lewat tatapannya yang sinis, ucapannya yang sering melukai, waktu ia menginjak usia remaja


Dirinya mampu bersekolah, mampu berpakaian yang baik, tetapi di balik itu, papi yang mengerah keringat, membanting tulang agar putranya bisa menjadi seorang magister


Xander adalah anak satu satunya kesayangannya, apapun yang papi lakulan, agar tercapai keperluan putranya

__ADS_1


Akankan dirinya rela sebagai anak, papi terhimpit tanah kubur, melolong menjerit diliang lahat menanti doa dari anak yang soleh solehah


Setelah Anand tertutup papan, mereka semua naiklah ke atas, dan duduk di tepi makam beliau.


Hari terakhir ini lihatlah, tidak ada benda apapun yang bisa kita berikan untuk bekal beliau, kecuali hanya doa


"Ya ALLAH....... Aku angkat tanganku. Aku ridho Kau ambil mami papiku.......Ya ALLAH......


mami papi yang mendidik dan membesarkanku"


"Ya ALLAH hari ini aku tinggalkan papiku Ya ALLAH....... Aku serahkan papi dan mamiku atas urusan Mu Ya ALLAH"


Xander dan yang lainnya menengadahkan tangannya "Ya ALLAH...... Kami memohon dengan sangat, ampunilah dosa-dosa papi kami ya ALLAH........ Kasihani papi dan mami kami ya ALLAH......"


"Ya ALLAH, luaskan dan lapangkan kuburnya, terangi dan cahayai kuburnya, bahagiakan dialam kuburnya, jangan sedikitpun tersiksa, aku titip orang tuaku ya ALLAH......."


"Ya ALLAH, jadikan setiap tetesan darahnya, keringatnya, selama membesarkanku menjadi saksi betapa beliau menyayangiku......."


"Ya Allah sayangi Beliau dan masukan ke syurga Mu tanpa hisab Ya Allah.......Aamiin... "


Para pelayat mulai meninggalkan pemakaman, tapi tidak dengan keluarga mereka


Mereka terdiam sejenak


-


Kematian adalah gravitasi, hidup yang tadinya bisa melakukan ini dan itu, akhirnya akan ditarik juga kelubang-lubang liang lahat.


Manusia bisa berjalan, berlari, bahkan terbang melintasi batas cakrawala, namun pada akhirnya, kematian akan menarik kita semua ke garis takdir yang tidak bisa kita elakkan yaitu kematian


Hari ini, seorang wanita yang pernah sendiri, dan pernah bersama dalam pernikahan, kini kembali sendiri


Sementara, semuanya tak bisa berbuat apa-apa, manusia tak punya cukup pengetahuan tentang yang namanya maut menjemput


Di atas pemakaman ini, kembali membuat dada Lis sesak, perih. Seperti hati disayat sembilu.


Lis kembali menangis, ia telah kehilangan pelukan untuk selama lamanya .


Sembari ia berdoa "Semoga diri belum terlanjur nista. Semoga nyawa-nyawa yang pergi diberi pengampunan, diterima diharibaan. Selamat tinggal papih, semoga anak kita menjadi anak soleh solehah, anak yang kuat, dan selalu diberi ketabahan, dikuatkan, diberi segala kelapangan setelah semua gelap yang meremukkan dadaku.. " Tangis Lis pecah


"Untuk kita, semoga menjadi pengingat. Bahwa kita tak punya kendali apapun atas waktu, tak bisa membuat maut menunggu" Author


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2