
Hari demi hari sudah terlalui dengan Alana yang mengalami morning sicknes
Seperti pagi ini. Alana mengalami serangan mual dan muntah yang luar biasa.
Meski tidak menyenangkan, mual di pagi hari dianggap sebagai bagian normal dari kehamilan yang sehat.
Namun, yang tidak normal adalah, ketika mual di pagi hari menjadi begitu parah sehingga terus-menerus muntah beberapa kali sehari.
Hanan sudah menuntun Alana ketempat tidur "Kerumah sakit aja yuk. Kamu parah. Berat badanmu makin hari makin habis"
Alana hanya bisa mengangguk pasrah
Kehamilannya kali ini, cukup berat dari hamil yang pertama yaitu saat Alana mengandung bayi Altaaf
Alana kehilangan berat badan, dan mengalami dehidrasi.
Di dunia medis, mual parah yang dialami Alana saat ini, disebut hiperemesis gravidarum atau istilah medis untuk morning sickness yang parah
Kondisi ini biasanya mengikuti garis waktu yang mirip dengan mual di pagi hari. Namun, sering dimulai lebih awal pada kehamilan, antara minggu ke 4 dan 5, dan berlangsung lebih lama.
Penyebab mual yang parah saat hamil tidak diketahui secara pasti.
Kondisi ini diduga terkait dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Secara khusus, hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (HCG), diduga menjadi penyebabnya karena kondisi ini berada pada tingkat tertinggi di tubuh ibu hamil.
Faktor meningkatkan wanita mengalami morning sickness yang parah selama kehamilan, bisa jadi wanita hamil memiliki riwayat pribadi atau keluarga dari kondisi tersebut, kehamilan kembar, memiliki riwayat mabuk perjalanan, mengalami sakit kepala migrain dengan mual atau muntah.
"Maaaas" Rengeknya sambil mengibaskan selimut yang menggulungnya
Hoeeekkk
Alana menutup mulutnya, dan segera berlari, menyingkirkan Hanan yang sedang berdiri didepannya
Hanan berbalik menyusul Alana yang sedang berada dikamar mandi
Hoeekkk
Lagi-lagi muntah dan muntah
Hanan segera memijit tengkuk Alana, entah sudah keberapa kali Alana bolak-balik
"Maaasss" Rengeknya sambil memegang kepalanya yang akan retak
Hanan menyekah air mata Alana yang mengalir karena dorongan dari perut yang serasa diaduk-aduk
"Sudah?" Tanyanya menyingkirkan rambut Alana yang berantakan
Alana mengangguk
"Baiklah, sini mas gendong" Hanan membentangkan tangannya
Tangan Alana segera mengalung
Setelah sampai diranjang, Hanan segera melepas baju Alana, dan menggantinya dengan pakaian yang nyaman
Begitupun dengannya. Ia segera mengganti bajunya yang sudah basah karena berolahraga membopong Alana dipagi hari
"Mbok.... " Teriak Hanan diambang pintu
Dengan tergopoh-gopoh Mbok Surti mendekat "Iya wan"
"Tolong beresin baju ibu yang berkerah, masukkin kedalam koper ya bik" Perintah Hanan
"Ibu jadi mau dibawa kerumah sakit ya wan?"
"Iya bik" Jawabnya sambil mendekati Alana kembali "Jilbab sama kaos kakinya ibu bik, tolong bawa kesini"
Setelah diambilkan yang Hanan perintahkan, Hananpun mulai menata Alana agar nampak rapih dan tidak mengenaskan "Sambil menunggu beres-beres, bunda makan biskuit dulu ya bund" Hanan mengambilkan satu biskuit pada Alana
__ADS_1
Alana menerima. Meskipun rasanya hambar, ia paksa memakannya
Morning sickness yang Alana alami tergolong ekstrem. Makan nasi tidak mau, jenis makanan lainnya juga tidak mau. Apa yang Alana makan, semuanya keluar.
Jadi, cara yang efektif memberikannya biscuit, agar perut Alana terisi.
-
Setelah perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit, Hanan berhasil membawa Alana kerumah sakit
Hanan membopong Alana keruang observasi, diikuti bik Surti dibelakangnya
Begitu sampai, Hanan segera memeriksa Alana dan memerintahkan para perawat segera memasang infus
Pemberian cairan intravena, pemberian suplemen nutrisi serta vitamin B6 sudah bersarang ditubuh Alana, untuk membantu meredakan mual
"Langsung dipindah keatas dok" Tanya sang perawat
"Iya, langsung saja bawa keatas mbak. Ayo bik keatas" Menjawab perawat, sekaligus mengajak bibik untuk mengikutinya
-
Setelah sampai diatas, bibik segera menata baju Alana dilemari.
Sebenarnya, baju Alana yang ada disini cukup banyak. Tapi yang tersedia hanya dress yang biasa Alana pakai jika mereka pergi berdua dengan Hanan. Selebihnya hanya beberapa piyama yang berlengan panjang, baju Hanan, serta baju milik anak-anaknya
"Dah, istirahat yang cukup ya, dan hindari stres" Hanan mengusap Jenong Alana
"Aku tidak stres mas"
"Tau, kan mas bilangnya hindari" Hanan mengusap-usap kepala Alana dengan sayang
"Pijitin kepalaku mas, rasanya kepala ini mau copot" Keluhnya
Hanan tersenyum, lalu duduk disamping Alana
Alana menjauhkan dirinya dari Hanan, Hanan melepasnya "Mas, aku ingin makan bakso yang pedas, dan juga panas"
"Baiklah. Pakai lontong, apa pakai nasi?"
"Nggak mau keduanya. Aku maunya kuahnya aja yang segar"
Hanan mengernyitkan dahi "Maksudnya jangan dikasih bakso"
"Bukan. Aku maunya bakso dengan kuah yang banyak. Aku haus"
"Heh ? Masak minumnya pakai kuah bakso"
Hanan geleng-geleng. Bersamaan itu, bibik cekikak cekikik menahan tawa
"Kenapa bik, bibik mau juga?"
Bibik menggeleng "Nggak wan"
"Nggak pa-pa sekalian"
"Nggak tuan. Mau ditaruh dimana wan. Perutku sudah nggak muat"
"Ya dimuatin bik. Ya?"
"Tuan, sejak pagi saya sudah sarapan. Apa yang saya makan, semuanya masuk keperut. Jadi saya masih kenyang, suwer tuan" Kedua jari bibik ia naikkan bertanda ia tidak bohong
Hanan manggut-manggut "Baiklah" Hanan segera mendekati intercom, lalu memencet tombol tersebut, agar tersambung kedapur "Mbak, tolong pesankan bakso 1 buat ibu ya, kosongan aja. Ntar antarkan keatas"
"Yang pedasss!! Yang panaaass !!" Teriak Alana
"Yah, yang pedas dan yang panas" Ucapnya tapi sudah tidak tersambung. Karena diduga, OG tersebut sudah lari dari dapur
__ADS_1
Bibik yang masih ada disitu hanya bisa tersenyum kembali dengan tingkah majikannya
-
Bakso sudah didepan Alana. Alana sudah ngeces sambil menyesap kuah segar yang ada dimangkok bakso tersebut
"Enak?"
"Enak mas. Mas mau?" Alana mengangkat baksonya dengan garpu "Buka mulutnya mas. Akk"
Hanan menggeleng "Makanlah" Ucapnya sambil mengangkat telepon dan mengobrol disana
Alana cemberut sambil mengunyah bakso, dengan kuah yang sudah habis "Mas udah !!" Teriaknya sengaja agar didengar oleh Hanan
Hanan minta izin untuk mematikan sambungannya dengan orang yang ada disebrang sana
Hanan sudah didepan Alana "Loh, bakso uratnya kok malah nggak dimakan"
Alana menggeleng "Nggak enak. Enak kuahnya"
Tiba-tiba perut Alana serasa diaduk - aduk, seperti adukan semen
Alana kumat lagi
Hoeeekkkkk
Alana turun dengan buru-buru dan akan lari
Dengan sigap Hanan memegang lengan Alana "Jangan lari"
Hanan mengikuti Alana, sekalian mendorong tiang infusnya. Kali ini dua yang harus Hanan jaga. Alana, dan infusnya
-
"Mas, kenapa mual terus. Obatnya kenapa tidak mujarab" Ucapnya sambil menatap cairan bening yang mengalir pada tangannya
"Ya sabar. Mana ada obat yang baru ketelen langsung tokcer"
"Mas, rujak yang manis"
"Mas, manisan mangga"
"Mas gulali"
"Mas"
"Mas"
Hampir semua ibu hamil mengalami keinginan makan makanan tertentu secara tiba-tiba alias ngidam.
Jika wanita hamil dengan janin perempuan, biasanya, wanita tersebut akan lebih sering ngidam makanan manis dan bergula.
Belum ditemukan penelitian yang signifikan. Namun tak sedikit para wanita yang hamil dengan anak perempuan, mengaku dulu saat hamil terus-menerus ngidam makanan manis.
Hanan mengusap telapak tangan Alana. Kali ini terasa lebih halus dan lembut dari yang biasanya "Bund, tanganmu halus banget. Lembut kayak kapas"
"Kalau tanganku halus tapi kepalaku serasa berputar-putar. Sama aja bikin aku tambah pusing mas"
"Sini bik, pegang tangan ibu bik" Hanan melambaikan tangan pada bik Surti
Bibikpun menurut, dan memegang telapak Alana
'Ya lembutlah tuan. Pegangannya pulpen ama duit. Coba pegangnya sutil'
Berbeda saat Alana hamil Altaaf dulu, tangannya terasa lebih kering dan pecah-pecah.
Semua ini kembali dirasakan, akibat efek dari peningkatan hormon estrogen dalam tubuh ibu hamil.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....