
Xander merangkul Najwa kedepan "Ini dia" Xander menunjuk sesuatu yang dibawa oleh Najwa "Mukenanya jangan dibuka dulu bik. Terima hadiah ini dulu dari kak Najwa" Ucap Xander menghentikan Lis, agar Lis tidak membuka kado pertama dulu
Lis mengangguk. Tadi menyobeknya masih terlihat secuil, jadi belum terlihat hadiahnya
Najwa menyerahkan hadiah untuk Aaliyah "Sayang, sekarang terima hadiah dari kami ya.. "
Aaliyah mengangguk "Telima kasih"
"Sekarang, boleh dibuka hadiah dari kami, semua" Tunjuk Najwa pada dirinya, dan pada Xander
"Ummi buka" Permintaan Aaliyah
Setelah dibuka
"Wah kalung sayang" Ucap Lis berkaca-kaca kembali
Aaliyah jingkrak-jingkrak lagi "Wah iya. Kalungnya kembaran mi"
"Iya sayang, kalung itu kakak buatkan, khusus kembaran untukmu dengan ummimu" Najwa langsung merentangkan tangan menyambut mereka berdua
Lis memeluk Najwa "Tiada kesan tanpa kehadiran kalian" Kembali Lis mengurai airmata
"Tapi enggak ada salahnya juga dong, kalau kami datang sambil membawa kado?" Ucap Xander mendekati mereka bertiga
Najwa dan Lis mengangguk
Najwa sudah mengurai pelukan, lalu mencium kedua pipi Aaliyah "Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga panjang umur, selalu sehat, cantik, ceria, pinter, sayang sama ummi, dan juga, jadi anak yang soleha"
AAMIIN.........
"Sekarang, mukenanya buka. Coba, seneng tidak.. " Ucap Najwa kembali
Lis sudah membuka box yang agak berat, mengambil, dan membeber mukena "Wah, ternyata isinya ada dua sayang" Ucap Lis
"Iya bik, itu couple. Bibik bisa pakai bareng bersama Aaliyah, ya sayang ya" Najwa memegang janggut lembut Aaliyah
Aaliyah mengangguk "Pakai mi, pakai mi. Kita kembalan"
Aaliyah jingkrak-jingkrak menggandengi tangan Altaaf yang sama-sama cepat akrab
Semua orang hanya bisa tersenyum sambil menitikkan air mata
Hawa mendorong Ghozi, Fawas, dan Faruq. Agar bercampur dengan saudara-saudaranya
Ghozy, Fawas, Imran, Fatiha, dan putrinya Husayn, mereka hanya menyaksikan. Tidak mau bercampur dengan anak kecil
-
Aaliyah sudah memakai mukena, dan yang memakaikan adalah Najwa "Wih Aaliyah cantik"
__ADS_1
"Ummi, Aaliyah cantik nggak mi" Tanyanya pada Lis
Lis mengangguk "Cantik sayang, cantik banget" Ucapnya sambil mengelap airmata yang sudah meleleh entah keberapa kali
Hanan mengambil Altaaf dari kerumunan "Kasihkan hadiah ini pada Aaliyah sana" Altaaf didorong pelan lagi oleh Hanan
Altaaf masuk lagi kekerumunan "Hai... Ini untukmu, bukalah" Altaaf memberi Hadiah, tapi to the point. Tidak ada basa-basi
Hanan tepuk jidat "Hadeeew, kenapa cuma hai saja Altaaaf"
AHAHA
"Sekarang Aaliyah buka ya.. Semoga cocok" Ucap Hanan mengusap kepala Aaliyah
"Ummiiii bantuin buka mi... " Ucap Aaliyah yang kesusahan membawa kado tersebut
Lis sudah menyobek kertas kadonya "Wah, Kitchen Set sayang"
"Hihi cakep mi.. Aaliyah suka. Suka sekali" Ucapnya jingkrak-jingkrak lagi
Sebenarnya, jika Aaliyah jingkrak-jingkrak, semua para orang dewasa inginnya menangis menatap gadis kecil, tanpa tau sosok papinya yang penyayang
"Ucapnya apa sayang ?" Ucap Lis sambil mengelap airmata, yang selalu menetes disudut matanya
Aaliyah mendekati Altaaf "Telimakasih Altaaf"
Altaaf tersenyum lucu
Seluruh orang dewasa tepuk tangan dan tertawa sambil mengelap airmata mereka masing-masing
"Sudah hafal ya namanya" Ucap Hawa sambil mengusap kepala Aaliyah "Nah, sekarang hadiah dari Faruq. Ayo buka" Hawa yang maju. Fariz tidak sanggup melihat buah cintanya papi
-
Setelah menerima hadiah yang banyak, Aaliyah dan semua cucu-cucu Ilham, bermain diteras dengan seluruh mainan yang Aaliyah dapat barusan
Sedangkan para orang tua, mereka semua dipersilahkan duduk, untuk icip-icip makanan yang disediakan oleh Lis, dan juga makanan yang mereka bawa semua kemari
"Apa kabar bik?" Tanya Hawa yang memang vocal orangnya
Tadi belum sempat bertanya kabar, karena melihat sosok Aaliyah saja sudah tercubit-cubit hatinya
"Alhamdulillah, kami baik-baik mbak disini" Jawabnya
"Bik, ikut kami aja yuk bik. Biar Aaliyah senang banyak temannya. Tiga loh bik anak-anakku" Ucap Hawa, yang sudah disuruh merayu oleh Xander
Lis terlihat berat "Eng, mbak. Disini sudah nyaman. Jika kami tinggalkan perkebunan ini, rasanya akan sia-sia hadiah pemberian papi ini" Lagi-lagi ucapnya sambil berkaca-kaca
"Kami selalu terbuka bik. Jika bibik ingin tinggal ditempatku juga kami tidak menolak" Badan Hanan berbelok, agar menghadap keteras, lalu menunjuk anak-anak yang ada disana "Aaliyah mudah akrab dengan yang lainnya. Dan terlihat, sama Altaaf juga tidak berantem"
__ADS_1
Semuanya manggut-manggut
"Tapi maaf mas Hanan, kami belum bisa. Niat kalian sungguh mulia, aku jadi terharu" Lis kembali berderai
Lis terisak "Lihat perkebunan itu, semuanya sudah akrab dengan Aaliyah. Kalian percaya. Kapan-kapan, jika kami ingin berkunjung ke Tangerang, Jakarta, dan ke Semarang, kami pasti mengabari"
"Ke Dubai sekalian bik, aku kan ada disana" Protes Xander
Lis tersenyum "Yang satu nusantara saja belum sempat. Apalagi sampai ke Emirat"
"Ya, siapa tau Aaliyah kangen berat sama kakaknya bik" Celetuk Hawa
Ahaha
"Iya betul Hawa"
Sementara diteras
Anak-anak sudah sibuk main masak-masakan, rumah-rumahan dan mainan balok. Semuanya terhanyut dengan mainan yang besar, cantik, warnanya menarik, dan juga baru
-
Sore harinya, Lis menata kembali hadiah yang telah dibuka, tapi masih menumpuk dimeja
Ada kotak makan, buku cerita anak bergambar yang memberikan edukasi untuk anak. Ada tas sekolah, yang memiliki gambar karakter kartun favorit Aaliyah, yaitu tsum- tsum dengan model koper agar terlihat lebih menarik. Jam tangan cantik, Lalu sepeda yang belum dirakit
Lis akhirnya menyuruh salah satu tetangganya, yang biasa membantu bekerja dikebun, untuk membawa sepeda yang belum berwujud sepeda itu
Bermain sepeda sangat bermanfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak, makanya Ilham susah-susah membawakan hadiah sepeda baru, edisi terbaru juga untuk Aaliyah
Dilansir dari Child Development Info, bermain sepeda akan membantu tulang dan otot kaki si kecil tumbuh lebih kuat.
Tidak lupa dengan perlengkapan keamanannya yaitu helm, serta pelindung kaki dan tangan
Hadiah aksesoris manis khusus anak perempuan juga sudah tertumpuk untuk Aaliyah. Ada bandana, gelang, kalung warna-warni yang menarik perhatian sikecil
Disana juga ada kue dengan hiasan menggemaskan. Membuat Aaliyah tersenyum merekah menerima hadiah yang sangat banyak, dan menarik.
Ada baju tidur bergambar lucu-lucu, ada princess, tsum-tsum kesukaan Aaliyah, ada bintang dan bulan bermotif geometri, dan lain-lain
Terakhir ada playdough, atau lilin mainan. Anak-anak juga sibuk membuat patung dari lilin ini
Membuat semua cucu-cucu Ilham dan juga Aaliyah, tidak mau beranjak dari teras
Padahal semua cucu Ilham, tidak kekurangan masalah mainan jika dirumah masing-masing
Berhubung ada teman banyak dan berkumpul, akhirnya mereka bermain sampai lupa daratan
-
__ADS_1
Malam ini, mereka sengaja akan menginap disini semua, agar sekali-kali menikmati udara dingin diperkebunan, dan menghilangkan penat sejenak dari kebisingan kota
BERSAMBUNG....