Menikahi Ipar

Menikahi Ipar
Bab 76


__ADS_3

Dua bulan kemudian


Dokter spesialis kandungan alias obstetri dan ginekologi seperti Hanan, harus memiliki sertifikat kompetensi ultrasonografi (USG).


Dengan lulus dari sertifikasi itu, dokter kandungan akan semakin mampu menangani pasien.


Seperti Halnya Hanan


Rumah sakit yang ia bangun, menangani untuk membantu persalinan secara normal, Caesar, dan metode melahirkan didalam air atau water birth


Dulu, Hanan sudah memiliki sertifikasi untuk menangani metode persalinan didalam air. Tapi, sama sekali, belum pernah ia praktikkan. Meskipun hanya teori yang ia dapat, setidaknya, dia sudah tau cara penanganannya.


Dan hari ini, ia ingin mempraktikkan secara langsung, untuk membantu persalinan istri tercinta


Hanan sudah sering memeriksa keadaan bayi yang ada didalam kandungan Alana.


Dia fokuskan, pada kemampuan melakukan screening yang menghasilkan kesimpulan perihal normal-tidaknya kondisi bayi.


Maka dari itu, Hanan menyarankan kepada Alana, untuk melahirkan didalam air saja


Banyak pasiennya yang tertarik dengan metode melahirkan didalam air ini. Tapi sekali lagi, Hanan belum pernah mempraktikkannya.


Biasanya, yang menangani metode ini, adalah bidan senior, dan rekan kerjanya, yaitu dokter Hanna


Dan katanya, melahirkan didalam air ini, tidak terlalu sakit.


Alana sudah dibawa keruangan khusus untuk melahirkan didalam air


Ruangan ini sudah ada kolam yang ukurannya dua kali lipat ukuran bathup, agar bisa menampung dua orang saja alias pasien dan dokternya saja jika memungkinkan


Alana sudah cungar cungir menahan sakit pada pinggangnya. Hanan mengusapnya pelan


"Baiklah, mas periksa dulu sudah pembukaan berapa ya?" Ucap Hanan melepas usapannya


Alana mengangguk


Hanan akan mulai memeriksa jalan bayi milik Alana, dengan jarinya "Sayang, sekarang tarik nafas dari hidung, lalu buang lewat mulut"


Alana sedikit tegang, setelah kedua paha Alana dibuka oleh Hanan


"Jangan tegang sayang, nanti kamu sakit"


"Iya, jari dokter Hanan kan lebih kecil bu, dari pada jari yang ada didalam celana" Celetuk bidan Nur yang akan membantu Hanan untuk menangani Alana


"Sikah, jangan nambah nambahi tegang"


"Tegang yang mana dok?"


"Tegang semuanya lah"


"Kalau tegang yang bikin sakit kepala, mending dipraktikin aja dok, saya tak keluar dari sini"


"Hus, ngarang, sini. Kupecat nanti kalau kamu jadi meninggalkan kami"


Nur tertawa "Dokter tegangnya menakutkan"


"Kau ini, disuruh diam disini aja bawel. Yang bekerja untuk istriku kan saya. Duduk, stand by aja disitu"


Hanan mulai memasukkan kedua jarinya kejalan bayi milik Alana, dengan hati-hati. Lalu Hanan menariknya kembali jarinya


"Sudah pembukaan berapa dok?" Tanya Nur

__ADS_1


"Empat"


Hanan menutupnya lagi paha Alana, dengan baju khusus melahirkan, yang digunakan oleh Alana "Sayang, tidurnya miring lagi seperti tadi. Biar cepat proses pembukaannya ya"


Alana mengangguk "Mas, haus"


Bidan Nur mengambilkan minuman untuk Alana "Silahkan bu" Bidan Nur memberikan minuman pada Alana, tapi yang menerima Hanan


Tak masalah. Namanya tegang, panggilan sudah tidak mempan ditelinga Hanan


Setelah Alana sudah meminum minuman tadi, Hanan berdiri disamping ranjang yang sudah ada Alana yang tidurnya membelakangi Hanan


Dilihatnya, Alana tidak mengadu kesakitan, padahal sakit.


Hanan tau dan melihat, bahwa Alana menutupi rasa sakitnya


Tangan Hanan mulai masuk kedada Alana


Alana terjingkat "Mas, mau apa"


"Hei, mas ingin merang sang, agar bayi yang ada didalam cepat menguat. Jadi, pembukaan jalan bayi itu cepat terbuka"


"Oh.. Nggak modus ya.. "


Hanan melotot, dan lagi-lagi, bidan Nur tertawa terpingkal melihat Hanan dikatakan modus oleh istrinya


"Nggak.. Ngapain modus. Ini namanya stimulasi pu ting. Agar sayang, cepat mengalami kontraksi pada rahim"


Hanan mempraktikkan kembali, mengusap pu ting payu dara Alana, Dan me milinnya dengan jarinya


"Eh iya lupa" Alana akhirnya mempersilahkan Hanan untuk melakukan stimulasi ini, agar proses persalinan nantinya bisa berlangsung lebih singkat.


"Iya, tapi nggak praktik"


"Yaiya, orang kamu hamilnya sekarang"


"Hehe, yang aku ingat, kontraksi yang dihasilkan dari stimulasi pu ting adalah kontraksi asli, bukan kontraksi palsu. Dan metode ini penting untuk memicu persalinan dan membentuk ikatan antara ibu dan anak"


"Pinter.. Istriku ternyata cerdas"


Hanan terus menirukan isa pan bayi saat melakukan stimulasi pu ting.


Hanan juga memijat areola, yakni bagian lingkaran hitam yang mengelilingi pu ting.


Hanan melakukan pijatan dengan jari dan telapak tangan untuk menggosok lembut areola, agar tidak lecet


"Mas.. Perutku kenceng.. "


Hanan segera menghentikan melakukan stimulasi tersebut, saat terjadi kontraksi.


Hanan membuka baju yang Alana pakai, dengan cepat, Hanan mengangkat jarinya "Lendir"


Alana juga sudah mengalami kontraksi lebih cepat berjarak antara 5 menit antar kontraksi selama lebih dari 1 jam.


Hanan segera memeriksa kembali jalan bayi tersebut


Alana sudah terlihat kesakitan "Sakit mas"


"Iya, ya sayang. Tarik nafas dalam-dalam ya, lalu buang lewat mulut. Lakukan itu sayang"


Hanan sudah menarik jarinya dari jalan bayi tersebut

__ADS_1


"Pembukaan berapa dok?" Tanya Nur


"Sembilan"


Hanan membenahi Alana


"Mau pindah sekarang?" Tanya Nur lagi


"Iya. Sayang, kita pindah keair ya?" Hanan menjawab Nur, sekaligus membujuk Alana untuk turun kekolam


Alana mengangguk


"Bisa bangun?" Tanya Hanan


Alana menggeleng "Rasanya sudah dipinggang mas"


"Baiklah, sini mas bantu"


Alana dibantu turun, oleh Hanan dan bidan Nur


-


Alana sudah didalam kolam, dengan air yang hangat


Berbeda dari persalinan normal dan caesar, dimana ibu melahirkan dengan cara berbaring di tempat tidur.


Proses melahirkan secara water birth memberi pilihan untuk Alana duduk, berjongkok atau posisi lainnya yang nyaman, untuk bisa mengejan di dalam air.


Hanan sudah masuk kedalam kolam, yang sudah ada Alana disana


Alana sudah tiup tiup dan rebahan didalam kolam


"Sayang, sekarang tentukan posisi yang nyaman"


"Mas, aku mengapung, ini nggak pa-pa?"


"Badan sayang kan lebih ringankan karena terapung. Sayang juga lebih mudah bergerak dan mencari posisi yang nyaman. Ayo, dibikin rileks. Jangan tegang" Padahal, Hanan yang tegang "Ayo rileks, dan lemaskan otot-otot di tubuh, oke"


Melahirkan di dalam air, bermanfaat mengurangi rasa sakit saat kontraksi. Memudahkan persalinan, karena didalam air ada gaya gravitasi, yang akan membantu ibu saat mengejan, dalam posisi duduk, atau berjongkok, sehingga persalinan dapat berjalan lebih cepat.


Metode ini juga akan memudahkan ibu yang memiliki keterbatasan fisik untuk melahirkan.


Membantu ibu lebih berkonsentrasi, dan merasa mampu mengendalikan tubuhnya.


"Mas, kalau anak kita lahir, terus bayi kita menghirup air, gimana mas"


"Sayang, jangan cemaskan hal itu oke.


Karena pada saat bayi lahir dari rahim, tidak langsung mengambil napas. Jadi, bayi tidak akan menghirup air atau aspirasi. Karena selama masih di dalam air, bayi akan menerima oksigen dari tali pusar dan belum bernapas"


"Iya lupa"


"Coba diingat-ingat pelajaran dulu"


Alana menarik nafas lewat hidung, lalu membuang nafas lewat mulut "Bayi baru akan bernapas ketika ia terkena udara atau sampai tali pusarnya dipotong. Addaaaaaa..." Alana kesakitan "Asal, jangan terlalu lama berada di dalam air, bisa jadi bayi mengambil napas pertamanya di dalam air, baru itu berbahaya. Karena bayi bisa terkena radang paru-paru, adddaaah atau pneumonia. Betul kan"


Hanan memeluk Alana, sambil mengecup keningnya "Istriku memang pintar"


Mereka sama-sama basah, karena Hanan, masuk kedalam kolam


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2