Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Persaingan Pun Dimulai


__ADS_3

Doni terus mencuri lihat ke arah Daffa dan Olla yang sedang ngobrol dan tampaknya seru. Senyum wanita itu membuat Doni sedikitpun tak bisa mengalihkan pandangannya. Tak juga semangkuk Coto Makassar yang kini sedang berhenti disantapnya.


Reno memperhatikan gelagat Doni, dengan suara tertahan Reno menegur sahabatnya itu.


"Sedang lihat apa?"


Doni yang tertangkap basah terkejut oleh suara Reno yang berbisik di telinganya. Menjadikan dia salah tingkah dan langsung menyendokkan kuah Coto ke mulutnya. Padahal kuah tersebut masih panas.


Kontan Doni mengaduh dan menatap tajam ke arah Reno yang sedang menertawainya.


"Sialan kamu, Ren." umpatnya sedikit kasar.


"Segitunya ya kamu ngeliatin mereka berdua? Makanya kalau aku bilang calon aku tuh cantik ya pasti cantik. Sekarang coba lihat, kamu ditikung tuh sama Daffa. Haha."


"Brengsek kamu, Ren." umpatnya lagi dan disambut tawa oleh Reno yang serta merta meninggalkan Doni di meja makan.


Tadinya mereka akan makan bersama-sama di satu meja, namun Doni mendadak ada telepon dan sempat ngobrol di telepon selama beberapa menit. Dia pun terlambat bergabung dan lihat apa yang sedang terjadi sekarang. Daffa selangkah lebih dulu darinya.


"Tenang saja Don, kalau jodoh tak ke mana. Cuma biasanya sih siapa yang bikin nyaman duluan maka itulah yang bakal nyalip. Hehe." Tenri ikut-ikutan menggoda Doni yang sudah kesal dari tadi diganggu Reno.


Kedua suami isteri itu memang sejak awal berencana menjodohkan Doni dengan Olla. Keduanya memang lebih respek ke Doni entah dengan alasan apapun. Namun balik lagi, yang akan menjalani hubungan tersebut adalah Olla. Olla berhak memilih siapa yang akan menjadi pengisi hatinya.


"Doni, sini gabung dengan kita di sini." Reno memanggil Doni yang baru saja selesai makan. Di tempat Reno duduk sudah bergabung Daffa, Olla dan juga Tenri.


Doni agak sungkan namun bagaimana pun dia harus bergabung. Mereka semua adalah sahabat-sahabatnya. Olla terlihat kikuk ketika Doni duduk di depannya. Ya mereka saat ini sedang duduk berhadapan. Sementara Daffa duduk diantarai oleh Tenri.

__ADS_1


Doni tidak akan peduli jika saja saingannya bukanlah Daffa. Bahkan jika dia mengatakan dia ingin mendekati Olla dia akan berani mengatakannya dengan gamblang. Namun Daffa bukanlah orang lain baginya, mereka berdua adalah sahabat dekat meski pernah tak bertemu dan berkomunikasi selama beberapa tahun lamanya.


Dengan susah payah Doni mengatur wajahnya supaya menampakkan ekspresi ramah dan penuh penuh persahabatan; membubuhkan sopan santun ke dalam suaranya ketika dia menyapa Olla.


"Kalian berdua sebelumnya sudah pernah kenal ya?" pertanyaan Doni membuat Olla dan juga Daffa saling melirik satu sama lain.


"Iyah, kita berdua satu kampus. Eh, bertiga dengan Tenri juga."


Doni kecewa karena yang menjawab adalah Daffa, padahal dia berharap Olla yang menjawab pertanyaan itu dan memberinya sedikit celah untuk melanjutkan percakapan.


Mengekang rasa dongkolnya, Doni mengulurkan tangan sambil berkata, “sungguh sebuah kejutan yang menyenangkan!”


Menyadari adanya sedikit ketegangan, Reno dan Tenri harus turun tangan kali ini. Tenri lebih dulu menyatakan pendapat.


"Tentu saja, bawakan Queen padaku. Aku sangat penasaran ingin melihat keponakan cantikku itu." Doni berseru senang.


"Aku juga ingin melihatnya," sambung Daffa.


"Tidak usah rebutan, baby Queen akan selamanya menjadi milikku." ucap Reno berkelakar yang langsung disambut tawa oleh mereka.


Senyum terus tersungging di bibir Olla, namun kemudian senyum itu menghilang lantaran Doni memalingkan wajah darinya. Sejak tadi dia memperhatikan kalau pria itu sebenarnya ingin berbicara padanya namun Daffa terus mengajak dirinya ngobrol sehingga Doni pun seakan tersisih.


Olla dan Doni tak menyadari kalau keduanya sedang dijodohkan oleh Reno dan Tenri. Namun kemudian dia mulai paham dan mengerti, meski dia juga tak paham jika mereka dijodohkan kenapa harus ada Daffa juga?


Beberapa lama berselang, Tenri datang dengan menggendong baby Queen di kedua lengannya. Dia tampak seperti ibu yang hebat, Baby Queen bergerak-gerak dalam gendongannya. Olla lantas mendekati Tenri dan menguyel-uyel pipi baby Queen.

__ADS_1


"Uuggh Gemess ...." Olla berseru riang.


"Kayak udah gede ya? Mukanya mirip kamu banget Tenri. Persis," ujar Doni memberi pendapat.


"Wajahnya perpaduan kok, antara wajahr Reno dan juga Tenri."


"Aku melihatnya dia mirip Tenri," balas Doni tidak mau kalah dengan statement Daffa.


"Sudah-sudah yang penting muka anakku tidak mirip kamu Don, atau pun kamu Daff. Haha." Reno menengahi perdebatan mereka.


Menit berikutnya adalah Olla mencuri pandang ke arah Doni. Tenri dapat melihat itu dan menyenggol lengan Olla.


"Ada apa?" tanya Tenri.


"Ah tidak," jawabnya salah tingkah.


"Apa kubilang, Doni itu punya aura positif." Tenri berbisik ke telinga Olla sambil tersenyum simpul.


"Lantas?" Olla mencebik seakan tidak mengetahui maksud dari ucapan Tenri.


"Ya kali kamu menaruh perhatian padanya. Haha."


Daffa mencoba untuk menggendong baby Queen, Doni juga tidak mau kalah. Nampaknya ini bukan soal menggendong baby Queen tapi bagaimana caranya menarik perhatian Olla. Persaingan pun dimulai.


***

__ADS_1


__ADS_2