Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Flashback


__ADS_3

"Tenri, ada hal yang ingin aku katakan padamu. Tapi kumohon jangan marah, apalagi benci sama aku. Ini semata-mata karena aku, sudah tidak tahu lagi harus bagaimana." ucap Daffa di suatu sore saat mereka berada di kampus. Mereka sedang duduk di kursi yang berada di sepanjang jalan koridor.


"Apa itu? Wajah kamu kok jadi berubah seperti itu, Daff? Kayak tegang dan ketakutan, terus kenapa keringat kamu jadi pada keluar?" tanya Tenri seolah bercanda, menertawakan sikap Daffa yang aneh sore itu.


"Tenri, aku suka kamu. Aku cinta sama kamu ...."


Kalimat pernyataan cinta itu keluar begitu saja dari mulut Daffa. Meluncur mulus dengan suara bergetar, jemari yang dingin dan keringat yang tak henti mengucur.


Tenri menarik tangannya dari genggaman Daffa yang saat itu Daffa memang sedang menggenggam tangan Tenri.


Tatapan Tenri berubah dingin. Dia seakan tak suka dengan sikap Daffa barusan.


"Apa Daff? Suka? Cinta? Apa kamu tidak salah?"

__ADS_1


"Iyah Tenri, aku suka dan aku cinta sama kamu." ucap Daffa yang berusaha meyakinkan Tenri dengan kembali menarik tangan Tenri untuk digenggamnya.


Dengan sedikit kasar, Tenri melepaskan genggaman itu lagi. "Daffa, ini tidak benar. Kamu kan tahu, kita ini sahabatan. Lagi pula aku sudah pernah bilang sama kamu, aku tidak akan jadi milik siapa-siapa karena aku sudah dijodohkan dengan seseorang. Aku harus menghormati keputusan sekaligus wasiat dari kedua almarhum orang tua aku. Kamu gila ya?"


"Iyah, aku gila. Aku gila karena aku tidak bisa memendam perasaan ini Tenri. Aku tidak tahu mesti sampai kapan aku hanya bisa mencintai kamu dalam diam. Aku tersiksa, Tenri."


"Ini tidak benar, dan kamu tahu itu. Aku sudah menganggap kamu sahabat, hanya itu tidak lebih Daffa. Apa kamu ingin persahabatan kita hancur hanya karena perasaan konyolmu itu?"


"Tidak ada yang konyol, Tenri. Aku serius sama kamu."


Tenri berdiri dari kursi, mengambil tas dan buku yang tadi dibawanya lalu pergi meninggalkan Daffa sendirian.


"Tenri ...." panggilnya.

__ADS_1


Namun, Tenri tidak pernah berbalik lagi. Sejak saat itu hubungan mereka semakin renggang. Mereka tak pernah lagi terlihat bersama, kadang cuma ada Tenri dan Olla, atau Daffa yang seorang diri saja.


Padahal mereka berdua dikenal sebagai pasangan beda Fakultas, beda jurusan yang paling oke. Banyak yang mengira kalau keduanya selama ini pacaran. Jadi ketika mereka terlihat tak pernah bersama lagi, orang-orang pun menyangka kalau keduanya tengah ribut atau malah putus.


Daffa benar-benar kehilangan kesempatannya mendapatkan Tenri. Wanita itu menutup rapat-rapat pintu hatinya untuk siapapun. Hanya karena soal perjodohan yang entah kapan mereka akan menikah.


Tenri hanya tidak ingin ada yang terluka, baik dirinya ataupun Daffa. Sebab menjalani hubungan tanpa sebuah restu, itu sama saja seorang anak yang membangkang terhadap orangtuanya. Karena itu, Tenri tidak mau terjadi hal-hal seperti itu.


Dia meyakini, apapun pilihan kedua orang tuanya, itulah pilihan terbaik diantara semua pilihan hidupnya selama ini. Setiap orang tua pasti inginkan yang terbaik untuk anaknya.


Tenri terus menghindar dari kejaran Daffa, dia mendiamkan pria itu sampai akhirnya Daffa memutuskan untuk pindah kampus sekaligus pindah kota. Sebab jika dia berada di kampus yang sama dengan Tenri maka dia tidak akan pernah fokus dengan kuliahnya.


Berat dia harus meninggalkan kota Makassar, lalu berpindah lagi. Apalagi di Makassar dia labuhkan cintanya kepada seorang gadis yang lahir dan besar di Makassar. Sungguh sangat sulit memang, tapi Daffa berjanji jika suatu saat dia bertemu dengan Tenri lagi, tidak peduli apakah wanita itu kondisinya seperti apa, dia akan mengejar dan menerima Tenri apa adanya.

__ADS_1


***


TBC. Jangan lupa untuk like, komen ya Terimakasih.


__ADS_2