
Tibalah saat yang dinantikan oleh Tenri dan Reno, yaitu proses upacara Appassili atau upacara mandi tujuh bulanan kalau dalam bahasa Indonesia. Kesibukan sudah terlihat sejak semalam, dua keluarga besar berkumpul untuk membuat kue-kue tradisional dan juga makanan yang akan disajikan pada saat upacara dilaksanakan.
Seorang tua-tua atau yang biasa disebut Indo Botting sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memulai prosesi Appassili. Proses Appassili adalah Proses Pensucian di mana orang yang sedang hamil tujuh bulan akan dimandikan oleh seorang tua tua atau Indo Botting.
Masyarakat bugis makassar percaya bahwa tidak ada makhluk yang diciptakan oleh sang pencipta yang tidak berguna. Bahkan makhluk-makhluk tersebut memiliki hubungan erat dengan manusia. Air misalnya selain digunakan untuk mandi juga bisa digunakan untuk mensucikan jiwa dan diri seseorang atau menghindarkan diri dari hal-hal yang jahat.
Appassili ini sudah menjadi warisan budaya turun temurun. Biasanya Appassili dilakukan pada kehamilan angka ganjil. Misal anak pertama, Ketiga, Kelima dan seterusnya. Sebuah pesta terkadang tidak lengkap rasanya jika appassili ini tidak dilaksanakan. Upacara ini juga sekaligus sebagai bentuk silaturrahim bagi masyarakat.
Appassili berarti berusaha dan berikhtiar mengatasi mara bahaya yang mungkin terjadi bagi seseorang dengan serangan guna-guna, sihir atau ilmu hitam lainnya. Untuk mengatasi ini seseorang harus dimandikan dengan air khusus dan orang inilah yang dibersihkan jiwa dan raganya dari gangguan ilmu hitam.
Biasanya orang-orang yang di Passili itu ialah calon pengantin, Ibu yang sedang hamil dan wanita yang usai melahirkan, anak-anak yang mau dikhitamkan dan orang yang pindah atau yang mau menaiki rumah baru. Appassili ini memiliki tata cara yang berbeda sesuai hajat seseorang yang mau di Passili, seperti calon pengantin, beda dengan Ibu yang hamil muda atau ibu yang sudah melahirkan beda pula dengan naik rumah baru atau Sunatan.
Perbedaan ini hanyalah tata cara tetapi maksud tujuannya sama, keselamatan, kesejahteraan, jauh dari mala petaka.
(Sumber riset adalah dari Google)
Indo Botting sudah mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk Appassili. Biasanya bahan-bahan tersebut terdiri dari bahan ramuan berkhasiat terdiri dari daun-daun.
Ada namanya Daun kayu Tuli dengan harapan Tulibaji atau dalam bahasa Indonesia diartikan selalu mendapat kebaikan. Daun kayu Tamate dengan harapan selalu sehat dan jauh dari penyakit. Daun tebu dengan harapan selalu mendapat manis bermanfaat kepada orang lain. Bunga pinang dengan harapan selalu berbuah dan berhasil berkesinambungan. Bunga puncuk kelapa dengan harapan semakin tua semakin banyak gunanya. Daun siri dengan harapan memiliki Siri' dan menjaga harga diri. Daun sirikaya dengan pengertian kaya batin dan fisik, tidak terpengaruh dari godaan setan rakus harta yang tidak halal.
Daun-daun tersebut diikat oleh Sanro atau Indo Botting menjadi satu ramuan dan direndam dalam satu wadah baskom tanah atau kuali tanah. Dimaksudkan daun-daun itu menyatuh dengan tanah asal kejadian manusia. Tenri lantas duduk di atas sebuah kelapa yang sudah dibersihkan sabutnya. Selanjutnya tua-tua adat dan Indo Botting memmercikkan air tersebut kepada Tenri lalu dimandikan dengan harapan mensucikan diri dari gangguan yang mungkin terjadi pada dirinya.
Proses Appassili itu pun diabadikan oleh Reno sebagai dokumentasi untuk anaknya kelak atau untuk kenang-kenangan mereka berdua saat menua nanti. Setelah Tenri dimandikan, dia pun berganti pakaian yang sudah disiapkan oleh dukun tua-tua adat atau Indo botting. Pakaian yang dipakai Tenri saat mandi disebut Lolloso Pakaian itu diserahkan kepada sanro dan tua-tua adat atau Indo botting sesuai adat yang berlaku.
__ADS_1
Jadi apapun yang dikenakan Tenri saat berlangsungnya upacara Appassili diserahkan kepada Indo Botting. Sesuai adat yang berlaku secara turun temurun.
Usai Tenri mandi, semua keluarga berkumpul untuk makan bersama. Reno mengantar Tenri untuk berganti pakaian terlebih dahulu di kamarnya.
"Terimakasih sudah sekuat ini menghadapi aku sebagai suamimu, Sayang." Reno lantas mencium kening isterinya. Merasa terharu atas semua proses yang telah dilewati Tenri bersamanya.
Dia melihat sosok wanita yang begitu kuat bersanding dengannya hingga saat ini dia telah hamil anaknya. Reno terharu karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang orang tua. Di mana dia dianjurkan untuk selalu bertanggung jawab apapun yang terjadi nantinya.
"Terimakasih sudah mau menerima aku dalam hidup kamu, Daeng. Sebab tak ayal sebuah perjodohan akan membuat rumah tangga tak harmonis. Namun aku selalu percaya, selama aku yakin dengan cintaku dan yakin padamu, maka suatu saat kamu akan tetap membersamaiku hingga kita tua nanti."
Mereka pun berpelukan satu sama lain, setelah itu mereka keluar untuk menemui keluarga besar yang sudah menunggu mereka.
"Selamat ya, kalian berdua akan segera menjadi orang tua."
"Selamat Tenri, jadilah ibu yang baik untuk anakmu kelak. Dan kau Reno, jangan lupa tugasmu sebagai seorang bapak dan juga suami. Kamu memiliki tanggung jawab besar atas mereka kelak."
"Iyah pak, semoga Reno terus bisa bertanggung jawab kepada isteri dan juga anak-anak aku nantinya."
***
Hari itu Olla turut hadir, dia bahkan sudah membawakan sepaket pakaian saat lahiran dan untuk calon bayi Tenri nanti.
"Kenapa repot-repot sekali?" tanya Tenri menerima hadiah dari Olla.
__ADS_1
"Kebetulan gajian-ka nanti habis lagi kalau tidak kubelanjakan untuk kamu dan anakmu," jawab Olla.
"Cieee ... jadi kapan ini kau?" goda Tenri berusaha mengorek kisah asmara Olla.
"Kapan apanya? Calon saja tidak ada, hahaha."
Keduanya tergelak tertawa karena sampai sekarang Olla masih saja mengaku bahwa statusnya masih sendiri alias single alias jomblo.
"Jodohkan saja dia dengan Daffa atau Doni," celetuk Reno yang tiba-tiba hadir di antara mereka.
"Dedeh, cukup kalian saja yang dijodohkan. Saya tidak usah-mi. Hehe."
"Tidak masalah ji kapang. Bisa ini sama Doni saja, Daeng." Tenri masih berusaha memanas-manasi.
Logat khas Makassar menjadi tranding di percakapan mereka kali ini. Haha. Tenri sudah lama tak berbicara menggunakan aksen Makassar.
"Jangan, tidak usah. Nanti cari ka calon sendiri," Olla Keukeh sendiri.
"Nanti kita kenalkan dia pada Doni, tak kenal maka tak sayang. Begitu bunyi pepatah, Olla."
"Aduh, kalian berdua sudah bersekutu ya."
Derai tawa pun tercipta, Reno terlihat sangat bahagia. Apalagi Tenri yang akhirnya bisa memenangkan hati Reno saat ini. Walaupun awalnya penuh dengan air mata.
__ADS_1