
Penyebab kebakaran pun akhirnya diketahui dari hasil investigasi, adanya aliran arus pendek yang menyebabkan korsleting sehingga terjadi kebakaran hebat yang tak bisa dihindari. Untung saja tak ada korban jiwa, namun kerugian yang harus ditanggung Reno sangatlah besar, apalagi usaha bengkel Cahaya Timur ini adalah yang paling besar. Adapun usaha bengkel lainnya masih anak dari bengkel di pusat ini.
Doni tak bisa lagi berkata apa-apa, dia merasa lalai dikasih amanah menjaga perusahaan. Dirinya merasa sangat bersalah dan tak sanggup menatap wajah Reno. Sekarang Reno, Doni, Tenri dan juga beberapa orang penting di perusahaan tengah berembuk di rumah Reno.
Daffa yang mendengar peristiwa tersebut, sempat menghubungi Reno via telepon namun tak pernah diangkat. Akhirnya dia putuskan untuk langsung menemui Reno di rumahnya.
"Aku turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, bro." Ucap Daffa yang baru tiba di rumah itu dan dipersilakan duduk.
"Daffa ...." pekik Doni.
Harusnya pertemuan mereka saat itu menjadi pertemuan yang paling membahagiakan setelah bertahun tahun tak bertemu. Namun karena adanya musibah ini, akhirnya mereka hanya bisa berpelukan dalam suasana duka.
"Don ... bagaimana kabarmu?" sapa Daffa seraya memeluk Doni.
"Baik, dari mana kamu tahu kabar ini?"
"Ramai dibicarakan di media Don, saat aku tahu kalau itu bengkel punya Reno aku segera menghubunginya namun tak ada jawaban. Akhirnya kuputuskan untuk segera ke sini saja."
"Hhh ... semuanya sudah hangus, Daff. Usaha yang aku bangun dari nol kini tak tersisa apapun lagi."
__ADS_1
"Tenang kawan, masih ada harapan, kamu bisa mengembangkan bengkel yang lainnya. Kamu tidak akan kehilangan apapun, kamu masih punya kami, masih ada isteri, Doni dan juga karyawan kamu. Kamu harus bisa bangkit dari keterpurukan akibat musibah ini. Bagaimana pun tak ada yang tahu kapan datangnya musibah pada kita, hanya mampu berpasrah dan semoga semuanya kembali dimudahkan."
"Terimakasih, Daff."
Tenri sempat bersirobok mata dengan Daffa yang kemudian terus dihindari oleh Tenri. Wanita itu memutuskan untuk meninggalkan ruang tamu dan membantu bibi di dapur menyiapkan makanan dan minuman untuk dimakan bersama.
"Bu, kasihan bapak."
"Mau bagaimana lagi, Bi. Namanya musibah ya kita tidak bisa menolak dan harus pasrah menerima keadaan. Doakan kami ya Bi."
Minuman hangat pun telah selesai dibuat oleh Bibi, saat itu ponsel Tenri berdering. Panggilan dari bapak mertuanya, ah iya dia lupa memberi kabar ke keluarga di Makassar.
"Alaikum salam, Tenri mana suamimu? Bagaimana kabarnya? Kudengar bengkel pusatnya kebakaran, lalu bagaimana kondisi di sana?"
"Iya, Pak. Kami minta maaf kami lupa mengabari keluarga di Makassar. Benar bengkel Reno kebakaran dan semuanya habis tak tersisa. Kerugian mencapai miliyaran rupiah, sekarang Reno sedang berdiskusi dengan teamnya mengenai langkah selanjutnya. Doakan kami bisa melewati masa sulit ini, Pak. Bapak mau bicara sebentar dengan Reno?"
"Nanti saja, biarkan dia bicara dulu dengan teamnya. Sampaikan salam bapak padanya, ingat tetap hibur dan tenangkan hati suamimu. Sebab di sana, keluarga paling dekatnya hanyalah kamu, Nak."
"Iya, Pak. Apa ibu di sana juga baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ibumu baik-baik saja, hanya sedikit kepikiran dengan suamimu. Namanya juga seorang ibu yang khawatir terhadap anaknya, biar ibumu di sini bapak yang kasih pengertian dan juga hiburan. Baik-baik ya di sana."
***
Kabar mengenai kebakarannya salah satu bengkel utama Reno sampai juga di telinga Elsa, dia cukup terkejut namun lebih banyak mengejek bahwa hal itu sudah sepantasnya dirasakan oleh Reno.
"Hal itu adalah pantas untuk Reno, dia sudah meninggalkan dan menyakiti hatiku. Mungkin itu ganjaran dari Tuhan atas perbuatannya itu padaku. Biarkan saja dia sengsara bersama isterinya yang tak tahu diri itu," ucapnya justru dengan perasaan senang karena mendengar berita buruk tersebut.
Sungguh orang yang berbahagia di atas pendertiaan orang lain akan mendapatkan balasan yang setimpal suatu saat nanti.
Elsa menghubungi nomor Reno namun tak dapat tersambung, dia kesal sendiri padahal tadinya dia ingin memberikan ucapan belasungkawa bernada ejekan namun hal itu tak dapat dilakukannya. Sayang sekali, niat jahatnya kali ini tak dapat dikabulkan Tuhan.
Bukan Elsa namanya kalau dia tak menjadi biang keributan, dia malah memutuskan untuk datang ke rumah Reno dengan pongahnya. Katanya memberi kejutan untuk Reno dan juga Tenri.
-----
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen dan juga favorit ya untuk karya aku yang satu ini. Terimakasih sudah mampiir dan memberi semangat untuk tetap berkarya. Muaachh .... Doakan Reno semoga dapat segera keluar dari masa berkabungnya.