
(Gambar Hanya Pemanis)
Menikah dengan adat Makassar tentu saja harus melewati beberapa proses. Seperti Accinik Rorong atau proses penyelidikan dari pihak laki-laki untuk mengetahui pantas atau tidak dia memasuki satu keluarga untuk melamar anak gadisnya. Namun karena pernikahan Reno dan Tenri sudah disetujui sejak dulu, maka proses tersebut tak perlu dilakukan.
Sama halnya dengan proses Appesak-pesak atau meraba-raba, apakah sudah ada laki-laki yang pernah datang melamar gadis tersebut. Jika tidak ada, barulah proses selanjutnya dilakukan. Tenri dan Reno adalah sepasang manusia yang sudah dijodohkan semasa kecil sehingga tak perlu melakukan proses tersebut. Kecuali jika kedua pihak keluarga melakukan perubahan atas ikatan perjodohan yang sudah dibicarakan sebelumnya.
Selanjutnya adalah Akjangang-jangang, mengirim beberapa orang kepada keluarga pihak perempuan untuk menanyakan apakah perempuan tersebut bersedia dilamar. Sehingga pihak laki-laki bisa mengatur kedatangannya untuk datang melamar. Hal itu pun sudah dilakukan oleh keluarga Reno pada keluarga Tenri.
Sebelumnya telah dilakukan prosesi Mange Assuro atau datang melamar. Pada prosesi tersebut sudah disepakati jenis dan jumlah sunrang (mas kawin), doe’ balanja (uang belanja atau kadang disebut uang panaik) dan tanggal pernikahan.
Beberapa orang yang merupakan anggota keluarga Reno sedang sibuk mempersiapkan acara Appanaik Leko Cakdi yang akan dilangsungkan besok pagi. Reno tak menyangka bahwa seluruh keluarganya mempersiapkan pernikahannya dengan sangat serius. Mengikuti seluruh prosesi adat yang berlaku di Makassar.
Reno takjub dengan semua prosesnya, terlihat wajah ibunya yang sudah semakin sehat. Tersenyum penuh arti, memamerkan Reno di hadapan sanak keluarganya.
"Akhirnya, bunting tommi anakku daeng." (Akhirnya anakku menikah juga), ucap Ibu Reno di tengah-tengah keluarga yang berkumpul di rumah itu. Disambut tawa gembira oleh semua yang hadir.
Reno pun menyunggingkan sedikit senyum untuk menghormati ibunya.
Malam itu terasa sangat cepat berlalu, Reno tak dapat tidur dengan nyenyak mengingat besok merupakan acara Appanaik leko’ caddi atau membawa daun sirih kecil.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, wakil dari keluarga Reno sudah mempersiapkan 12 bosara’ (besek atau bakul khas Bugis-Makassar) untuk dibawa ke rumah calon mempelai wanita. Biasanya untuk keluarga bangsawan, bosara’ berjumlah 14.
Bosara’ tersebut berisi barang hantaran berupa beras segenggam, kelapa, gula merah, sirih, pinang dan kapur serta biasanya uang belanja yang sudah disepakati serta cincin pengikat. Prosesi ini menjadi penanda atau peresmian bahwa kedua calon mempelai telah bertunangan.
Keluarga keduanya kemudian akan menyampaikan berita ini ke keluarga besar mereka serta kerabat dan tetangga.
"Alhamdulillah ... prosesnya berjalan lancar. Beberapa hari lagi akan dilakukan proses Appanaik Leko Lompo atau Membawa daun sirih besar. Jadi sebaiknya, dipersiapkan semuanya jangan ada satupun yang kurang. Kita adalah keluarga besar yang selalu tunduk dan patuh pada adat suku Makassar. Jadi, tabek jangan biarkan satu prosesi terlewati begitu saja karena pernikahan adalah sesuatu yang sakral." Daeng Siga yang merupakan orang tua dari Reno berbicara di tengah-tengah keluarga besarnya.
"Saya adalah termasuk orang yang sangat berbahagia Andi' atas perjodohan antara Reno dan Tenri. Artinya, keluarga kita sudah semakin dekat satu sama lain." Daeng Ngempo kakak dari Daeng Siga menimpali ucapan dari Bapak Reno.
Semua orang yang hadir tampak sangat berbahagia, ibu Reno sibuk dengan segala bentuk pernak pernik erang-erang (hantaran) yang akan dibawa saat proses Appanaik Leko Lompo nanti.
"Tentu saja ibu bahagia, Nak. Siapa orang tua tidak bahagia bila akan melihat anaknya menikah. Terlebih lagi kau ini anak ibu satu-satunya, anak lelaki yang akan menjadi penerus keluarga kita. Kau tauk-ji maksud ibu nak toh?" tanya Ibunya dalam logat Makassar yang khas.
Reno pun mengangguk dan memeluk tubuh Ibunya yang sudah tak sebugar dulu. Memang saat sakit, berat badan ibunya turun drastis. Meskipun sekarang kondisinya terbilang sangat baik, tapi tetap saja Reno masih khawatir dengan kondisi ibunya itu.
"Jangan-ki terlalu capek, Bu. Biar anggota keluarga lain yang mengurus semuanya. Atau biarkan saja Reno yang ikut terlibat penuh."
"Iihh ... tidak boleh begitu, Nak. Saya ini adalah ibumu, tentu saja Ibu yang akan menjadi orang yang paling depan mengurus segala keperluan pernikahanmu. Ibu sangat senang, anakku."
__ADS_1
"Iyek, tapi ingat kondisi-ta ibu nah?"
"Iyek, Nak."
***
Rombongan keluarga sudah siap semua, kendaraan terparkir di depan rumah siap berangkat. Bosara berisikan selain sirih, pinang, dan kapur, bosara’ juga akan berisi tembakau, gula merah, kelapa, pisang, nenas, jeruk dan berbagai macam buah-buahan lainnya.
Hadir pula dalam hantaran itu berbagai macam kue-kue adat seperti cucuru’ bayao, se’ro-se’ro, roko’ roko’ unti dan lain-lain. Sebagai pelengkap, dibawa pula berbagai macam perhiasan, kebutuhan wanita dan alat-alat kecantikan. Tak ketinggalan juga rombongan dari keluarga calon mempelai lelaki dengan diiringi alunan musik tradisional seperti gandrang, gong dan pui-pui.
Ramai sekali suasana hari itu, semua memakai seragam adat dengan berbagai corak dan warna. Pabaju bodo dengan kingking lipak sakbena, terlihat sangat cantik dalam balutan seragam tradisional.
Sementara itu, di rumah Tenri calon mempelai wanita juga telah siap menyambut kedatangan mempelai laki-laki. Sanak keluarga dikumpulkan untuk menyaksikan prosesi adat tersebut.
Kedua keluarga ini memang sangat gembira menyambut tali perjodohan antara Tenri dan Reno. Walau mengingat keduanya hanya dijodohkan tapi mereka yakin keduanya pasti tidak akan menolak.
Tenri cantik sekali dengan pakaian adat baju bodonya, duduk menyambut kedatangan keluarga besar mempelai laki-laki. Banyak yang takjub melihat Tenri, dia adalah sosok wanita yang jarang sekali menggunakan pernak pernik kecantikan. Sehingga saat wajah dia dipoles, wajahnya bersinar dan bercahaya. Cantik sekali.
Di tempat yang berbeda, Reno sedang panik karena Elsa mendadak memaksa ingin menyusulnya ke Makassar.
__ADS_1
***
Bersambung.