Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Akting Di Depan Elsa


__ADS_3

"Jadi apa yang bisa aku bantu?" tanya Dokter Daffa saat mereka sudah berada di ruangan periksa miliknya.


Reno dan Tenri saling berpandangan, kemudian Tenri mengangguk lebih dulu pertanda meminta Reno menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan apa maksud kedatangan mereka ke klinik Daffa.


"Aku ingin konsultasi sesuatu, sekaligus ingin meminta tolong pada kamu, Daff. Andai kata kamu tak keberatan maka kami berdua akan sangat berterimakasih."


"Lanjutkan," pinta Daffa.


"Elsa, mantan pacar aku, mengaku pada Doni kalau saat ini dia sedang hamil dan anak yang ada dalam kandungan dia tersebut adalah anakku. Sementara aku berani bersumpah demi nama Tuhan kalau aku tidak pernah berhubungan seperti suami dan isteri dengannya. Kalaupun hubungan kami sebelum menikah sangat dekat, tapi aku tidak pernah melakukan itu pada Elsa. Tujuan kami ingin datang ke sini adalah, bagaimana cara membuktikan bahwa anak yang ada dalam kandungan dia memang bukanlah anakku."


Daffa mengusap dagunya dan seperti sedang berpikir. Lama dia diam, memikirkan cara terbaik untuk masalah tersebut.


"Apakah memungkinkan untuk tes DNA?"


"Mungkin saja. Tes DNA bisa dilakukan dengan dua cara. Melakukan tes DNA saat masih dalam kandungan atau menunggu sembilan bulan sampai bayi tersebut lahir."


"Aku ingin tes DNA saat masih dalam kandungan. Aku tidak mau menunggu terlalu lama, Daff."


"Hal itu bisa dilakukan hanya saja--


"Lakukan apapun, Daff." Reno memotong pembicaraan Daffa.


"Dengarkan baik-baik, tes DNA dapat dilakukan sejak hamil muda, yaitu saat kehamilan trimester pertama. Tes DNA yang dilakukan sebelum bayi dilahirkan disebut dengan tes DNA prenatal. Ini merupakan tes untuk mengetahui ayah biologis/kandung dari janin tersebut."


"Tes DNA prenatal membutuhkan 3 bahan, yaitu DNA ayah, DNA ibu, dan DNA janin. DNA ayah dan ibu bisa diambil dari darah atau usapan lendir dinding mulut. Sedangkan DNA janin diambil dari cairan amnion (ketuban) melalui amniosentesis yang mengandung sel-sel janin atau jaringan dari plasenta (ari-ari) melalui prosedur chorionic villus sampling (CVS). Perlu diketahui bahwa tes DNA prenatal merupakan isu yang sensitif karena banyak pertimbangan etika dan moral, termasuk risiko tes itu sendiri terhadap ibu hamil dan janin."


Mendengar penjelasan Daffa, Reno dan Tenri sedikit bingung. Berarti ada resiko bila melakukan tes tersebut.


"Masalah berikutnya adalah, apakah Elsa mau melakukan tes tersebut?"


Gurat wajah khawatir terlihat jelas dari ekspresi Reno dan Tenri. Itu artinya tes tersebut tidak dapat dilakukan jika tanpa persetujuan Elsa. Sementara jika Elsa tahu rencana ini maka dia akan melakukan cara apapun agar bisa menolak dan menghalangi tes tersebut berlangsung.


"Lantas bagaimana?" tanya Reno.


"Kecuali kamu bisa mengelabui Elsa untuk melakukan tes tersebut."


"Apa itu artinya aku harus akting menjadi orang baik di hadapan Elsa?"


"Salah satu cara, jika itu berhasil maka tes bisa aku lakukan."

__ADS_1


Reno memandangi Tenri dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Aku percaya padamu, Daeng." Tenri menjawab pasti.


Melihat kedua orang tersebut saling tatap, ada rasa cemburu yang berdesir di dalam hati Daffa.


'Kamu selalu saja mendapatkan masalah Tenri, sekarang lihatlah betapa dari caramu menatap Reno sangat jelas terlihat kamu sangat mencintainya. Bahkan kamu percaya pada setiap ucapannya yang mengatakan bahwa dia bukan ayah dari anak yang dikandung Elsa. Apakah sebegitu besarnya kamu mencintai Reno? Sampai aku yang terus berjuang dari dulu tak pernah kamu lihat sama sekali. Sekarang kalian berdua datang padaku dan meminta tolong, kamu adalah orang yang selalu aku cintai, Reno adalah sahabat baikku, aku tidak bisa menyakiti kalian. Aku tidak mungkin egois dan menolak permintaan kalian. Namun di sisi lain, hati aku sangat terluka melihatmu bahagia bersama yang lain."


"Daffa, apakah kamu bersedia dengan tulus membantu kami jika sekiranya aku dapat mengajak Elsa bertemu denganmu?"


Daffa tersadar dari lamunannya, "Apa Ren? Ah iya, tentu saja aku akan membantu kalian. Kalian berdua bukanlah orang asing bagiku. Bahkan jika pun kalian berdua adalah orang asing maka tugasku adalah menolong orang yang meminta pertolonganku selaku dokter."


"Terimakasih, Daff. Kami akan datang lagi jika sudah mendapat kepastian."


"Terimakasih, Dokter." Ucap Tenri saat pamit kepada Daffa.


***


Saat sampai di rumah, mereka dikejutkan dengan kehadiran Elsa di depan pintu rumah mereka. Buku-buku jari Reno tampak memutih memegang setir karena amarah yang ingin segera meledak.


Namun Tenri tahu perannya di sini adalah membuat suaminya tenang agar Elsa mau terbujuk padanya.


Reno pun melunak, dia menarik napas pelan dan menghembuskan lewat mulutnya.


"Ini semua demi kebaikan rumah tangga kita, doakan aku ya, Sayang."


Reno pun turun dari mobil, menemui Elsa yang berjalan menyongsong kedatangan Reno. Dari balik kaca mobil, Tenri melihat Elsa yang berlari memeluk suaminya. Ada desir cemburu yang dia rasakan, namun dia harus kuat. Reno sedang berusaha mengambil hati Elsa.


"Ren, aku ingin bicara padamu." Elsa sudah mengalungkan tangannya di lengan Reno.


"Angin apa yang membawamu sampai di rumahku?"


"Aku hamil."


"Kamu yakin itu anakku?"


"Ren, ini anak kamu. Aku tidak mungkin berbohong, kamu itu ayah dari anak yang sedang aku kandung ini."


"O yah? Kapan kita pernah melakukannya?"

__ADS_1


Elsa tampak gugup dan tidak tahu harus bicara apa. Namun akhirnya dia bicara lagi berusaha meyakinkan Reno.


"Kita melakukannya saat kamu sedang mabuk, Ren. Mana bisa kamu ingat itu saat kamu sedang berada di bawah pengaruh alkohol."


"Kejadiannya sudah sangat lama, memangnya kamu hamil berapa bulan sekarang?"


"Aku hamil 3 bulan Ren."


"Seperti itu?" Reno masih bergeming, dia berbicara namun dia tak melihat ke arah Elsa. Di dalam dadanya sudah bergemuruh amarah yang setengah mati ditahannya.


Elsa mengangguk.


"Baiklah, aku akan bertanggungjawab, namun izinkan aku menemani kamu untuk periksa kandungan kamu."


Mata Elsa berbinar, dia tak menyangka Reno seperti setuju dengan pernyataan dirinya bahwa dia hamil anak Reno.


"Serius? Tentu saja, kamu kan anaknya jadi kamu berhak menemani aku periksa ke dokter. Bagaimana dengan Tenri?"


"Kamu masih menanyakan bagaimana dengan Tenri, sedangkan kamu sendiri sedang dalam masalah. Aku bisa mengurus Tenri, hal itu sangat mudah."


Elsa bahkan tersenyum lebar saat mendengar ucapan itu keluar begitu saja dari mulut Reno.


"Kamu pulanglah dulu, aku akan menjemput kamu besok untuk periksa ke dokter."


Elsa yang tadinya ingin mengamuk dan berakting geram akhirnya malah bergelayut manja seperti mendapatkan apa yang diinginkannya.


Akhirnya dia menuruti ucapan Reno dan pergi dari rumah itu. Dia tak lagi melihat ke arah mobil Reno di mana Tenri sedang menunggu dengan sabar di sana.


Setelah kepergian Elsa, Reno kembali ke mobil dan membuka pintu untuk isterinya, Tenri.


"Sayang, turunlah. Maafkan aku ya," ucapnya pada Tenri.


"Tidak apa-apa, bagaimana cara kamu meyakinkan dia sampai jinak begitu?"


"Maafkan aku karena aku sudah menjelekkan kamu di depannya."


"Aku tidak marah, Daeng tidak perlu minta maaf. Namun lain kali, jangan biarkan dia bergelayut manja seperti itu lagi di lengan daeng."


"Hehe, kamu cemburu ya? Aku senang kamu cemburu. Itu artinya kamu mencintai aku, kan?"

__ADS_1


Tenri mencubit pinggang Reno dan pria itu langsung berusaha menghindar sambil tertawa. Reno lantas memeluk isterinya yang sedang hamil tua itu dan mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2