Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Tes DNA Prenatal


__ADS_3

Keesokan harinya, Reno sudah bersiap untuk menemui Elsa. Sengaja dia tidak mau bertemu di rumah, dia meminta Elsa untuk datang ke sebuah alamat yang sudah dikirimkan Reno padanya. Yaitu alamat klinik Daffa yang sebelumnya Reno sudah janjian dengan pria tersebut.


"Sayang, sukses ya. Semoga berhasil membujuk Elsa, doa kami akan selalu menyertai." Tenri mencium tangan Reno sebelum suaminya itu pergi. Kami yang dimaksud Tenri di sini adalah dia dan calon anaknya yang masih dalam kandungan.


"Kamu baik-baik di rumah ya. Jangan lupa makan, bergerak, dan jangan terlalu capek. Untuk sementara jangan ambil les privat dulu sampai kamu lahiran atau bahkan tidak usah sama sekali. Biar aku yang kerja untuk kamu dan untuk anak kita kelak." Reno mencium puncak kepala Tenri lalu berpamitan.


Sementara di tempat yang berbeda, ada seseorang yang sedang berdandan habis-habisan hanya demi bertemu Reno untuk menarik perhatian pria beristri itu. Siapa lagi kalau bukan Elsa.


Berulang kali dia bolak balik depan kaca untuk sekedar melihat riasan, memantapkan pakaian agar saat bertemu Reno, pria itu akan hanya menatapnya seorang.


"Oke, kalah sudah cantik begini Reno pasti tak akan berpaling lagi dariku. Ready to go ...."


Elsa pun berangkat dari apartemennya menuju suatu tempat yang sudah disepakati oleh dirinya dan Reno. Lebih tepatnya adalah Reno yang meminta untuk bertemu di klinik Daffa.


Perjalanan hanya membutuhkan setengah jam andai saja tak macet. Elsa yang sudah memasuki jalan besar harus berkali-kali memencet klakson karena pengendara di depannya terus menerus berhenti. Hal itu tak dapat dihindarkan karena memang jalanan pagi menuju siang itu memang sangatlah macet.


Dia mengumpat di dalam mobil, tak jarang dia memukul setir karena tak bisa menahan emosi. Dia takut jika terlambat maka Reno akan kecewa dan marah padanya.


Di sisi lain, Reno sudah sampai di klinik Daffa. Jaraknya memang tak terlalu jauh karena terletak di seberang pintu masuk perumahan Reno.


"Hai, silakan masuk Ren." ucap Daffa saat Reno muncul dari balik pintu ruangannya.


"Aku tidak terlambat kan? Elsa belum datang?"


"Belum, mungkin masih di jalan. Mumpung dia belum datang alangkah baiknya kita obrolin ini baik-baik. Jadi, jika tes DNA Prenatal ini dilakukan maka ada resiko bagi si janin dan juga sang Ibu. Karena itu aku butuh pertanggungjawaban kamu seandainya terjadi hal yang tak diinginkan. Jujur ini sangat beresiko, Ren."


"Lakukan semaksimal mungkin dan sebaik mungkin, Daff. Aku percaya padamu."


Reno menatap penuh arti kepada Daffa, yang artinya mau tidak mau Daffa memang harus melakukan yang terbaik kali ini.


Sesaat kemudian, ponsel Reno berdering. Telpon dari Elsa.


"Aku sudah sampai klinik yang kamu maksud, kamu di mana?" tanya Elsa di telepon.


"Masuk saja, aku sudah di dalam menunggu kamu bersama dengan dokternya."

__ADS_1


"Kamu ternyata bersemangat sekali, Sayang. Tunggu aku."


Klik.


Sambungan telepon terhenti dan Reno tahu mungkin sebentar lagi Elsa akan tiba. Selang beberapa saat pintu ruangan terbuka dan muncullah Elsa dengan diantar oleh salah seorang perawat di yang bertugas di klinik ini.


"Sayang, aku datang." Elsa berseru senang melihat Reno yang sedang duduk berhadapan dengan Daffa.


"Kenalin ini dokter Daffa, Daffa ini Elsa."


"Elsa ... salam kenal Dok."


"Daffa, silakan duduk."


"Baik langsung saja ke intinya ya. Jadi hari ini kita akan melakukan pengecekan pada kehamilan tri mester pertama terhadap ibu Elsa. Selanjutnya kami akan mengambil sampel darah dulu, baik dari pihak ibu Elsa dan juga Bapak Reno. Satu lagi, mungkin setelah dicek kandungannya, mungkin akan dilakukan tes lebih jauh dan akan dibantu oleh perawat saya yang sedang bertugas di sini. Bagaimana Bu Elsa, apa ibu paham?"


"Paham, Dok." Elsa kelihatan sangat bersemangat, belum tahu saja dia kalau pengecekan kandungan dia yang pertama kali ini bukan cuma ngecek biasa saja. Tapi lebih dari itu. Semoga saja dia tidak menyadari apapun sampai seluruh prosedur tes DNA Prenatal selesai.


Reno sudah deg degan sejak tadi, dia takut Elsa akan tahu semua rencananya. Sebelumnya dia sedikit sangsi pada Daffa bahwa pria itu mau membantu dirinya. Berhubung juga karena Daffa memiliki perasaan lebih terhadap Tenri. Semoga saja Daffa tidak bermaksud memanfaatkan situasi yang ada.


Dengan tenang Elsa menjalani prosesnya, Reno sedikit grogi dan juga was-was. Namun demikian dia berusaha terlihat se rileks mungkin.


Proses sampling darah sudah berlangsung dan sambil menunggu hasilnya mereka ngobrol sebentar hal-hal tidak penting. Hanya seputar perkembangan janin dan sebagainya. Daffa juga melayani setiap pertanyaan yang diajukan oleh Elsa terkait kehamilan.


Sekarang mungkin kamu bisa tersenyum Elsa, namun tunggu saja aku ingin sekali melihatmu memohon meminta maaf atas kebohongan yang sudah kamu ciptakan ini. Lihat saja nanti!


"Baik Bu Elsa silakan berbaring lagi di sini," ucap seorang suster yang akan melakukan proses pengecekan pada pintu air ketuban.


Saat Elsa berbaring dan sang suster mulai memasukkan alat ke lubang kelahiran milik Elsa. Terlihat perempuan itu sangat menderita dan kesakitan. Namun akhirnya berhasil juga.


"Dok, semua sudah selesai." Sang suster memberitahu Daffa yang terlibat obrolan di luar ruangan bersama Reno.


"Baiklah, Terimakasih suster. Silakan lakukan pengecekan sesuai prosesi yang berlaku di dunia kedokteran. Dan jangan bocorkan hasilnya kepada siapapun."


"Baik, Dok."

__ADS_1


"Ren, ayo masuk dan temui Elsa di dalam."


Mereka berdua pun masuk. Reno melihat Elsa sedikit pucat, dia agak tak tega melihatnya. Namun bagaimana pun dia harus melakukan hal itu. Kebenaran harus terungkap dan jalan satu-satunya yang paling cepat adalah tes DNA sebelum kelahiran.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Reno.


Elsa mengangguk, namun dia merasa sedikit kesakitan dan juga pusing.


"Sebenarnya apa yang dilakukan suster tadi? Apakah memang prosedur pengecekan kandungan seperti itu? Kenapa aku merasa ada yang berbeda?"


Gawat. Dia mulai curiga.


"Tenang Bu Elsa, kondisi ibu akan membaik kok. Saya akan meresepkan beberapa obat untuk memulihkan kembali kondisi stamina Ibu."


"Begitu ya, Dok."


Reno membantu Elsa untuk bangun dan duduk di sisi tempat tidur klinik tersebut.


"Aku akan mengantar kamu pulang jika kamu merasa tak bisa bawa mobil sendiri." ujar Reno menawarkan bantuan. Dia agak khawatir jika membiarkan wanita itu nyetir seorang diri.


"Benarkah? Baiklah, aku titip mobil di sini ya, Dok."


Daffa pun menganggukkan. Dia kemudian membisikkan sesuatu pada Reno sebelum pria itu keluar dari ruangannya.


"Hasilnya mungkin akan keluar sekitar satu sampai dua Minggu. Kuharap kamu dan Tenri mau bersabar."


"Tidak masalah, yang terpenting semua prosesnya telah selesai. Aku dapat bernapas lega. Aku yakin hasilnya pasti negatif, anak itu bukan anakku."


"Tenang saja, semoga saja terbukti."


"Terimakasih, Daff."


_______


TBC. Maaf jika ada beberapa informasi dalam part ini yang kurang sesuai dengan ilmu kedokteran. Silakan berikan masukan dan akan aku perbaiki.🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2