
Biasanya saat bepergian ke destinasi wisata, tentunya akan menginap di hotel atau vila. Berbeda di Labuan Bajo, di sana para wisatawan bisa menginap di atas kapal Pinisi yang sudah dirancang khusus untuk wisatawan.
Kapal itu bak hotel, terdapat kamar serta perlengkapan lainnya di atas kapal. Sensasi menginap di kapal tentu menjadi pengalaman baru dan tak terlupakan bagi Reno dan terlebih Tenri saat berbulan madu ke Labuan Bajo.
Makan malam dengan menu utama hasil laut yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi makanan yang sangat nikmat untuk disantap bersama pasangan. Belum lagi sajian makanan tradisional sebagai penutup makan malam. Serta pemandangan indah dari atas kapal yang tak akan membiarkan beranjak sedikit pun dari sana.
(foto hanya visual semata untuk memperkuat adegan dalam cerita ini)
"Biarkan aku hanya memandangimu seperti ini malam ini. Rasanya tak akan kubiarkan lagi kamu menangis karena kebodohan yang kulakukan. Maafkan untuk setiap kesalahan yang kuperbuat."
"Sudah berapa kali daeng meminta maaf, aku hanya manusia biasa. Tuhan saja Maha pemaaf kenapa aku yang manusia biasa tidak bisa melakukannya? Kita jangan bahas ini lagi, lebih baik kita nikmati malam ini dan waktu-waktu yang tersisa hanya berdua."
Di bawah sinar bulan, mereka saling memadu kasih. Tampak dari kejauhan cahaya dari lampu suar. Karena angin semakin dingin menusuk pori-pori kulit. Mereka pun memutuskan untuk masuk ke kamar. Makanan lezat yang sudah mereka habiskan kini tempat-tempatnya sudah dibereskan oleh petugas kapal.
Tenri melihat jam di ponselnya, dia kepikiran ingin menelpon Ibu serta bapak mertuanya. Barangkali mereka belum tidur, dia menyampaikan kabar gembira ini pada mereka.
"Daeng, apa tak sebaiknya kita video call dengan Ibu dan Bapak?" tanya Tenri begitu mereka tiba di kamar.
"Ide yang bagus. Cepat telepon mereka. Aku juga sudah rindu melihat wajah ibu dan bapak."
Tenri pun segera melakukan video call, mode berdering cukup lama sampai akhirnya panggilan video tersebut diangkat oleh ibu mertuanya.
"Bu ...." sapa Tenri sambil melambaikan tangan.
"Ya ampun, Tenri. Kamu apa kabar, Nak?"
"Baik, Bu."
"Pak, sini pak, ada Tenri dan juga Reno."
__ADS_1
Bapaknya pun segera bergabung untuk melakukan panggilan video. Wajah Reno tampak bahagia mendapati ibunya sudah sehat dan tak terlihat pucat lagi.
"Pak, Bu, apa kabar? Sehat-sehat saja kan?"
"Alhamdulillah, Nak sehat semuanya. Kalian berdua bagaimana?"
"Kita berdua lagi liburan, Bu." Tenri menjawab dengan senyum sumringah.
"Wah ... di mana?" seru ibunya tak kalah senang.
"Labuan Bajo, Bu. Tempat yang sangat ingin Tenri kunjungi seumur hidup Tenri. Hehe. Daeng mengajakku ke sini padahal sebelumnya aku tak pernah memberitahu dia kalau aku ingin sekali ke tempat ini."
"Selamat bersenang-senang ya, Nak. Bapak sama ibu turut senang kalian bisa menikmati liburan bersama."
"Iya, Bu."
"Ren, Reno ...." panggil bapaknya.
"Jaga isterimu, kamu harus bisa selalu menyenangkan hatinya."
"Beres, Pak. Hehe."
Tawa mereka berempat pun pecah. Senang sekali mereka bisa saling berbagi kebahagiaan malam itu.
Setelah ngobrol sekitar setengah jam, akhirnya video call pun ditutup dan mereka berdua memilih untuk lanjut tidur saja.
Bermalam di sebuah kapal pesiar adalah hal yang baru pertama kali dirasakan oleh mereka berdua. Sensasinya tak kalah menyenangkan dari menginap di hotel ataupun di villa. Justru menginap di kapal mungkin akan membuat tidur mereka jauh lebih nyenyak.
"Selamat malam, Tenri."
"Selamat tidur, daeng."
__ADS_1
Keduanya tidur saling menatap sebentar, Reno mencium kening isterinya dan Tenri memeluk kedua tangan Reno. Suatu kebiasaan yang belakangan ini dilakukan oleh Tenri. Saat tidur dia pasti akan memeluk kedua tangan suaminya itu. Katanya tangan suaminya bisa menghantarkan panas sehingga terasa hangat jika dipegang. Hal itu bisa membuat tidur Tenri lebih cepat dan nyenyak.
***
Keesokan harinya, kapal berangkat ke pulau Padar.
Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau ini relatif lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo, yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh orang. Di sekitar pulau ini terdapat pula tiga atau empat pulau kecil.
Pulau Padar Labuan Bajo menjadi salah satu pulau terbaik di Indonesia dengan alamnya yang memukau.
Topografi pulau ini terjal dengan gunung-gunung vulkanik dalam laut yang curam dan bukit-bukit yang berhadapan dengan teluk laut yang dalam.
Padar memiliki iklim kering dengan semak-semak dan pepohonan padang rumput yang menutupi pulau, menciptakan kondisi bukit sabana yang indah.
Hal itulah yang paling diincar untuk dilihat oleh Tenri. Dia sudah tak sabar untuk turun dari kapal dan segera menjajal keindahan pulau Padar.
"Daeng ... ini indah sekali." Tenri memekik bahagia begitu mereka sampai dan menjejakkan kaki di sana.
Reno tak lupa untuk sekedar mengabadikan foto istrinya dan juga mereka berdua saat menghabiskan waktu bersama. Sebelumnya Tenri bukan orang yang suka pamer kemesraan apalagi menampakkan kebahagiaan di depan orang banyak. Namun kali ini, dia tak bisa menahan jarinya untuk segera memposting foto mereka di Instagram.
Foto dua tangan bertaut itu menjadi pilihannya untuk di-posting ke media sosialnya. Saat berhasil di-posting banyak yang mengomentari ataupun sekedar memberi emot love.
Orang pertama yang mengomentari foto mereka adalah Olla, sahabat Tenri.
@Olla_MKS Selamat berbahagia sayangku, Tenri. Semoga rumah tangga kalian selalu awet dan segera diberi kehadiran bayi mungil dan lucu.
Tenri tergelak membaca komentar Olla, setelah itu mereka pun menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan menyisir pulau sambil berpegangan tangan.
__ADS_1