
Tenri sedari tadi belum turun ke lantai bawah, dia masih di kamar dengan gadget di tangannya. Entah sudah berapa kali dia membuka dan menutup browser pencarian di google. Wajahnya terlihat mengkerut lucu, karena dia sedang berpikir keras tentang bagaimana caranya agar Reno tertarik melihatnya saat jelang tidur nanti.
Sebagai perempuan dengan status isteri, tentu saja kita ingin tampil maksimal di depan suami. Apalagi Tenri termasuk pengantin yang masih perawan di malam pertama. Jika kalian mengikuti terus perjalanan Tenri, maka kalian akan paham mengapa Tenri seberusaha sekarang.
Dia bahkan belum mendapatkan malam pertamanya dengan Reno. Dia merasa menjadi wanita sekaligus isteri yang gagal. Dia minder, apalagi setelah melihat Elsa yang modis dia merasa benar-benar tak ada bandingannya dengan Elsa.
Namun seketika Tenri bergidik begitu dia mengetik 'gaun malam pemikat pria', seketika di layar ponselnya muncul berbagai macam gaun malam dari yang kelebihan bahan sampai yang kekurangan bahan. Dari yang tebal, menerawang sampai yang nyaris telanjang.
(Haha. Maaf author bayangin sendiri jadi geli. Pengen ngakak. Kasian Tenri. Kasih tips dong, Bun ðŸ¤)
Seketika gadget yang dia pegang terlempar di atas kasur. Dia jadi ngeri sendiri membayangkan dirinya harus mengenakan gaun semacam itu.
Tenri pun mendengus kesal. Lalu dia mengambil kembali gadgetnya, mengetikkan sederet kalimat di search engine.
'MENAKLUKKAN SUAMI DI MALAM PERTAMA'
Muncullah berbagai artikel seperti di bawah ini.
* 12 cara menaklukkan suami di atas ranjang ....
* 6 Panduan Bagi Pria yang ingin bercinta di malam pertama
__ADS_1
* Agar tidak grogi, ini tips mempersiapkan Malam Pertama.
Ketiga judul artikel di atas yang muncul dan paling menarik perhatian Tenri adalah 'Agar tidak grogi, ini tips mempersiapkan Malam Pertama.' Tenri pun membaca dengan serius artikel tersebut. Berharap dengan membacanya dia memperoleh Ilham atau minimal ilmu untuk melakukan malam pertama dengan Reno. Pasalnya mereka sudah menikah sebulanan lebih tapi Reno belum juga ada niat untuk memberikan nafkah bathin seperti layaknya pasangan suami isteri padanya.
Menurut artikel yang dibaca oleh Tenri bahwa dia dianjurkan untuk melakukan perawatan diri. Dia pun sejenak berpikir, 'Ah iya benar juga selama ini aku bahkan belum pernah ke salon atau minimal perawatan yang benar-benar keseluruhan tubuh.' Tenri meraba wajahnya dan melihatnya di cermin. Wajahnya memang terlihat agak kusam. Dia pun seketika bersalah pada dirinya sendiri karena tidak pernah memperhatikan hal itu.
Tenri lalu mencatat hal tersebut di notes hapenya. Melakukan Perawatan Diri. Begitu tulisnya. Lalu dia lanjut membaca langkah selanjutnya. Di artikel ditulis 'Siapkan kamar seromantis mungkin.' Dia pun lalu melihat kondisi kamarnya saat ini. Ah seingatnya selama sebulan dia tinggal di situ baru tiga kali ganti seprei.
Pandangannya diedarkan ke sekeliling kamar, rasanya memang dia perlu mengganti suasana kamar. Begitu pikir Tenri. Karena mendapat inspirasi untuk mendekor ulang kamar, dia pun segera mencatatnya di notes yang tadi sudah dia tulis.
Langkah selanjutnya adalah Cari tahu informasi seputar hubungan intim. "Nah ini yang aku sedikit informasi soal ini. Aku belum punya pengalaman sama sekali. Duh, betapa naifnya hidupku." Keluh Tenri berbicara seorang diri di kamarnya.
'Ada banyak yang bisa kamu cari tahu seputar berhubungan intim, misalnya bagaimana memuaskan pasangan, hal-hal yang perlu dilakukan saat berhubungan intim, atau hal yang dilakukan setelah kamu melakukan hubungan intim.'
Tenri melongo menanggapi paragraf di artikel itu. Dia merasa benar-benar minim informasi terkait hubungan intim. Akibatnya dia pun terus melanjutkan membaca artikel, mencari tahu sebanyak-banyaknya informasi seputar berhubungan dengan suami.
"Masih ada waktu untuk mendekorasi kamar ini, mungkin biar ada suasana baru. Selain itu, aku cukup untuk tampil wangi dan gaun yang ada di lemari saja." Tenri menyemangati dirinya sendiri.
***
"Loh, ibu baru makan siang toh?" tanya Bi Surti.
"Iya, Bi. Dari tadi mager di kamar. Pengennya rebahan terus. Hehe. Emm ... Bi, mau minta bantuan dong."
__ADS_1
"Apa itu, Bu?"
"Bantuin aku dekorasi kamar, atau membuat agar kamar aku di atas jadi lebih bagus dan nyaman."
"Memangnya kamarnya kenapa, Bu?"
"Nggak apa-apa, hanya ingin ganti suasana saja."
"Sekarang?"
"Nggak usah, besok aja kayaknya. Sekalian persiapkan apa saja yang mesti dibeli."
"Oh ... gitu." Kelihatannya si Bibi pengen nanya lebih lanjut tapi sungkan.
"Kenapa, Bi? Kok kayak mau ngomong tapi ditahan begitu?"
"Hehe ... nggak Bu, anu itu ... apa ... Ibu mau ganti suasana biar itu ya Bu? Biar ...."
"Biar apa, Bi?"
"Biar ibu sama bapak, lebih romantis menikmati malam-malam yang indah berdua." Senyum bibi mengembang dan Dia mengerling nakal ke arah Tenri.
"Hehe ... Tenri malu, Bi."
__ADS_1
"Siap, Bibi pasti bantu semaksimal mungkin Bu."
"Terimakasih, Bi."