Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Manfaat Membacakan Cerita pada Janin


__ADS_3

Malam harinya, Elsa terus menerus menghubungi Reno. Nomor Reno dia dapatkan dari Doni setelah meneror sahabat Reno itu terus menerus hampir di tiap menitnya. Hingga Doni merasa bersalah karena itu dia pun langsung memberitahu Reno yang sebenarnya.


"Sorry Ren, aku terpaksa ngasih nomor kamu karena si ular berbisa itu terus menerus mengganggu. Mendesis persis ular di setiap menitnya. Aku sampai bela-belain matiin hape gara-gara dia. Sumpah aku gak ngerti lagi cara menghentikan ular kek dia itu." Doni nyerocos di telepon tidak membiarkan Reno berbicara. Dia sangat takut Reno sampai menganggap dirinya telah berkhianat.


"Don, Don, udah ngomongnya?" tanya Reno.


"Sorry Ren, aku benar-benar minta maaf." Suara Doni sampai bergetar.


"Hei, aku nggak marah. Sudahlah tidak apa-apa. Toh memang untuk sementara aku harus membaiki ular betina itu. Demi mendapatkan bukti bahwa aku bukanlah anak dari yang dikandung Elsa itu."


"Maksud kamu gimana, Ren?"


"Aku dan Tenri sudah sepakat untuk bersikap baik pada Elsa. Tujuannya agar dia mau aku ajak periksa padahal sebenarnya adalah untuk mengambil sampel aku, dia dan juga janin di dalam rahimnya. Hanya dengan cara itu aku dengan cepat bisa mengantongi bukti kalau aku bukanlah ayah dari anak yang dia kandung."


"Serius, Ren?"


"Iyah, untuk apa aku bohong padamu Don. Karena itu, biarkan saja wanita itu berbuat semaunya sekarang. Tiba masanya, aku akan memukul dia dengan telak sampai tidak bisa berkilah lagi."


"Syukurlah, aku doakan apapun rencana kalian, semoga bisa berjalan dengan lancar."


"Terimakasih, Don."


***

__ADS_1


Reno tidak meladeni telepon Elsa, dengan alasan dia sedang ada pekerjaan. Tapi membolehkan jika Elsa mengirimkan pesan saja. Di sampingnya juga ada Tenri yang sedang tersenyum padanya.


Mereka sedang bercengkrama di atas tempat tidur, sambil menanggapi pesan-pesan Elsa yang baru saja dikirimkan.


Elsa: Apakah kamu senang mendengar aku hamil? Kamu terlihat tidak marah padaku, Sayang.


Begitu isi pesan Elsa yang membuat Reno sampai menahan perut untuk tidak tertawa.


"Aku harus jawab apa Sayang?"


"Bilang saja apa adanya, tapi awas jangan menggoda dia." Tenri menjawab dengan sorot mata ingin menerkam Reno, walaupun hal itu hanya lelucon semata.


Reno: Aku tidak tahu apakah aku harus senang atau tidak. Hanya saja, kedengarannya masih terlalu baru untukku.


Padahal faktanya adalah, mereka berdua Reno dan Tenri sedang memadu kasih di tempat tidur.


"Semoga saja ini berhasil ya, Sayang. Aku tidak mau kamu terus berprasangka buruk terhadap aku. Bahkan bila aku bersujud di kakimu pun kamu tidak akan percaya bahwa aku tidak pernah berhubungan badan dengan Elsa. Seandainya hal tersebut tidak dapat aku buktikan. Doakan semoga besok berjalan dengan baik, Elsa tidak curiga atau pun mengira bahwa aku sedang membohongi dirinya."


"Aamiin. Tuhan akan selalu bersama orang-orang baik Daeng. Aku minta maaf padamu jika sebelumnya pernah menaruh curiga padamu. Lagi pula, waktu itu memang terlalu sulit bagiku untuk percaya pada setiap ucapan kamu. Namun, jika kita bisa melewati ini, maka tak ada keraguan lagi padamu. Sepenuhnya aku akan percaya dan pernikahan kita pun akan bertahan hingga maut memisahkan."


Tenri yang sedang berada di dalam dekapan tangannya hanya bisa memeluk Reno dengan erat. Kurang lebih beberapa bulan ini dia mengalami fase naik turun dalam rumah tangganya. Itu sebabnya, dia sangat bersyukur saat ini bisa bermesraan dengan suaminya.


Keyakinan dia yang terus tumbuh di dalam hati, meski sempat goyah namun akhirnya kembali lagi. Dia percaya doa-doa yang dia langitkan akan mengetuk kemurahan Tuhan dan akhirnya terkabul.

__ADS_1


"Sayang, Mama kamu ini perempuan terhebat yang pernah Papa kenal. Jadi kelak, jika kamu sudah lahir maka tumbuhlah seperti Mamamu. Menjadi perempuan hebat dan tangguh, juga kuat dan jadilah seperti Papa yang selalu berusaha untuk lebih baik lagi." Ucapnya seraya mengusap perut buncit isterinya, seakan sedang berbicara pada Puteri yang masih di dalam kandungan Tenri itu.


Tak disangka, ketika Reno mendekatkan telinganya ke perut Tenri dia mendapatkan respon dari sang calon bayi.


"Sayang, dia bergerak. Sekarang dia aktif banget jika aku ajak bicara. Coba taruh tangan kamu di sini, coba rasakan ...." Reno langsung mengambil tangan Tenri dan meletakkan ke perutnya.


Seketika mereka berdua berseru senang karena calon bayi mereka menendang.


"Waaah ... dia pintar banget responnya, Sayang. Dia merespon kita ...."


"Iyah, dia mewarisi gen aku Sayang. Dia pintar seperti aku."


Mereka berdua lantas tertawa bahagia bersama. Selanjutnya Tenri meminta Reno membacakan sebuah buku cerita kepada anaknya. Katanya biar nanti bayinya setelah lahir dia bisa cepat mengerti banyak hal. Buku adalah jembatan untuk membuka segala pintu pengetahuan.


"Sayang, emang apa gunanya bacain buku cerita kayak gini?"


"Menurut situs Babble.com bayi yang dibacakan cerita sejak di dalam kandungan akan memiliki perkembangan otak yang pesat. Kamu hanya harus membaca cerita yang dipilih dengan bersuara sambil sesekali mengajak bayi berkomunikasi dan bermain peran sesuai dengan jalan cerita. Selain itu, ada tujuh manfaat membacakan dongeng untuk janin. Mau tahu nggak, Sayang?"


"Apa?" tanya Reno antusias sekaligus penasaran.


"Jadi, janin yang sering dibacakan cerita itu akan mendapatkan tujuh manfaat diantaranya adalah Menstimulus pendengaran dan respon terhadap suara. Selain itu yang kedua adalah meningkatkan keakraban orang tua dan janin. Terutama ibunya, kenapa? Karena suara ibu adalah suara pertama yang dikenal oleh janin dan menjadikan ibu sebagai orang terdekatnya. Ketiga, Mengenalkan janin pada orang terdekatnya, nah termasuk kamu Sayang sebagai papanya. Jadi dia akan memberikan respon saat kamu bercerita. Keempat, merangsang gerak janin. Jadi kayak tadi kamu ajak dia berbicara eh dia merespon dengan bergerak. Kelima adalah mencerdaskan janin, keenam membuat janin juga ibunya jadi lebih rileks. Nah, yang terakhir adalah mengenalkan bahasa dan minat baca sejak dini. Begitu Sayang."


"Baiklah, sekarang aku siap membacakan dongeng untuk anakku tercinta," jawabnya seraya mengelus perut Tenri.

__ADS_1


Reno pun dengan pelan membacakan sebuah cerita kepada sang janin di dalam perut isterinya. Terkadang Reno ikut mengekspresikan lewat suara dan bahasa tubuh mana kala ada bagian atau adegan yang memerlukan hal itu. Itu sebabnya, Tenri sering tertawa melihat aksi dan tingkah Reno yang lucu dan menggemaskan itu. Tidak disangka Reno ternyata memiliki selera humor yang cukup bagus. Hehe.


__ADS_2