Menikahi Wanita Pilihan Ibu

Menikahi Wanita Pilihan Ibu
Adik Bayi Baru


__ADS_3

"Don, hati-hati ya. Jangan ugal-ugalan, kalem aja bawa mobilnya. Jangan grogi juga, selow aja. Haha." Reno terus-terusan meledek Doni. Wajah Doni pun merah padam seketika. Tapi dia tahu betul Reno orang kayak apa, jadi mohon maklum saja.


"Pa, La, Tante, hati-hati di jalan ya. Selamat sampai Makassar. Jangan lupa kasih kabar, kalau sudah sampai." Tenri memberikan pelukan kepada mereka satu persatu.


"Makasih ya, Ri, Ren, sudah baik banget selama aku di Jakarta." ucap Olla membalas pelukan Tenri.


"Pa, hati-hati ya. Tante, tolong jaga Papa," pesan Reno ke tantenya juga kepada papanya.


"Ren, jalan dulu ya." Ucap Doni yang melangkah menuju mobilnya yang tengah terparkir di depan rumah Reno.


"Daaah ...!"


Sebelum kepergian mereka, Papa Reno sempat sedih dan matanya berkaca-kaca karena harus meninggalkan cucu semata wayangnya.

__ADS_1


"Kakek pasti akan sangat merindukan kamu, Nak. Cucuku, sehat-sehat ya. Nanti kamu harus datang ke rumah kakek di Makassar. Muahh ...."


Berkali-kali papa Reno mencium cucunya itu, berat rasanya meninggalkan cucunya. Tapi dia juga tak bisa jika harus tinggal di Jakarta selamanya. Ada rumah yang menunggu di Makassar.


"Hati-hati ...." Reno dan Tenri masih sempat-sempatnya berteriak ke mereka.


Awalnya yang mereka pengen ikut tapi karena usia Queen yang belum memungkinkan untuk dibawa ke tempat ramai, akhirnya mereka pun mempercayakan ke Doni untuk mengantar mereka ke Bandara. Lagi pula Doni sedang ada misi terselubung yang harus dilakukannya. Haha.


"Sayang, masuk yuk." Tenri mengajak suaminya itu untuk segera masuk.


Tak banyak rumah tangga yang bertahan karena pasangan dijodohkan. Ada yang baru beberapa Minggu menjalani rumah tangga, terpaksa harus bubar karena tak ada kecocokan. Bagi Tenri atau pun Reno, adalah suatu kesyukuran mereka dapat bertahan sampai hari ini.


Apalagi dengan kehadiran anak di tengah-tengah mereka, semakin membuat lengkap mahligai rumah tangga. Anak adalah hal terindah yang mereka miliki saat ini. Menjadi pelepas lelah saat pulang bekerja, dengan melihat senyumnya saja, lelah yang tadi ada menjadi sirna tergantikan dengan perasaan takjub.

__ADS_1


Tenri meletakkan Baby Queen di tempat tidur karena dia tertidur di gendongan mamanya. Lalu tiba-tiba saja Reno dari belakang langsung memeluk Tenri dan menempatkan dagunya di antara leher Tenri.


"Sayang, baby Queen sudah tidur. Terus di rumah ini juga cuma ada kita berdua. Gimana ... kalau kita bikin adek bayi lagi untuk Queen." ujarnya cengengesan.


Tenri lantas berbalik dan menatap suaminya, sementara itu tangan Reno masih berada di pinggang Tenri. Memeluk istrinya dengan mesra dan penuh kasih sayang.


"Daeng, Queen belum ada sebulan loh. Masa ada adek lagi?" jawab Tenri manja.


"Gak apa-apa biar rumah kita ramai sekalian, kehadiran mereka tuh membawa spirit baru dalam hidup aku dalam kehidupan rumah tangga kita. Iya, kan?"


"Terus aja ngerayu, tapi tetap aku nggak akan ngabulin permintaan kamu."


"Sayang, kamu berdosa banget." ucapnya menirukan kalimat yang lagi viral sekarang ini. "Aku loh dianggurin, saat kamu hamil pun paling cuma beberapa kali. Mau ya Sayang? Masa puasa terus," lanjut Reno masih membujuk istrinya dengan tatapan menggoda.

__ADS_1


Tak cuma itu saja, dia tak membiarkan istrinya untuk menolak lagi. Dengan cepat Reno merenggut bibir Tenri dan dia pun menikmatinya. Apalagi ketika tangan Reno sudah menjelajah ke mana-mana, nampaknya Tenri harus mengalah saat ini. Haha.


Tak ada tempat tidur, sofa pun jadi. Reno mengarahkan Tenri menuju sofa, menidurkan isterinya di sana. Lalu pergumulan pun dimulai, keduanya pun bersatu dalam gairah dan hasrat yang terus meningkat. Tak ada yang bisa mengganggu gugat lagi. kalau kata istilah Reno, proses pembuatan adik bayi baru. Haha.


__ADS_2