Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Pertemuan pertama yang buruk


__ADS_3

Brak! dengan tidak berperasaan nya Kevin menundukkan bokong Rasti di atas sofa, gadis pemilik lesung pipi itu meringis atas perlakuan kejam lelaki ini.


Tatapan tajamnya ia layangkan pria itu, tapi Kevin malah tertawa. Pletak! Kevin menjitak pelipis gadis itu membuat Rasti lagi-lagi mengadu.


"Jangan melihat ku seperti itu, aku tahu aku memang tampan," ujarnya.


"Pede banget, bahkan kau tidak lebih tampan dari pada oppa Korea ku!" sungut Rasti mengusap pelipisnya yang di jitak pria itu. Lagi-lagi Kevin tertawa.


Hal itu membuat Rasti berjengit. "Lelaki aneh!" gumamnya.


Sementara Kevin duduk tepat di depan Rasti dengan menyilang tangan di depan, menatap lekat gadis itu. Biasanya jika ada penyusup seperti gadis ini ia akan langsung membawanya ke ruang bawah tanah the red blood untuk di interogasi atau langsung di bunuh agar tidak menjadi ancaman, tapi teruntuk gadis unik ini Kevin akan membuat pengecualian, ia akan bermain-main sejenak.


"Apa? kau pikir aku akan takut dengan tatapan tajam mu itu hah?!" sentak Rasti menantang, Kevin masih diam, sejurus kemudian ia mendekati Rasti membuat punggung gadis itu mundur seketika.


"Siapa namamu?" tanya Kevin.


"Rasti!" sungut gadis itu, kenapa pula pria ini kepo dengan namanya?


Seketika tawa menyembur begitu saja dari mulut Kevin. "Hahaha namamu kampungan sekali, lihatlah bukan hanya kau saja yang payah tapi namamu juga."


Rasti memberengut. "Sialan! dia mengolok-olok nama yang susah payah orang tua ku berikan!"


Duagh! Rasti melayangkan tendangan di tulang kering lelaki itu, Kevin menggigit bibir. "Kau?!" geramnya mengusap kakinya yang teramat sakit ulah gadis itu.


Bibir Rasti tersungging sinis. "Rasakan!"


Kevin heran tidak ada rasa takut kah di dalam hati gadis ini? padahal ia sudah menunjukkan tato-tatonya tapi gadis ini malah lebih menantang.


"Hhmm,ini akan menyenangkan!" pikirnya.

__ADS_1


"Baiklah, apa nama lengkap mu?"


"Apasih, kenapa kau kepo segala?!" Rasti lagi-lagi mencebik matanya menatap malas ke sekitar, rumah ini sangat besar ruang tamunya saja sudah seluas rumahnya, ck, ck, Sheena sungguh beruntung.


"Cepat katakan atau kau tidak akan keluar dari sini hidup-hidup." ancam Kevin.


"Apa?!" gadis itu membola. Kevin tersenyum licik. "pilihan di tangan mu."


"Ck, namaku Rasti airana. Puas!" deliknya.


Kevin tersenyum. "Baiklah, maka aku akan memanggil mu Aira!"


"Hei, siapa kau berani mengubah namaku?!"


"Daripada Rasti, amat sangat kampungan!" tekan Kevin tajam.


Gadis itu akhirnya hanya diam, memilih bergeming. Nama sebenarnya memang adalah Aira orang-orang memanggilnya seperti itu, nama Rasti itu condong di berikan keluarga Sheena, karena saat pertama kali kenal Sheena, temannya itu salah menyebutkan namanya, hingga berakhir ia yang terbiasa di panggil Rasti.


"Baiklah, sudah selesai kan? kalau begitu aku akan pergi!"


Tak! Kevin dengan cepat menarik tangan Rasti hingga gadis itu kembali terduduk. "Siapa bilang kau bisa pergi secepat itu, Aira?"


"Hei, aku tidak punya urusan dengan mu ya, karena sahabat ku tidak ada untuk apalagi aku berada di sini?!"


"Tentu saja kau punya urusan dengan ku!"


Rasti meringis. "lepaskan! kau sinting ya?!" Rasti berusaha menarik tangannya yang di genggam erat olehnya, pria ini benar-benar pemaksa.


"Yes baby, aku memang sinting, i'am nothing without you." bisiknya dengan suara yang membuat Aira seketika bergidik.

__ADS_1


"Aira!" bisik Kevin lagi di telinga gadis itu.


"Kau gila ya? lepaskan gak?! lepaskan!" Rasti berteriak kencang, sia-sia saja tidak mungkin ada yang membantunya. Lelaki ini psychopat.


"Kau benar-benar membuat kesabaran ku hilang ya?!" Kevin mengapit kedua paha gadis itu dengan pahanya agar ia tidak lagi memberontak, wajah Aira kini benar-benar panik.


"Apa yang mau kau lakukan? dasar laki-laki psycho!"


"Yap, aku memang psycho!" Kevin menyeringai, ia menarik dasinya sendiri dengan sekali hentakan. Padahal ini pertemuan pertama mereka, namun gadis ini sungguh menguji adrenalin nya.Dan itu membuatnya tertantang.


Kevin lalu merentangkan kedua tangan Aira ke atas, setelah itu dasi tadi ia ikatkan ke pergelangan tangan gadis itu.


"Hei lepaskan! lepaskan aku psychopat!" Aira berteriak hingga mungkin pita suaranya akan putus.


Namun apa yang di dapatinnya, pria di depannya ini malah menyeringai puas.


"Dengan begini kau tidak akan bisa kabur,' ucapnya di depan wajah gadis itu, hingga Aira bisa merasakan embusan nafas hangat pria Itu menerpa wajahnya membuat pipinya memanas seketika.


"Karena kau telah membuat kekacauan, juga susah untuk di interogasi maka aku akan mengikatmu di sini, hingga nona Sheena kembali dan bisa mengadilimu." tutur pria itu.


"Jadi nikmati hukuman dari ku ini." selarik senyum licik ia tujukan dari wajah tampan itu, lalu berdiri dan kemudian meninggalkan gadis itu sendiri.


"Hei, kau mau kemana? lepaskan aku, kau akan menyesal karena memperlakukan ku semena-mena seperti ini, dasar pria arogan!" teriak gadis itu namun sia-sia karena kevin memilih untuk tak mendengar nya.


*


*


*

__ADS_1


Hai, apakabar hari ini? semoga semuanya di beri kesehatan selalu ya🤗


Jangan lupa like,komen, beri gift, vote, dan bintang lima, terimakasih ✨


__ADS_2