
Perkataan Jayden begitu menohok membuat Sheena teringat kembali akan posisinya. Gadis itu mengangguk pelan dan pergi, Kevin bimbang antara mengejar sang nona atau mempertanyakan ini semua pada sang tuan.
Pada akhirnya Kevin mengikuti Sheena setelah memandang sang tuan yang bahkan tak mau menatapnya, Sheena berlari hingga ke pelataran rumah sakit, gadis yang menggunakan cardigan berwarna pastel itu menutup wajah, berusaha menyembunyikan wajahnya yang sembab.
"Baiklah Sheena, ini bukan apa-apa." monolognya menyemangati diri sendiri.
"Nana ... " Kevin memanggil pelan, di dekatinya Perlahan gadis itu. Sheena menguap kasar wajahnya, lalu berbalik berusaha terlihat baik-baik saja.
Kevin menatapnya cukup lama sampai akhirnya pria itu menghela nafas pelan. "Ayo ku antarkan pulang."
Sheena mengangguk pelan, seperti anak kecil ia mengintili Kevin dari belakang, sementara tak jauh dari mereka Jayden memandang dengan raut datar, di benamkan nya tangan di saku celana.
Viona menghampiri, tiba-tiba saja menggelayut padanya. "Kamu ngapain di sini? ayo masuk."
Jayden menepis tangan Viona. "Berhenti lah melakukan hal konyol." sentaknya.
"A-apa maksud mu Jay?" tangan Viona memundur ke belakang.
Jayden menghadap padanya dengan raut wajah garang. "Sekarang kau tidak seperti dirimu sendiri, kau tahu? aku lebih suka Viona yang pendiam dan lugu." lalu pria itu pergi meninggalkannya.
Viona hendak mengejar namun air matanya lebih dulu mengucur. "Padahal aku melakukan ini semua untuk mu Jay, aku ingin terlihat seperti wanita di matamu, bukan anak kecil yang kau bilang pendiam dan lugu." lirihnya.
Selama ini jayden hanya menganggap Viona seperti adiknya sendiri, bahkan pria itu pernah mengatakannya langsung.
"Viona kau lebih cocok jika menjadi adik ku."
Kata-kata Jayden terngiang kembali membuat Viona tersadar jika pria itu sangat susah untuk di gapai.
__ADS_1
Viona sudah sejauh ini merubah sifatnya, ia ingin Jayden melirik padanya, menghalau ancaman sang kakak yang ingin merebut posisinya sebagai calon tunangan Jayden, membuat Viona nekat merubah penampilan dan gaya bicaranya, semata-mata hanya untuk Jayden.
Viona berbalik menatap kepergian Sheena. "Beruntungnya gadis itu, yang mendapat cintamu Jay, aku ... juga ingin."
...----------------...
Di sepanjang perjalanan di dalam mobil hanya keheningan yang ada, Kevin fokus menyetir sambil menatap jalan di depan, sementara Sheena di sampingnya hanya menunduk membuat rambutnya yang panjang menutupi wajahnya.
Kevin melirik. "Na ... kamu gak apa-apa?"
Sheena mengangkat, memaksa mengangkat senyum. "Gak apa-apa kok."
Lenggang, Kevin tak menyahut lagi lalu seperkian detik kemudian mobil terhenti. "Mau makan dulu? kebetulan aku punya rekomendasi restoran enak di sekitar sini."
Hanya pada makanan lah yang Kevin tahu bisa menyenangkan hati gadis itu kembali.
Sheena mengangguk. "Boleh."
"Hai ... " Sheena tersenyum tanpa sadar melupakan sejenak kesedihannya.
"Kau ingin pelukan? hahaha." Sheena tertawa saat maskot beruang itu membuka lebar tangannya, sekilas mereka berpelukan, Sheena tersenyum senang, lalu beruang Pooh itu memberikannya brosur.
"Terimakasih." Sheena tersenyum melambai pelan.
Kevin tak jauh dari sana memperhatikan dengan senyum yang ikut terangkat, ia lalu mengambil ponsel membidikkan kamera pada Sheena yang sedang tersenyum.
Sejak lima menit yang lalu tuannya tak pernah berhenti menerornya dengan pesan menanyakan keadaan Sheena, hah, benar-benar Kevin tak habis fikir, tuannya itu suka tapi gengsinya selangit. Astaga!
__ADS_1
Ia lalu mengirim foto Sheena pada Jayden, tak lupa ia mengetikkan beberapa pesan di sana.
'Tuan tidak usah khawatir, suasana hati nona Sheena sudah lebih baik'
Send. pesan terkirim. Tak beberapa lama kemudian pesannya langsung di baca, tuan bucin ini memang gercep.
Sekilas Kevin tertawa. Namun tawanya luntur seketika saat membaca balasan Jayden, di gantikan dengan raut wajah pucat pias.
'Kevin, Sepertinya kau sudah bosan hidup. Kemana kau membawa Sheena?'
Mampus, ia dalam masalah, ponselnya berdering seketika tubuh Kevin gemetaran. Ragu ia mengangkatnya.
"Tuan, ini tidak seperti yang anda pikirkan--"
"Aku tahu niat mu baik, selama di sini ku titipkan Sheena padamu, bawa dia pulang ke mansion dengan selamat"
Fyuuh! Kevin bisa bernafas lega, ia mengusap-ngusap dadanya.
"Tapi jika kau berniat macam-macam--"
Kevin langsung memotong perkataan Jayden. "Gak kok tuan, saya mana berani hahaha, nona Sheena adalah nona muda saya, sebagai pengawal saya akan menjaganya sebaik mungkin."
Terdengar deheman di seberang telepon. "Bagus, bonus bulan ini, mobil Lamborghini Veneno yang ada di basement bisa menjadi milikmu."
Seketika pria itu tersenyum senang. "Anda memang paling mengerti saya tuan, Terima kasih."
"Baiklah ku tutup." perkataan terakhir Jayden lalu telepon tertutup.
__ADS_1
Kevin meski badannya berotot tapi hatinya hello Kitty, pria yang terkenal sebagai Cassanova cap kakap itu kegirangan, lalu berlari kecil mengejar sang nona muda.
"Nana, i'am cooming!!"