
"Oh, kalian di sini juga?!" Sheena memandang sinis kedua orang berbeda jenis kelamin itu. Sungguh muak melihat wajah mereka.
"Iya nih, habis kencan biasa pengantin baru," celetuk Raina dengan wajah tak kalah sinisnya, wanita itu tersenyum sakartik.
"Oh kamu kok gak hadir di pernikahan kita, sayang banget loh, hahaha, gak bisa liat kemesraan kita berdua," ucapnya lagi seakan memanas-manasi.
Sheena mendelik dengan kedua tangan terlipat di dada. "Oh sorry, aku terlalu sibuk buat acara gak penting," katanya dengan nada penekanan.
Raina melotot. "Sok banget ya kamu, paling kau sakit hati karna Andre lebih milih aku dari pada kamu."
"Maaf-maaf aja nih ya, Andre tahu mana wanita yang baik buat dia, pantas situ di tinggal." timpalnya.
Kali ini ucapannya itu menyulut api emosi Sheena, gadis itu lalu mendekat, mensejajarkan tubuhnya dengan wanita berpipi tirus itu.
"Heh, yang ada si Andre itu yang buta, ngebuang berlian demi batu kerikil. Lagian ambil aja tuh laki gak guna, yang gak bertanggung jawab sama ucapannya, sekalian awetin biar gak punah!"
Raina menggeram kesal, wanita yang lebih pendek dari Sheena itu menatap nyalang lalu tanpa aba-aba menarik rambut panjang Sheena. Keributan tak terelakkan di sana.
Sheena tak tinggal diam, ia balas menarik rambut Raina, Andre berusaha memisahkan mereka namun kedua wanita itu tak ada yang mengalah mereka menjadi pusat perhatian seketika.
__ADS_1
"Beraninya ya kamu, kamu pikir kamu siapa hah? wanita yang di tinggal nikah, lelaki gak mungkin ada yang mau sama kamu!"
"Raina, Sheena, udah stop!" Andre ikut berteriak memisahkan kedua wanita yang atraktif itu, mereka saling menjambak, memaki, tak ada yang mau kalah.
"Yang ada tuh kamu yang gak tau, bisa-bisanya bangga jadi pelakor, wanita durjana, neraka aja gak cukup buat kamu!" balas Sheena, para keributan di sana bukannya ikut membantu Andre memisahkan mereka, malah ikut memanasi, bahkan ada yang memasang handphone masing-masing ke depan, merekam kejadian itu.
Lalu di tengah gerombolan yang semakin ramai, seorang pria berlari memecah kerumunan, dengan sekali hentakan tangannya yang kuat berhasil memisahkan kedua wanita itu, tanpa melukai salah satunya.
Semua terperangah, ada yang terpesona juga tercengang panjang, terutamanya wanita, saat wajah lelaki itu terpampang nyata, mereka kompak mengalihkan ponsel ke arah sang pria.
"Waaaah, tampan nya!" heboh semuanya, keadaan menjadi kisruh. Jayden melindungi Sheena dengan jas nya, sementara Raina dan Andre mengatur nafas yang terasa memburu, kilatan amarah masih terlihat di wajah Raina, sementara Andre menutup wajahnya karna malu menjadi pusat perhatian semua orang saat ini.
"DASAR PELAKOR GAK TAU DIRI!" mendadak ia menjelma menjadi drama Queen.
"Hei dengar, wanita ini tuh pelakor, dia berusaha menggoda suamiku, lihat, aku dan dia sudah menikah." Raina menunjukkan tangannya dan tangan Andre yang tersemat cincin pernikahan.
"Dan wanita ini adalah mantan suamiku, dia berniat menggodanya kembali, dasar kau pelakor!" hardiknya pada Sheena.
Semua orang tampak berbisik-bisik, menatap satu sama lain, berbagai spekulasi muncul, orang-orang yang tidak melihat pertengkaran mereka dari awal, mengangguk-angguk setuju dengan pernyataan Raina karena bukti cincin pernikahannya dengan Andre, sementara segelintir orang yang memang melihat pertengkaran awal mereka tak setuju, dan mencoba untuk membela Sheena, namun suara mereka tenggelam di antara riuh ramainya kericuhan.
__ADS_1
Raina tersenyum puas, hidung nya kembang kempis dengan dada membusung, menatap congkak. "Lihat saja wajah sok polosnya itu, aku yakin dia tak bisa move on dari suamiku, makanya sampai melakukan hal sejauh ini, sungguh tragis."
Ucapan Raina seakan memprovokasi semuanya mereka setuju dengan itu, apalagi Raina yang memasang wajah melas tak berdaya sementara Sheena menatap nyalang padanya semakin memperkuat spekulasi mereka.
Andre hanya diam, tak ikut membantu Sheena meski tahu kenyataannya. Dia terlalu sakit hati akibat perkataan Sheena padanya tadi, meskipun itu benar.
Mereka berbondong-bondong menyalahkan Sheena dengan menunjuk ke arahnya.
Jayden yang selesai menghubungi Kevin untuk segera kesini, melihat kericuhan yang terjadi seketika geram, awalnya ia tak berniat menanggapi ocehan tak penting perempuan itu, tapi saat itu sudah menyangkut wanitanya ia tak bisa diam lagi.
Lelaki itu maju, membuat kericuhan yang semula ramai mendadak sepi, aura mengintimidasi pria itu seakan mampu mencekik keadaan.
Dia maju melindungi tubuh Sheena, melipat tangan dengan wajah pongahnya. Raina beringsut mundur ketika Jayden semakin mendekatinya.
"Dam* n it! kau ... sudah bosan hidup?!" Jayden berbisik padanya, ada kilatan cahaya hitam di matanya membuat Raina seketika merinding.
Sementara Andre bukannya membantu malah ikut beringsut mundur, menatap ngeri pada Jayden.
Tak ada yang menyadari, ketika tangannya siap menarik gagang pistol yang tersembunyi di balik kemeja hitamnya.
__ADS_1
Jika sudah marah, dia tidak akan tanggung-tanggung.