Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Dark story


__ADS_3

Kemudian, Nyonya Lavenya kembali melanjutkan ceritanya, ketika ia harus berhenti sejenak untuk memeluk bahu Sheena yang kini terisak, jayden ada di sana, tetap setia di samping sang kekasih, diam-diam di bawah sofa Jayden mengenggam erat tangan Sheena, menautkan jemari mereka bersama.


"Aku yang mendengar itu langsung kembali ke kota asal di kediaman keluarga mu tinggal, lalu aku mulai menyelidiki keganjilan yang ku rasakan saat polisi menceritakan kronologi bagaimana kecelakaan itu bisa terjadi."


"Aku tahu itu bukan kecelakaan biasa itu adalah sebuah konfirmasi kejam!" suara gemelutuk keras tercipta dari giginya yang sudah tua, menandakan kegeraman jika mengingat itu kembali.


"Awalnya aku ingin membawa mu, bahkan aku tak pernah melihat mu lagi sejak kau di lahir kan. Tapi para polisi itu menghentikan ku, mereka tak mengijinkan ku menemui mu, namun fakta yang sebenarnya memang kau sedang di sembunyikan."


"Maaf menyela," Jayden membuka suara setelah sekian lama diam. "Bagaimana kau tahu tentang semua ini, apa kau mempunyai orang dalam, atau kau mengutus mata mata-mata untuk itu?"


Nyonya Lavenya mengangkat sudut bibirnya. "Tidak, aku mengetahuinya sendiri. Di saat itu aku sedang di rumah sakit di mana katanya kau dan Kayla di rawat namun nyatanya aku tak bisa menemukan kalian saat itu, namun yang ku temukan nyatanya adalah perbincangan Yudistira Alexander dan Kanaya saat itu, entah karena apa hingga kulihat Kanaya yang mulai emosi pada Yudistira,di sebuah ruangan aku menguping di balik pintu, lalu terkuak lah konspirasi yang mereka buat."


Sementara di tempat lain, tuan Adinata memulai melanjutkan ceritanya, setelah kebisuan yang cukup panjang terjadi akibat Kevin dan Georgio yang cukup terkejut dengan fakta yang ia beberkan.


"Bukankan nyonya Kanaya adalah owner di perusahaan Pradipta crop, ya itu perusahaan nya bukan?"

__ADS_1


"Kau benar, namanya adalah Kanaya pradipta dia sekarang owner di perusahaannya dan yang menjalankan adalah cucunya, Hendrick sebagai CEO di sana," tutur Georgio menjelaskan apa yang dia tahu.


"Ah, pantas namanya terdengar tak asing," kata Kevin lagi.


Georgio lalu menatap tuan Adinata. "silahkan anda lanjutkan."


"Di saat itu yang ku tahu nyonya Kanaya memang memiliki dendam kesumat pada tuan Cakrajaya, lalu entah setan apa yang merasukinya hingga ia nekat mendatangi tuan Yudistira langsung untuk membuat kesepakatan membunuh keluarga putrinya sendiri dengan dalih adalah sebuah kecelakaan mobil."


"Dari mana kau mengetahuinya?" tanya Georgio.


Mereka saling pandang lalu manggut-manggut mengerti, Georgio memasang ekspresi seriusnya kembali.


Lalu Adinata bercerita kembali, seraya mengingat-ingat di memori otaknya yang mulai tua, sepanjang ia bercerita Kevin tak henti-hentinya merasa speachless pun dengan Georgio yang mengamati dengan lekat.


"Malam itu mereka telah membuat rencana matang yang kejam, lewat kecerdasan tuan Yudistira menjebak keluarga tuan Cakrajaya di sebuah acara yang di buatnya, lalu para ajudannya beraksi dengan memodifikasi mobil tuan Cakrajaya yang di kendarai oleh ku hingga bisa terjun ke dalam jurang yang telah ia targetkan sebelumnya."

__ADS_1


"Lalu bagaimana kau tahu saat Itu mobilnya telah di sabotase?" tanya Georgio, ada banyak keganjilan di sini.


"Sudah ku bilang, aku memiliki banyak relasi," kata Adinata tersenyum. "Mereka yang telah memberitahu ku, namun saat itu aku tak percaya, dan tetap menyopiri tuan Cakrajaya hingga kembali dari acara itu."


"Sampai akhirnya di tengah perjalanan, saat tuan Cakrajaya dan istrinya sedang bercengkrama bersama anak mereka, mobil yang ku kendarai tidak bisa di kendalikan, saat ku menginjak ruas rem benar-benar tak berfungsi, pada moment itu aku benar-benar menyesal karena tidak mempercayai perkataan teman ku."


Teman mafia Adinata, bernama Joseph, bisa di bilang mata-mata untuk Adinata, dialah yang memberitahu semua rencana busuk tuan Yudistira dan nyonya Kanaya saat itu.


"Semua panik aku tak bisa berbuat apa-apa saat itu, bisa kulihat jelas bagaimana raut ketakutan keluarga kecil yang harmonis sebelum mobil bertabrakan dengan mobil sedan berwarna putih yang ku tahu adalah mobil tuan Wicaksono sebelum akhirnya terpelanting ke dasar jurang."


"Entah karunia atau sebuah kutukan saat itu lupa memasang sabuk pengaman hingga saat sebelum mobil terjun bebas aku sudah lebih dulu terlempar dan selamat begitu saja."


"Dan sekarang aku masih hidup dan berdiri di sini menceritakan semua tentang kebusukan kedua orang itu," kata Adinata yang entah kenapa membuat bulu kuduk Kevin meremang, merinding seketika.


"Mungkin tuan Yudistira bisa kebal dengan hukum, namun tidak dengan nyonya Kanaya, ia harus di berikan hukuman karena ia adalah otak dari semua peristiwa naas itu, dia lah yang membuat kedua anak dari keluarga yang berbeda harus menjadi yatim piatu, apalagi salah satunya adalah cucunya sendiri."

__ADS_1


__ADS_2