
Sheena terbangun dengan membuka mata yang terasa berat, bisa ia rasakan matanya yang sembab, Ah, dia terlalu banyak menangis, baru kali ini ia merasa selemah ini.
Ia lalu bangkit, menengok ke kiri kanan, tak melihat jayden di sini, perasaan baru tadi ia masih merasakan dekapan Jayden yang hangat dan aroma wangi pria itu, sepertinya ia ketiduran dan Jayden memindahkannya kesini.
Ia lalu beranjak dari kasur yang empuk itu, tak sengaja matanya bertumbuk pada kenop pintu yang mana sesuatu tergantung di gagang sana.
Sheena lalu mendekati nya, sebuket bunga tulip bewarna putih terpampang saat ia melihat dengan jelas, dan sebuah paper bag bertuliskan sebuah merek terkenal, Dior di sampirkan juga di sana.
Sheena lalu mengambilnya, bibirnya otomatis tersungging senyum saat melihat secarik surat kecil bertulis kan namanya di sana.
[For my love: Afsheena daisy Alexander]
Aliran darahnya seakan berdesir menciptakan semburat merah di pipinya yang sedikit chubby. Tak menyangka, pria dingin itu bisa menyiapkan sesuatu yang romantis juga,Aish.
Sheena lalu memeriksa apa saja yang ada di dalamnya, sebuah kotak beludru berhiaskan butiran berlian asli ia temukan, ada sebuah surat lagi di sana.
[Maaf, aku sempat memarahi mu tadi. Pada dasarnya aku bukan pria yang romantis, jadi kuharap kejutan ini bisa membuat hatimu senang, I love you, aquit te amo, my sweety]
Bibirnya semakin melengkung membentuk senyum lebar saat membaca bait demi bait tulisan di situ, dadanya bergemuruh dengan berdebar kencang, kesedihan beberapa saat lalu seakan berangsur terobati.
Ia lalu membuka kotak beludru itu, ternyata tersimpan sebuah kunci di sana, ia sedikit terkejut karena mengira akan ada cincin atau gelang semacamnya, kejutan apa lagi yang Jayden berikan padanya?
Sheena lalu memutuskan untuk keluar karena tak ada petunjuk lagi atau apapun di dalam paper bag itu, sambil memeluk erat bunga tulip ia berjalan ke ruang tengah, saat itu Sheena berpapasan dengan Gia.
"Nona, kejutan anda ada di luar, silahkan," ucap Gia tersenyum hangat padanya.
"Eh, kejutan?"
"Hadiah dari tuan Jayden," kata Gia memberi informasi seraya mengangguk dengan senyum tak pernah luntur.
__ADS_1
Menurut, Sheena lalu berjalan ke luar teras dengan halaman yang sangat luas itu, alangkah terkejutnya ia saat melihat sebuah mobil mewah terparkir dengan pita yang masih menyelimuti sisi mobil.
Ternyata ini fungsi kunci yang diberikan Jayden, sebuah mobil Civic turbo bewarna red mengkilap yang di gadang-gadang sangat mewah dengan harga yang sangat fantastis, sungguh menakjubkan.
Sheena lalu mendekat, ah dia bahkan belum mandi sekarang, ia terlampau senang, bukan karena seberapa mahal atau mewahnya, tapi karena siapa yang memberikannya, Jayden, ia tak menyangka pria itu bisa seromantis ini.
"Silahkan di gunting pitanya nona," ujar Gia mendekat membawa sebuah gunting di tangannya.
Sheena lalu mengambilnya, perlahan tangannya terjulur dan menggunting hati-hati pita berwarna merah muda itu, ia bersorak sendiri saat pita itu akhirnya terlepas, sementara jejeran maid datang ikut bersorak memeriahkan kebahagiaan nona muda mereka.
"Ada kejutan lagi nona," kata Gia, seolah semua ini sudah di rencanakan dengan matang.
"Eh, apalagi?" tanya Sheena penasaran.
"Silahkan buka bagasi nya, nona" ucap Gia.
Dengan perasaan berdebar juga sedikit bingung Sheena mengangguk, ia perlahan membuka bagasi mobil elegan nan indah itu, di saat itulah tiba-tiba semua balon yang ada di dalam bagasi berterbangan ke angkasa, Sheena menatap takjub apa yang ia lihat sekarang, hatinya di liputi rasa gembira.
Lalu di dalam mobil ada kejutan lain yang membuatnya tak berhenti untuk mengucapkan kata wow, sebuah Boneka Teddy bear berukuran besar ada di sana dengan sekotak penuh coklat,di lengkapi dengan buket mawar berwarna pink dan balon berwarna senada.
"Calon suami mu romantis ya," ucapnya, Sheena tersenyum.
"Kamu tahu juga?"
Rasti mengangguk. "Tentu saja, bahkan dia bertanya langsung padaku apa sangat kau sukai sampai dia merencanakan ini semua."
"Ah, aku sungguh iri, sahabat ku sungguh mendapatkan pria Perfect, bahkan sangat Perfect."
"Cih, apa sih guna-guna mu Na," cibirnya. "Aku mau juga dong."
__ADS_1
Lalu keduanya sama-sama tertawa lepas.
----------------
"Lapor tuan, nona Sheena sudah mendapatkan hadiah yang anda siapkan, dan nona terlihat sangat senang.' Kevin memberikan informasi pada tuannya saat ini, pria dengan tatapan tajam yang sekarang sedang duduk di singgasana nya itu tampak mengangguk-angguk.
"Bagus. sekarang aku bisa melakukannya dengan tenang." Ada seringai Iblis yang muncul di sana, Jayden saat ini terlihat sangat berbeda, dari kesan yang selalu ini ia berikan pada publik.
Pakaian pria itu serba hitam, dengan anting di telinga kiri, dua tindik di bawah bibir, aura ketua mafianya sangat terpancar kali ini, ia kembali menjadi dirinya sebagai ketua dari organisasi mafia terbesar, pemimpin di atas singgasana yang paling tinggi.
"Saatnya mengeksekusi para serangga-serangga itu," ujarnya dengan kilatan mata tajam bak pedang yang baru di asah.
Kevin menyeringai. "Tahanan Pertama, orang di balik artikel palsu itu, sekarang sudah ada di sini."
"Kenapa tidak kepalanya langsung kau berikan padaku?"
"Maaf tuan, tapi rasanya tidak sopan jika aku yang melakukannya langsung, jadi kupikir ingin membawanya kesini, juga tuan bisa mengintrogasi nya."
"Kau benar. Bawa dia kehadapan ku, sekarang."
"Baik tuan."
Kevin lalu memerintahkan para algojo yang sudah bersiap, untuk urusan ini Kevin bukanlah pria cupu dengan kacamata atau lelaki soft yang selalu menebar pesona pada setiap wanita, Kevin kembali pada jati dirinya, seorang tangan kanan, bos mafia terbesar, yang namanya senter terdengar sebagai pria yang haus darah.
Para algojo itu lalu kembali membawa seorang pria setengah telanjang dengan penuh lebam dan luka di sekujur tubuhnya, kepalanya di tutupi dengan sebuah kain. Hitam, jelas ia berontak karena kesadaran nya yang masih seratus persen pulih.
Para algojo itu lalu membuka penutup kain di kepala pria itu, jayden cukup tercengang dengan siapa yang ia lihat.
"Oh jadi dugaan awal ku meleset, bukan Viona di balik semua ini, tapi orang ini ... "
"Ya tuan, Gavin skyber, orang di balik semua ini," ungkap Kevin, insting dan intuisinya memang tak bisa diragukan lagi, bahkan dalam waktu tak sampai sehari ia sudah bisa menemukan pelaku yang mereka cari."
__ADS_1
"Lalu kita apakan pria pecundang ini tuan?"
Semrik menyeramkan muncul di wajah tampan Jayden. "Tentu saja, membawanya ke neraka."