Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Ancaman


__ADS_3

Happy reading ✨


*


*


*


Saat Jayden semakin memojokkan Raina, saat ia siap membidikkan tempat di area kepala Raina yang mana pelurunya akan bersarang, namun mendengar suara gadis di belakang nya membuat ia seketika berhenti.


"Tuan, tidak apa-apa, biar aku yang menanganinya," kata Sheena pelan, meminta Jayden untuk mundur. Ini adalah urusan pribadinya, ia tak ingin Jayden ikut-ikutan untuk hal ini.


Melihat jayden yang sudah mundur di gantikan dengan Sheena, membuat nyali Raina seakan bangkit kembali, wanita itu menenggakkan tubuhnya dengan wajah kembali pongah.


"Oh, sekarang kau udah gak berlindung lagi di ketiak lelaki itu?" tanyanya mencibir.


"Ku akui kau hebat, setelah tidak bisa mendapatkan hati Andre, kau berhasil menggaet pria lain secepat itu, tapi tetap saja cinta pertama mu tidak akan kembali dan aku terus bersama ku," katanya dengan pongah, seakan telah merebut Andre dari Sheena adalah hal yang membanggakan.


Tentu saja,karna Sheena yang terus membicarakan Andre padanya, bahkan Sheena yang mengatakan bahwa Andre adalah cinta pertama nya pada Raina. Sheena dulu sangat mempercayai Raina, dia kira Raina adalah sahabat sejatinya, itulah sebabnya ia sering bercerita suka dukanya saat menyukai Andre, menjadi tempat curhatnya. Namun itu dulu, Raina yang sekarang telah banyak berubah.


"Oh, kayanya lo salah deh ngomong kaya gitu, Andre? sejak kapan dia jadi cinta pertama gue?" Sheena tertawa sarkastis padanya, dadanya bergemuruh hebat menahan geraman yang tertahan.


Lalu ia memandang ke sekeliling membuat atensi orang-orang terpaku.

__ADS_1


"Hei semua, aku ingin klarifikasi, apa yang di katakan wanita ini adalah kebohongan!" teriaknya, massa semakin membeludak seakan menemukan tontonan seru saat ini. Orang-orang yang menghujat Sheena pun seketika diam.


"Logika saja ya, bagaimana bisa aku di katakan tidak bisa move on, sedangkan lelakinya saja seperti dia!" tunjuknya pada Andre.


"Yang jauh di bawah, pria-ku saat ini," tandasnya menoleh pada Jayden. Pria itu tertegun sejenak, sebelum akhirnya membiarkan apa yang di lakukan Sheena, dia percaya pada wanitanya itu.


"Lihat dan amati, bisa kalian bandingkan saja, antara pria cecunguk itu, dan pria yang di samping ku ini, mana yang lebih baik."


Dan tentu saja sudah di pastikan, semua meneriaki dan mengeluh-eluhkan Jayden, kharismatik dan juga pesonanya tentu tak bisa di bantahkan.


Sheena tersenyum senang saat semua orang berbalik berpihak padanya, yang awalnya meneriakinya sebagai pelakor, kini berbalik memujanya.


Raina mulai tersudutkan, tangannya terkepal erat, bergetar menahan gejolak amarah dan juga malu karena ulah Sheena, sementara Andre yang juga di permalukan, merasa sangat terhina, lelaki yang dulu sangat Sheena kagumi itu, sayangnya sudah tidak ada lagi, bahkan Sheena tidak sudi menginjak tanah yang sama dengan pria yang telah mempermalukan dulu. Beruntungnya mereka tak jadi menikah, Tuhan memang sangat baik.


"Sheena, kenapa kamu berubah menjadi seperti ini?" Andre maju dengan wajah nelangsa, seakan menjadi orang yang paling tersakiti, Sheena memalingkan wajah tak ingin melihatnya.


"Apa karna pria itu?" hardiknya menunjuk ke arah Jayden.


Raina yang melihat itu pun mencari kesempatan, ia ikut maju. "Benar, kamu yang sekarang pasti sudah masuk ke dalam pergaulan bebas, kamu dan pria ini," matanya menatap Jayden dengan lamat.


"Wah, aku baru sadar sekarang." Sebuah ide licik seakan muncul di otaknya.


"Hei, kalian semua dengar! dia, wanita ini." teriaknya menunjuk Sheena.

__ADS_1


"Ternyata selain seorang pelakor, dia juga adalah seorang simpanan pria berduit!" desisnya mencibir.


Sheena kali ini tidak bisa diam pagi, Raina ternyata sudah sangat berubah, wanita ini menjelma seperti rubah betina yang licik, Raina yang menjadi temannya sudah tidak lagi. Seharusnya Sheena sadar dari awal jika dia adalah musuh dalam selimut.


Raina tersenyum puas dengan kedua tangan terlipat di depan dada, melihat wajah kehancuran Sheena seperti inilah yang menjadi impian.


Sejak dulu ia iri pada Sheena yang selalu menjadi pusat perhatian, semua orang selalu berpihak padanya, dan Raina tak suka akan hal itu.


Bisik-bisik kembali terdengar, kerumunan sudah berkurang meski masih ada segelintir orang yang tak beranjak sama sekali, kali ini mereka membicarakan keburukan Sheena.


Sheena yang sudah sangat berang dengan sikap Raina yang keterlaluan, hendak maju untuk memberinya pelajaran, namun tangan Raina dengan cepat mendorong tubuhnya, Jayden yang melihat itu tak bisa tinggal diam lagi.


"Bilang sekali lagi apa yang kau katakan?!"


"Apa? kau mau memukul ku karna telah menghina kekasih mu iya?" Raina tersenyum sinis pada Jayden. "Berarti kau adalah lelaki pengecut jika seperti itu.".


Jayden tersenyum miring dengan raut wajah menyeramkan, pria itu sedikit membungkuk, meletakkan mulutnya di samping daun telinga Raina lalu berbisik.


"Kau telah mencari masalah dengan orang yang salah, nona, kita lihat apa yang akan ku lakukan untuk membuat mu hancur!"


Tubuh Raina gemetar seketika, dahinya mengkerut dengan wajah pias.


Setelah mengatakan itu Jayden berbalik, mendekati Sheena dan menggamit tangannya.

__ADS_1


"Kita pergi dari sini. Kau tenang saja, orang-orang itu, pasti akan ku beri pelajaran."Jayden tersenyum penuh arti.


Senyuman itu, entah kenapa terlihat sangat mengerikan bagi Sheena.


__ADS_2