Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Mengupas tuntas


__ADS_3

Jayden kembali ke mansion ketika hari semakin gelap, ia sengaja setelah pembicaraan nya bersama Viona tak mampir kembali untuk melihat keadaan sang kakek, toh kakeknya baik-baik saja dan drama tentang penyakitnya itu sungguh membuat Jayden marah.


Ia bukan tak tahu perjanjian apa yang di buat sang kakek dengan tuan David de Cullen, selain sebuah pulau pribadi yang sangat memukau mereka juga sedang merancang sebuah proyek besar, mencakup semua sumber daya yang ada di pulau itu, sebuah perubahan besar dalam sejarah, juga keuntungan yang tak main-main.


Semua sudah direncanakan dengan matang, perjodohan ini hanyalah untuk memperkuat saja, secara tidak langsung Jayden hanyalah alat untuk sang kakek agar mendapat tujuan itu, benar-benar tak habis fikir.


Juga tuan David, bagaimana bisa dia mengorbankan putrinya, Viona untuk semua ini? untunglah gadis itu sudah bebas dari jeratan ini, meski ada satu lagi yang harus Jayden bereskan, Vania, wanita ular itu.


Dia menyangkan bagaimana bisa almarhum ayahnya mendapatkan teman seperti tuan Yudistira Alexander.


Saat melewati ruang tamu, ia melihat Sheena yang duduk di sofa, sedang serius mengamati sesuatu, sesaat Jayden menghampiri.


"Kau sedang apa?" tanya Jayden mengambil tempat di sampingnya.


Gadis itu tertegun, menoleh ke arahnya." Eh, tuan sudah pulang, bagaimana keadaan kakek?"


"Dia baik-baik saja, tak usah cemas," kata Jayden, Sheena mengerut alis, reaksi jayden kenapa bisa sesantai itu? padahal saat dia pergi dia sangat khawatir tadi.


Sedangkan Jayden lebih memilih untuk membungkam mulut tak ingin menceritakan apa yang terjadi hari ini.


"Lebih dari itu, kau sedang apa? kenapa serius sekali?"


"Oh," Sheena jadi teringat, ia mengambil kotak peti di atas meja. "Ini lihatlah," ujarnya sambil menunjukkan kotak ukiran kayu itu pada Jayden.


"Aku sedang mencari tahu tentang kejadian lima belas tahun lalu, juga tentang orang tuaku." tuturnya.

__ADS_1


"Ayah bilang di kotak ini tersimpan semua kenangan saat aku di adopsi, di panti asuhan Terima kasih bunda."


Jayden seketika terbelalak. "Panti asuhan Terima kasih bunda?"


Sheena menoleh ke arahnya. "I-iyah, kenapa tuan terlihat kaget?"


Jayden menenggakkan tubuh, menarik kedua pundak Sheena hingga menghadap ke arahnya. "Apa kau juga di adopsi dari sana."


Perlahan Sheena mengangguk. "Benar. ada apa memangnya tuan?"


"Sheena, kita berdua di ambil dari tempat yang sama," ujar Jayden dengan raut wajah serius.


"A-apa maksud tuan? jadi secara tidak langsung kita pernah tinggal di panti asuhan yang sama?"


"Jadi, kemungkinan mobil hitam yang menabrak mobil orang tua tuan Jayden, adalah mobil orang tuaku?" tanya Sheena setelah sesi bercerita berakhir.


Jayden mengangguk pelan. "Iyah, sepertinya semua sudah di setting sedemikian rupa, ini bukanlah kecelakaan biasa, ini pembunuhan berencana!"


"Kemungkinan orang tuamu dan orang tuaku, memang sengaja di bunuh!"


Mata Sheena membulat, tak percaya, ia menutup mulut menahan jeritannya. "Tapi siapa? siapa yang melakukannya."


Mata elang Jayden berpendar dengan kilatan tajam.


"Tersangka yang ku curigai saat ini, adalah kakek." batinnya, tak ingin memberitahu Sheena dulu.

__ADS_1


"Sheena, apa ingatannya mu sudah pulih sepenuhnya? siapa kau, siapa keluarga mu, apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu, apa kau sudah ingat semuanya?"


Sayangnya Sheena menggeleng. "Belum tuan, aku belum ingat sepenuhnya."


"Tapi ini." ia mengambil sebuah foto dan menunjukkannya pada jayden.


Jayden memperhatikannya lamat-lamat. "Ini adalah foto pantai asuhan Terima kasih bunda, yang ayah berikan padaku," kata Sheena menjelaskan.


"Hampir dua bulan ini aku mencari di mana letak panti asuhan itu, tapi kemampuan ku terbatas, dan tak ada tanda-tanda yang bisa ku temukan, ingin bertanya pada ayah, tapi aku terlalu sungkan, tuan."


Jayden menghela nafas pelan, "Kita akan mencari tahu bersama-sama."


Sheena mendongak menatapnya, "T-tapi bagaimana tuan?"


"Percayalah padaku, kita akan kupas tuntas semua ini."


*


*


*


Hai, apakabar hari ini? semoga semuanya di beri kesehatan selalu ya🤗


Jangan lupa like,komen, beri gift, vote, dan bintang lima, terimakasih ✨

__ADS_1


__ADS_2