
Setengah jam perjalanan yang di isi oleh keheningan membawa mereka ke sebuah hotel berbintang lima.
"Eh, kok kita ke sini?" tanya Sheena bingung.
"Kita harus mengurus visa dan paspor anda dulu nona." seru Kevin menjawab. Di depan Jayden dia harus tetap memanggil Sheena dengan sebutan nona, kalau gak sepatu Jordan milik Jayden yang seharga mobil mewah itu akan melayang ke arahnya.
Sheena manggut-manggut. "Oh, baiklah, apa kita akan menginap dulu?"
"Yap, tepat sekali, cuma semalam kok non." jawab Kevin lagi.
Tanpa basa-basi Jayden sudah lebih dulu ke luar dengan wajah melongos, Sheena mendelik heran.
"Aku gak ngerti deh, mood tuan tuh kenapa berubah-ubah terus? kadang dia bisa ketawa, eh tiba-tiba bisa cemberut terus kaya tadi. Heran aku."
Kevin tertawa mendengarnya, Sheena benar-benar gadis yang tidak peka, itu lucu menurut Kevin. "Gak apa-apa non, tuan jayden emang kaya bunglon,bisa berubah-ubah."
"Aku bisa mendengar mu!" seruan bernada dingin di luar sana, membuat Kevin menutup mulut seketika, mampus! dia keluar dari mobil.
"Hehehe Maaf tuan, kirain saya tuan udah ke depan." kilahnya.
Jayden menatapnya, horor, kentara sekali tatapan Jayden seperti kobaran api yang akan menggosong kan nya. Ampun, Kevin gak akan lagi-lagi memanas-manasi. kapok, tuannya ini ternyata lebih mudah tersulut dari pada yang dia duga.
"Ampunin Kevin ya Tuhan," gumamnya lirih.
Tak lama Sheena juga keluar, ia tersentak hampir lupa untuk memberi kabar. Di ambilnya gawai di saku, menekan sebuah kontak bernama 'My first love my hero' lalu mengetikkan beberapa bait pesan di sana.
(Ayah, hari ini Sheena akan pergi, ke luar negeri, ke Jepang yah. Ayah terkejut tidak? bos Sheena mengajak karna tugas Sheena sebagai asisten pribadinya. Ayah tidak perlu khawatir, Sheena akan selalu menjaga diri. Bagaimana kabar ayah di sana? juga ibu dan Dimas, Sheena rindu) lalu di sertai emoticon senyum dan love bertubi-tubi.
Send. Nomor ayah tak aktif, terbukti karna pesan yang di kirimkan nya tak berubah ceklis dua, masih terus satu. Pesannya kemarin pun tak ada balasan, apa Ayah ganti nomor?
Ingin menghubungi Rasti, sahabatnya, namun Sheena tak enak. Ia sudah cukup merepotkan Rasti selama ini, Rasti juga pasti sedang sibuk, jadi ia urungkan niat untuk mengirim pesan.
Sheena kembali memasukan gawai nya di dalam selempang, ia menghembuskan nafas ke udara, ada mendung menggelayuti, Jayden menyadari itu, dia memandang lama sebelum akhirnya mengalihkan wajah karena Sheena menangkap basah dirinya.
"Ya sudah, ayo tuan, nona Sheena."
Keduanya mengangguk ucapan Kevin, ada dua orang yang mengikuti membawa koper mereka, Jayden menenggelamkan tangan ke saku jaket kulitnya, Sheena mengikuti di belakang sambil sesekali melirik ke sekitar. Tempat ini bagus, banyak pohon rindang di sisi jalan, jadi terlihat segar.
...----------------...
Mereka memesan kamar yang berbeda, saat ini Sheena sedang duduk di sofa dekat pantry, karna bosan di kamar dia mencari angin segar, kini fokusnya sedang teralihkan, jemarinya bergerak lincah di layar HP, hampir sebulan ini Sheena tak mengunjungi akun sosmed nya, karna bosan, jadi kini dia iseng-iseng membuka lagi.
__ADS_1
Pertama Sheena membuka akun Instagr*am nya, ia mengscroll status-status pertemanannya yang Lewat, sampai matanya bertumbuk pada sebuah akun yang lewat berandanya.
Ini akun Instagr*am Andre, mata bulat Sheena melebar, kepo membawanya menjelajahi kembali akun mantan calon suami-- ralat, mantan baji*ngannya itu.
Nyess! nyesek itulah yang dia rasakan, darahnya berdesir hebat tak kalah melihat semua postingan Andre kini hanya tentang Raina seorang, apalagi di status terbarunya di mana Andre memposting sebuah foto dia dan Raina dalam balutan serba putih, mereka sama-sama menunjukkan senyum termanis sambil menunjukkan cincin pertunangan di jari masing-masing.
"Biad*ab! mereka sama sekali tak punya malu ternyata." desisnya. Bagaimana pun Sheena ingin cepat melupakan Sheena masih belum bisa, kenangannya bersama Andre sangatlah banyak, sejak mereka kecil.
Iseng lagi, Sheena membuka kolom komentar dalam foto itu, seketika senyum seringai terbit. Di sana ia membaca beberapa komentar yang ternyata menyudutkan Raina.
(Bangga kok ngambil punya orang, dasar pelakor)
(Oh ini toh pelakor yang udah ngehancurin pernikahan orang, jelek amat)
(Profesi tuh jadi dokter, guru, polwan yang membanggakan, bukannya jadi pelakor)
(Raina, Raina, dasar pagar makan tanaman gak tau balas budi, malah ngerebut milik teman sendiri, pelakor biadab dasar)
Dan masih banyak lagi kata umpatan lain, dan semua yang berkomentar rata-rata adalah temannya masa SMA dan kuliah. Sheena tersenyum puas melihatnya, biarlah dia di hakimi oleh netizen yang maha benar. Wkwkwk!
Lalu mata Sheena menatap profil lelaki itu, Andre Winata, sudah tak ada lagi postingan dirinya di akun Instagr*am Andre, bodoamat, Ra peduli sih!
Sheena lalu kembali mengscroll beranda dengan perasaan yang jauh lebih baik,seneng tentunya, mudah-mudahan tuh si pelakor dapat karma yang lebih sekalian juga sama tuh si lelaki cangcimen.
Asik-asik melihat video lucu di beranda Instagr*am ada sebuah akun yang lewat di bagian rekomendasi pertemanan, Sheena membelalak terkejut, tak kalah melihat username seseakun itu.
"Jayden Alexander?!" Sheena hampir berjengit lompat dari sofa.Oke,itu terlalu lebay! tapi dia benar- benar terkejut.
"Tuan Jayden punya akun Instagr*am?" tanyanya entah pada siapa. mungkin angin yang lewat.
Yang pasti Sheena speachless, berfikir, tak menyangka pria sekaku dan secuek itu mempunyai akun sosmed juga.
Ingin menuntaskan rasa penasarannya Sheena berjalan ke luar dan mengetuk pintu kamar Kevin, untunglah pria itu tak tidur jadi dia langsung membukanya, sedikit terkejut karena Sheena yang ada di depan.
"Ada apa Na?" jika tak ada Jayden panggilan mereka kembali akrab.
Tanpa berlama-lama, di tariknya tangan Kevin, Sheena membawanya ikut duduk di sofa, rasa kekepoannya memang sudah mengakar sejak dini.
"Ada apa Na?" tanya Kevin sekali lagi melihat Sheena grasak-grusuk.
"Kevin, jawab jujur ya?" Sheena menatap lekat, sedikit berbisik. takut tiba-tiba tuan Jayden muncul. Dia kan cenayang.
__ADS_1
Kevin mengangguk masih tak paham. "Ada apa?"
"Tuan Jayden ... punya akun Instagr*am?" tanyanya.
Kevin terhenyak, lalu tertawa. "Ya ampun kirain ada apa? serius sekali."
"Ih bener, tuan jayden? pria kaku dan cuek itu punya akun sosmed juga?"
"Saya setuju sih soal kaku dan cuek, tapi untuk punya akun sosmed itu gak. Tuan Jayden sama sekali gak punya akun sosmed,Na."
"Benarkah?"
"Astaga benar," ucap Kevin melihat bagaimana Sheena yang begitu antusias hanya karna masalah ini membuat dia tertawa.
"Tuan jayden itu terlalu sibuk untuk urusan yang sama sekali tak penting ini, dia tak ada waktu untuk bermain-main akun sosmed seperti yang kamu kira."
"Tapi ... ini." Sheena menunjukkan layar Hp nya pada Kevin.
"Ini bukannya akun tuan jayden? lihat username nya bahkan Poto profil nya itu foto tuan jayden."
"Bukan Nana," Kevin kembali tertawa.
"Tuan Jayden sama sekali tidak punya akun sosmed apapun, Oh ya mungkin akun yang kamu temukan itu akun fanbase nya."
"Fanbase? maksud mu akun penggemar?"
Kevin mengangguk. "Walaupun tuan bukan dari kalangan entertainment tapi tuan cukup terkenal nona, mungkin sangat."
"Soalnya waktu SMA dulu tuan pernah mengikat kontrak model bersama brand terkenal, di saat itu umur tuan masih 1, dia langsung terkenal dan meledak di berbagai majalah."
"Sayangnya tuan berhenti tidak sampai 1 bulan, namun jejak modelingnya masih ada hingga kini," tutur Kevin mengakhiri.
"Keren!" seru Sheena. "Jadi sebelum jadi CEO nyambi jadi model dulu toh?"
"Hahaha, bisa di bilang begitu." jawab Kevin. "Jadi rasa penasaran nona apa sudah selesai."
"Tunggu dulu." Sheena kembali menunjukkan layar ponselnya.
"Bocah lelaki ini ... siapa?"
__ADS_1