
Jayden akhirnya membuat keputusan besar untuk pertama kalinya di dalam hidupnya, dia akan memilih. Dan pilihannya adalah gadis ini, gadis yang kini menantinya dengan raut wajah nanar.
"Sheena, ayo kita menikah!" setelah mengumpulkan keberanian untuk mengatakannya, namun gadis di depannya ini malah terdiam kaku, selama beberapa sejenak mereka hanya saling menatap.
"Tuan,apa kamu sungguh-sungguh dengan ucapan mu?"
Jayden mengangguk. "Tentu saja."
"Tapi ... " gadis itu terkekeh seperti mentertawakan hal lucu, namun matanya yang berembun tak bisa bohong.
"Jika tuan hanya bermain-main aku harap tuan berhenti di sini, karena sungguh, itu tak lucu."
"Kenapa kau berfikiran seperti itu?" Jayden menenggelamkan tangannya di saku celana. "Apa kau berfikir aku tidak sungguh-sungguh?"
Mata Sheena berpendar tak tentu arah, ia gugup. "Tidak ... maksud ku."
"Baiklah, kau tunggu di sini."
"Eh, tapi ... tuan mau kemana?" namun ucapan Sheena hanya menggantung di udara, saat jayden dengan secepat kilat meninggalkan kamarnya.
Sheena terpekur duduk di sofa, tak bisa mencerna situasi yang terlalu mendadak untuknya ini, teringat ia tentang ayah dan ibunya, juga Dimas, juga tujuan awalnya ia hendak mencari keluarga aslinya, semuanya berputar di kepalanya, dan itu membuatnya berdenyut sakit.
Hampir satu jam menunggu dengan tatapan dan pikiran kosong, ponselnya tiba-tiba berdering menandakan panggilan masuk, Sheena dengan cepat tanggap membukanya, terlihat nama 'Tuan Dingin' yang tertera, ia lalu menekan ikon tombol hijau menandakan telpon tersambung.
"Keluarlah dan lihat di balkon," kata si penelpon dan dia adalah Jayden, bertambah lah kebingungan Sheena, persendiannya mendadak lunak tak berdaya, meski begitu ia mengikuti instruksi sang tuan, berjalan ke arah balkon kamarnya.
Di saat itulah pandangannya langsung diserbu oleh ramainya orang-orang di bawah, entah padahal ini sudah malam dan warga di sini cenderung sibuk kenapa bisa ada keramaian di sini?
Tak jauh dari mereka, Sheena melihat gemerlap lampu bersinar terang yang melayang di angkasa, Sheena memicingkan mata, lagi-lagi terkesiap ketika sekumpulan drone yang melayang di udara berjalan ke arahnya.
Cahaya kelap-kelip berwarna indah itu ternyata berasal dari lampu drone yang menari-nari dan spontan membentuk satu kesatuan sebuah gambar. Love.
Di bawah sana seseorang berteriak dengan suara baritonnya yang ngebass. "Apa kau sudah percaya jika aku bersungguh-sungguh!"
__ADS_1
Sheena tercengang, itu tuan Jayden, apa pria itu yang melakukan ini semua?
Sebelumnya ...
Jayden berjalan ke lantai dasar, di mana orang-orang yang ia perintahkan sudah ada menunggunya di sana, lalu terlihat Kevin dengan mantel hangatnya juga.
"Tuan, ada apa kami di panggil ke sini semua?"
"Kevin, beritahu bagaimana cara melamar seorang gadis dengan benar?"
"Eh, apa?!" semua serentak berseru kaget, dengan mulut ternganga lebar.
"Astaga dragon ball, tuan mau melamar siapa malam-malam begini?!" pekik Kevin dengan mata melebar.
"Afsheena." satu nama itu akhirnya terlontar dari mulut Jayden, wajah tegang Kevin perlahan mengendur di gantikan dengan seringai jahil.
"Oh my Gosh, akhirnya tuan menyadari perasaan tuan sendiri? kok secepat itu ya?!" ia menaik-turunkan alisnya.
Jayden menatap horor padanya, namun kali ini tak mempan untuk Kevin, pria itu malah lebih mendekat, berbisik pada Jayden. "Gimana tuan? akhirnya nelen ludah sendiri kan?"
Kevin tertawa renyah. "Baiklah tuan, baik, serahkan pada kami."
Dan akhirnya atas rencana Kevin juga kerja tim yang baik dan cepat tanggap, berakhir pada keriuhan orang-orang di bawah sana yang menanti keterkejutan Sheena.
Ia teringat pada ucapan Kevin sebelumnya. "Tuan pada dasarnya wanita itu suka hal-hal yang berbau romantis dan juga Kilauan emas yang cantik, begitupun dengan nona Sheena, jadi selain emas permata, tuan juga harus mempermanis lisan, meskipun saya tahu sikap tuan tidak akan pernah bisa berubah tetap konsisten ke dingin, tapi hari ini setidaknya tuan harus sedikit banyak bicara."
Dan sekarang di sinilah, mengomando kan sebuah drone yang akhirnya keluar dari barisan berbentuk love itu ke arah Sheena.
Bisa Jayden lihat wajah Sheena yang terkejut karena melihat sesuatu yang menggantung di drone itu, sebuah cincin.
Romantis? tentu saja, sangat malah. Apalagi karena kehebohan ini mengundang para pejalan kaki yang lewat mengetahui hal romantis ini mereka berbondong-bondong, mendekat, ingin tahu juga,ada juga yang sekilas mampir hanya untuk melihat kejadian yang mungkin bersejarah ini, Melamar di tengah kepungan salju malam ini.
Sheena masih syok di tempat, tak menyangka Jayden akan melakukan hal sejauh ini,ia tak bisa berkata-kata lagi, matanya sudah berembun.
__ADS_1
"Afsheena daisy, Will you marry me?!" teriak Jayden lantang.
...----------------...
Sementara di bagian wilayah yang berbeda, ada tuan Yudistira Alexander yang duduk di kursi singgasana nya di mansion megah Blood dragon.
Mendengarkan dengan seksama informasi baru apa yang bawahannya dapat kan dari memata-matai Jayden di Jepang.
Saat kata 'melamar' itu terdengar olehnya, ia langsung naik pitam, mengambil senapan di atas meja mengarahkannya pada siapa saja yang menjadi tawanan nya hari ini. Tentu para kaum kelas paling bawah yang terlilit hutang besar padanya. Tiga nyawa tumbang dengan sia-sia, mereka di eksekusi untuk meluapkan kekesalannya. Dunia gelap memang seperti itu.
"Bed*ebah, sudah sejauh ini ternyata tindakan nya!"
"Gadis murahan itu benar-benar telah merubahnya!" makinya lagi.
Semua menunduk takut, tak ada yang berani bersuara.
Hanya satu orang yang kini berani, kaki tangannya. "Maaf sebelumnya tuan besar, saya mendapatkan informasi baru."
"Apa itu?" kali ini amarahnya bisa sedikit terkendali.
"Dari detektif yang pernah mencari tahu tentang nona Sheena-- maksud saya, wanita murahan itu." Clark, menutup merapatkan bibirnya, terkutuk lah mulutnya karena berani memanggil nama wanita itu di depan tuannya, untunglah tuan Yudistira tak berkutik dua tetap bergeming.
"Dia baru-baru ini mendapat informasi baru," katanya lalu memberikan sebuah map dengan hati-hati ke hadapan sang tuan.
Dengan gerakan berwibawa, tuan Yudis membuka map itu, lalu membuka lampiran demi lampiran lalu matanya terbelalak saat menemukan sebaris kata di sana, 'Panti asuhan Terima kasih bunda'.
Tangannya bergetar menahan geraman yang tertahan, "Sial!" umpatnya dan keterkejutannya semakin bertambah saat ia melihat foto seorang anak kecil yang di apit oleh dua orang dewasa di sana, tersenyum lebar selayaknya foto keluarga harmonis.
"Breng*sek! ternyata dia adalah putri keluarga Pradipta!" umpatnya dengan semua fakta yang mencengangkan ini.
Seorang gadis kecil yang telah ia singkirkan bertahun-tahun lalu dengan cara menganiaya nya, membuat ingatannya hilang lalu ia titipkan di sebuah panti asuhan kini telah kembali dan ternyata selama ini dia sudah dekat dengan cucunya, Jayden.
"Ternyata si wanita murahan itu ... Kayla, gadis kecil yang ku singkirkan."
__ADS_1
"Putri cakrajaya dan Adelia Pradipta itu ternyata selama ini adalah ... Afsheena daisy!"