Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Akhirnya


__ADS_3

Dua jam Sheena berada di sana seorang diri, merasa terabaikan dengan hati yang sakit karena melihat Jayden melihat wanita tadi, ia akhirnya memilih pergi ke tempat lain, menepi dari keramaian.


Sheena mendengkus pelan, bosan. Bibirnya yang mungil mengerucut selaras dengan kaki yang ia hentakan pelan di atas marmer, mulai jenuh dengan situasi ini.


Sementara dari kejauhan, seorang pria diam-diam memperhatikan gerak-gerik Sheena, seulas senyum tipis ia kembangkan, dengan segelas sampanye di tangan, pria itu akhirnya menghampiri Sheena.


"Hai, sendiri aja, cantik." sapa pria itu dengan raut congkaknya.


Sheena terperanjat, menatap penampilan pria itu sekilas, lalu lebih memilih melangkah pergi. Namun belum sampai kakinya mengayun, tangan sang pria lebih dulu mencekalnya.


"Eits, mau kemana?" dengan wajah songong nya ia menggerakkan lidah di sekitar pipi, menatap Sheena dengan raut tak biasa.


Sheena mendelik tajam, pria itu malah tertawa. "Kau lupa dengan ku?"


Sheena mengkerut. "Siapa?"


"Kita bertemu di Jepang,ah ya. Pasta kacang merah di sekitar bibir mu." ia membuat gerakan menunjuk bibir, Sheena lamat-lamat mengingat, lalu ia terkesiap ketika ingat wajah itu.


"Ah ya kau. Pria itu ya, yang memberiku tisu?"


"Haha, akhirnya kau ingat. Sangat di sayangkan kau cepat melupakan wajah tampan ku."


Sheena sedikit meringis. "Aku benar-benar tak ingat, maaf."


Pria itu mendengkus geli. "Tak apa."


"Oh ya kita bahkan belum berkenalan." Pria itu menjulurkan tangannya. "Aku Victor, mi lady."


Sheena tersenyum. "Afsheena daisy." ia menjabat tangan Pria itu sekilas.


"Oh, biar ku tebak, apa mungkin panggilan mu daisy?"


Sheena menggeleng, tersenyum kecut. "Salah. Sheena," katanya membetulkan.

__ADS_1


"Ah, baiklah. Tapi apa boleh aku memanggil mu, daisy saja." pria itu perlahan mendekat, Sheena memasang muka waspada, mata terbelalak ketika pria itu tiba-tiba merangkul pundaknya.


Ia menggoyangkan pundaknya, isyarat minta di lepaskan, namun pria bernama Viktor itu malah semakin mengencangkan rangkulannya.


"Kudengar kau adalah wanita kesayangan Jayden." bisiknya di cuping telinga Sheena.


"Apa yang kau lakukan, tuan Viktor. Lepaskan aku!" desisnya, kurang ajar sekali mereka bahkan baru pertama kali kenal namun pria ini sudah seenaknya saja.


"Breng sek! apa yang kau lakukan!" Jayden tiba-tiba datang, menepis dengan kasar tangan Viktor dari Sheena.


"Wah akhirnya sang pahlawan datang." Viktor menyeringai, baru seperti ini saja Jayden sudah kepalang marah. Afsheena daisy benar-benar penting untuk seorang jayden. Ini bagus, pikir Viktor.


"Kau semakin di biarkan malah semakin ngelunjak ya!" Kevin berseru, datang sebagai penengah..


Sheena gemetar takut, tangan Viktor tadi seperti mencengkeram kuat pundaknya, bahkan bisa ia rasakan kuku tajam lelaki itu menusuk kulitnya.


"Kau, Jayden Alexander, tak tahu malu sekali, pada kau jelas akan di jodohkan dengan sahabat ku, Vania, tapi kau malah membawa gadis ja*lang ini ke pesta!"


"Jaga ucapan mu tuan Viktor varandes!" suara Kevin menyela, dengan emosi yang memuncak ia menarik kasar kerah jas hitam Viktor.


"Ada apa ini, kenapa ada ribut-ribut?" Kakek datang menyela, membawa serta para anggota mafia lain di belakangnya, yang bertugas sebagai bodyguard.


"Tuan Yudistira, kebetulan sekali." Viktor menghampiri kakek Jayden.


"Tanyalah pada cucu kesayangan mu itu, apa yang dia lakukan?"


Dahi pria itu itu mengkerut, suara dentuman tongkat nya menggema di atas marmer, suasana berubah tak terkendali, pesta yang awalnya baik-baik saja menjadi ricuh.


Terlebih ketika keluarga de Cullen datang, tuan David dan istrinya terkejut, semua mata tertuju pada mereka, Vania dan Viona dua wanita yang nyaris serupa wajahnya namun bukan kembar, juga datang.


Viona menatap penuh luka ketika melihat tangan jayden yang mengenggam erat tangan gadis di sampingnya, sementara Vania datang menghampiri Viktor.


"Viktor, apa kau penyebab kericuhan ini?" Vania menatap tajam.

__ADS_1


"Aku hanya ingin membela mu, apa salahnya?" pria itu menyela tak mau kalah, ia berbalik menoleh, telunjuknya mengarah pada Jayden.


"Lihat pria yang di sana, pria yang tak punya pendirian sama sekali, sudah tahu akan di jodohkan dengan mu, dia malah membawa wanita lain kesini!"


Gigi bergemelutuk tajam dengan rahang mengeras, pria itu maju dengan menuntun Sheena."


"Sangat di sayangkan seorang tuan muda dari perusahaan terkenal yang bahkan hampir mendekati kehancuran, mempunyai lidah seperti seorang wanita," tandas Jayden berkata sinis.


"Pria yang bahkan selalu berlindung di balik ketiak orang tuanya, sekiranya sangat tak pantas menghakimi seseorang."


"Sebaliknya, kenapa kau ikut campur, sebegitu peduli nya kah kau pada masalah ku? atau karena perusahaan mu yang akan hancur membuat mu tidak memiliki kesibukan lain selain mencampuri urusan orang lain? ck,ck!"


Viktor menggeram kesal, matanya menatap tajam pada jayden dan Sheena secara bergantian.


"Baiklah, semua orang sudah berkumpul juga, maka akan ku umumkan sesuatu pada kalian," Jayden berkata dingin.


"Sejak awal aku tak pernah menyetujui pertunangan dengan Viona ataupun Vania."


Semua orang terkesiap kaget, riuh rendah orang-orang yang mulai berbisik terdengar, Viona di tempatnya mencengkeram ujung gaun mewah nya erat-erat, ia sudah siap untuk hal ini, kapan pun Jayden akan mengumumkan hubungannya dengan gadis itu, tapi kenapa rasanya tetap sama, menyakitkan.


Sementara tuan Yudistira hanya diam terpaku, ingin menegur sang cucu namun akhirnya ia urungkan melihat seberapa banyak para koleganya berkumpul di sini, alhasil ia hanya bisa diam mendengar apapun keputusan Jayden.


Vania sudah mulai menangis, Viktor terhenyak melihat wanita yang sudah ia anggap adiknya itu, sigap ia menghampiri Vania, menjadikan dirinya bahu untuk bersandar.


"Tuan ... " Sheena di sampingnya menoleh, Jayden mengulum senyum tipis sekilas, mengeratkan genggaman kedua tangan mereka.


"Aku sudah berjanji pada seseorang, wanita yang sangat ku cintai. Aku sudah mencarinya sejak lama."


"Tak perduli seberapa banyak orang-orang yang akan membenciku,aku akan tetap memilih nya."


Jayden melongok ke samping, menatap Sheena. "Aku ... akan menikah dengan gadis ini."


****

__ADS_1


Maaf ya jika mungkin alurnya semakin tak nyambung, jujjrly aku agak sibuk di real life, tapi ku usahakan untuk terus up meskipun sehari sekali, doakan semoga bisa double ya, jangan lupa like and komen sebanyak-banyaknya.


Love you,guys✨❤️


__ADS_2