
"Mayat-mayat ini, urus mereka, berikan tubuh mereka sebagai makanan untuk para predator ku," titah Jayden lagi, Kevin mengangguk melaksanakan perintah, para tubuh kaku dengan organ dalam yang sudah tak ada itu mereka angkat, untuk menjadi santapan para binatang peliharaan Jayden, para buaya ganas juga singa kesayangan bos mafia itu.
Jayden lalu mendekati Adinata, dia adalah kunci untuk semua masa lalu yang masih belum terungkap sepenuhnya.
Adinata adalah supir kepercayaan milik tuan Cakrajaya, nama ayah Sheena, yang jayden ketahui baru-baru ini. Lima belas tahun lalu, mobil yang dikendarai ayahnya juga mobil hitam yang ternyata adalah milik tuan Cakrajaya saling bertabrakan dan jatuh ke dalam jurang yang sama, orang-orang mengatakan itu semua adalah murni kecelakaan karena kelalaian para pengendara nya, Namun jayden tahu semua itu adalah kebohongan yang telah di rencanakan, jelas-jelas adalah sebuah pembunuhan yang sudah di rancang, siapa pelakunya? dia siapa saja terlibat dalam konspirasi besar ini, Jayden akan segera mengetahuinya lewat lelaki ini.
"Sudah dua bulan kau berada di sini, tapi mulut mu masih saja enggan untuk bicara." pria itu lantas mendekat, memindai penampilan Adinata yang tak ubahnya seperti mayat hidup.
"Padahal permintaan ku sangat mudah, kau tinggal katakan saja apa yang terjadi pada lima belas tahun lalu, siapa dalang dalam pembunuhan berencana itu, apa motifnya.Gampang, setelah itu aku pasti akan membebaskan mu."
"Huh, kau pikir aku akan percaya dengan bisikan setan mu itu, tuan jayden, kau adalah pria terlicik yang pernah ku kenal."
Waw! Kevin sedikit tercengang di samping Jayden, akhirnya setelah sekian lama bungkam lelaki itu mau bicara juga, meskipun perkataan yang keluar terdengar seperti dia ingin mencari mati.
Jayden mendengkus. "Jika tahu aku memang licik, kenapa kau tidak katakan yang sebenarnya?"
"Aku tidak akan terpedaya dengan tipu muslihat mu, sampai kapan pun aku tidak akan membuka mulut perihal apa yang terjadi saat itu."
Tak habis fikir, itulah yang Kevin rasakan, sebenarnya ada apa dengan tahanan mereka yang satu ini, setelah melihat kengerian yang terjadi, tuan Adinata tetap saja tak melunak, apa di dalam dirinya tak ada rasa takut? atau dia sedang berada di dalam ancaman?
__ADS_1
"Tuan Adinata, jika anda memang sedang di bawah ancaman seseorang,tolong katakan saja," kata Kevin membuka suara.
"Tolong jangan mempersulit kami, jika mau tuan bisa menghabisi mu saat ini juga, tapi tidak di lakukannnya karena tahu kau adalah kunci dari semua misteri yang belum terungkap ini."
Mata Adinata langsung berubah, ada kelegaan di sana. Insting Kevin memang selalu tepat.
"Apa jaminan keamanan yang akan kau berikan jika aku mau membuka mulut?"
"Pada siapa saja orang-orang yang memberi mu tekanan karena telah memberikan mu ancaman maka akan ku habisi, atau jika kau memiliki keluarga yang sedang kau lindungi maka aku akan membantu," ujar dia setelah menyadari situasi.
"Kalau begitu, tolong selamatkan putriku," lirih Adinata, wajahnya terlihat sendu, mungkin inilah yang menjadi ancaman terbesar nya.
Biasanya jayden tidak akan bernegosiasi ataupun memberi kolerasi, namun kali sepertinya tidak ada salahnya dia melakukan itu.
"Wendy dan dia ... tinggal di mansion tuan Yudistira."
Kevin tercengang, sedangkan Jayden mengerut dahi. "Kakek ku? kenapa dia bisa tinggal di mansion nya?"
Adinata lalu menceritakan apa yang menjadi masalahnya selama ini.
__ADS_1
"Selama ini saya berada di ancaman tuan Yudistira, kejadian lima belas tahun lalu tak lepas dari tindakannya, namun saya tidak akan ceritakan itu sebelum anda mengamankan putri saya."
Hening sejenak, Jayden dan Kevin kini saling melirik, ada keraguan yang timbul, bisa saja orang ini berbohong, kalau memang begitu, Jayden bisa lebih cerdik darinya.
"Saya mohon tuan Jayden, saya juga sudah lelah telah menyimpan rahasia ini sejak lama, saya ingin melepaskan semuanya. Namun saya tidak bisa melihat putri saya menderita, lelaki tua itu mengancam saya jika membuka mulut,maka hidup putri saya akan berada di neraka."
Kini Jayden tahu tuan Adinata memang memiliki banyak tekanan dan ancaman. Kakek, apa saja yang kau sembunyikan selama ini padaku, batinnya.
"Baiklah." Jayden berdiri, ia berjalan ketengah memanggil seseorang, tugas ini akan ia berikan kepada pria yang kini membungkuk hormat padanya.
"Dia adalah Georgio, ajudan setiaku." Kevin tahu, tugas ini memang tepat untuk Georgio.
"Dalam waktu tak kurang dari seminggu, dia pasti akan menyelamatkan putri mu dari neraka itu," katanya sangat yakin.
"Sungguh sebuah kehormatan saya bisa mendapat tugas ini," kata Georgio, baginya Jayden bukan hanya tuannya tapi panutan juga tumpuannya, ia jarang mendapat tugas langsung dari jayden, itulah sebabnya ia sangat senang di beri kepercayaan seperti ini.
"Apa jaminan tuan bisa menyelamatkan putri saya?" yang adinata tahu benteng Yudistira Alexander sangat susah untuk di tembus, walaupun ia tahu Jayden adalah cucunya, tapi Yudistira adalah bos mafia yang lebih dulu terkenal dengan kekejaman nya.
Jayden menyeringai. "Kau tidak tahu siapa Jayden Alexander sebenarnya?" ungkapnya dengan ekspresi tak terbaca.
__ADS_1
Di saat itulah titik dimana Adinata tahu, jika memang rahasia yang ia simpan selama ini akan terungkap.
"Baiklah, saya percaya kan keselamatan putri saya kepada anda."