Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Perjaka atau duda?


__ADS_3

Sheena membuka mata, semua tampak putih kelabu, dimana dia berada sekarang? dan, oh my God! ada apa dengan pakaiannya ini? kenapa sangat cantik sekali.


"Aku di mana ini?" ia memutari ke sekitarnya, tampak kosong, hening tak ada apa-apa.


"Sheena! Afsheena!"


"Siapa itu?" Sheena menoleh, terdapat cermin besar saat dia berbalik tubuh.


"Waaah, cantik sekali. ini benar-benar aku?" Sheena menatap takjub pantulan wajahnya sendiri.


"Sheena!" seseorang menepuk pundak Sheena dari belakang. Sheena seketika menoleh dan di saat itu juga dirinya terpekik, sangat terkejut.


"OPPA!" jeritnya tertahan, bagaimana tidak? di depannya ini, sekarang berdiri seorang pria yang Sheena idam-idamkan selama ini.


"Iyah, ini aku, oppa Lee Jong Suk mu." aktor tampan Korea Selatan kegemaran Sheena, sekarang ada di depannya, apa ini benar?


"Ayo ikut bersamaku, cinta. kita mulai bina rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah."


Aaaa! apa dia sedang melamarku? Aaaa!


"Tunggu, jangan mau Sheena, dia hanya akan menipumu, ikutlah bersama ku!"


"Apa! oppa Lee min ho?" Sheena kembali terpekik.


"Iya, aku ini cinta pertama mu, ayo ikut denganku, aku membawa mu keliling dunia dan memberikan mu banyak cinta."


"Jangan Sheena!" seorang pria muncul lagi.


"Mending sama aku, duda tampan kaya raya."


"Aaaa, oppa song Joong Ki!" Sheena berjingkrak kegirangan.


"Iya Sheena ini aku, calon suami idaman mu, ayo pilih aku saja. perjaka memang asik tapi duda lebih menarik." oppa Soong Joong Ki mengedipkan sebelah mata, jelas-jelas menggodanya.


"Tidak Sheena! pilih aku saja!"


"Tidak, pilih lah aku."


"Jangan dengar kan mereka Sheena, pilih aku saja duda tampan sugar Daddy mu!"


Oh my God! Sheena pening, mana yang harus dia pilih?


......................

__ADS_1


Kring! kring! kring!


Sambala sambala bala sambalado


Terasa pedas terasa panas


Sambala sambala bala sambalado


Mulut bergetar lidah bergoyang.


Kali ini Sheena benar-benar membuka matanya. Ah, sial, ternyata hanya mimpi!


Sheena terbangun dengan perasaan dongkol, "ck! harusnya tadi aku pilih oppa song Joong Ki dulu, lumayan dapat sugar dedih!"


"Ini lagi, kenapa coba nada deringnya lagu dangdut? siapa yang nyetel?"


Sekilas Sheena ingat sesuatu. "Ck, pasti ini kerjaannya si Rasti, yang ganti nada dering ponselku."


Kesal, Sheena akhirnya menuju playlist musiknya, menyetel lagu ost drama Korea, descendants of the sun-Everytime, sebagai nada deringnya.


"Nah beginikan enak," Sheena tersenyum sambil memejamkan mata hanyut dalam irama musik lagu kesukaannya ini.


Hingga ia tersadar lagi. "Astaga! udah jam berapa ini?"


Suara berat dan penuh intonasi itu, seketika Sheena melebarkan mata, terjun dari kasur empuk yang memanjakannya, mandi dengan cepat, berpakaian juga make up tipis-tipis, lalu keluar dengan kecepatan cahaya tinggi.


Sheena mengatur nafas yang tersengal-sengal, saat di depannya sudah menunggu seorang pria berpostur tinggi dengan setelan jas rapih juga jubah hitam yang menutup punggung lebarnya.


Pria yang terlihat sangat maskulin itu mengecek jam di pergelangan tangannya.


"Lihat,sudah jam berapa ini? kau terlambat sekali!" sentak Jayden dengan aura mengintimidasi, meski raut wajahnya tetap tenang, namun Sheena tetap merasakannya kengerian di sana.


"Maaf tuan, tadi saya harus bingung dulu milih antara dua perjaka atau duda?"


What! pfffft! terdengar suara kekehan di belakang Jayden, Sheena sedikit memiringkan tubuhnya, terlihat Kevin yang sedang menahan tawa di sana.


Sheena tersenyum. "Selamat pagi Kevin."


Pria itu membalas sapaannya. "Selamat pagi juga nona Nana."


Sheena semakin melebarkan senyum. "Kamu tahu nama kecil ku?"


"Tentu saja, waktu itu adik mu yang bernama Dimas memanggil mu dengan sebutan kak Nana."

__ADS_1


"Waah, kau teliti sekali." Sheena tersenyum takjub.


Terdengar deheman yang begitu keras hingga mengagetkan Sheena.


"Kau lihat kau sedang berbicara dengan siapa?"


Sheena mengangguk. "Lihat kok tuan, dengan tuan Jayden kan."


"Kalau begitu kenapa kau terus saja menatap ke belakang?"


"Ya maaf,kan cuma nyapa Kevin doang."


Jayden memijit pangkal hidungnya, sudah tak mengerti lagi untuk memahami pola pikir gadis berpostur mungil di depannya ini.


"Baiklah karna kau terlambat di hari pertama mu bekerja, maka tugas pertama mu adalah berbelanja."


"Kevin, terangkan padanya."


Kevin mengangguk maju ke depan, memberikan sebuah note pada Sheena.


"Ini adalah daftar belanjaan bulanan, kamu harus membeli semua yang ada di daftar ini, tanpa ada yang terlupa, nanti ada sopir yang sudah kami siapkan khusus untuk mu."


"Wah sopir pribadi maksudnya? keren,keren!"


"Tentu saja,selama bekerja di sini kamu akan di fasilitasi dengan baik."


"Gak di gaji juga enak kalau gini." Sheena nyengir, Jayden hanya geleng-geleng kepala.


"Dan ini, kartu kredit yang akan anda gunakan, berbelanja lah dengan bijak.".


"Waaah!" Sheena terpekik takjub. "Ini black card?"


"Bukan cuma kartu kredit biasa."


"Oh kirain Balck card hehe, soalnya warnanya item."


Kevin menggeleng, merasa lucu dengan tingkah gadis ini.


"Gunakanlah sebijak mungkin ya nona, karna walaupun kartu kredit biasa tapi no limit," ucap Kevin membuat Sheena semakin berseri.


Daebak! Sheena sungguh takjub, bayangkan seberapa kaya nya pria es batu ini.


"TUAN JAYDEN, AYO KITA NIKAH AJA!"

__ADS_1


__ADS_2