
Sementara di tempat lain, Jayden mengajak Sheena ke sebuah tempat, janjinya sore itu, padahal Sheena tahu lelaki itu sedang dalam jadwal yang padat tapi dia malah menyempatkan diri untuk mengatakan jika dia mempunyai kejutan untuk Sheena.
"Tuan, sebenarnya kita mau kemana?" tanya Sheena ketika mobil yang di kendarai Jayden masih melaju memecah jalanan di senja itu, akhir-akhir ini Jayden memang sering membawa mobil sendiri, terlebih setelah kehadiran Sheena, yang membuat hidupnya 180 derajat berubah.
"Ke tempat di mana semua rasa penasaran mu akan terjawab," ungkap Jayden membalas perkataan Sheena.
Gadis itu bingung dengan wajah mengekerut, namun akhirnya ia hanya bisa menurut, duduk dengan tenang, di mainkan nya cincin berlian di jari manis nya, jayden menyadari itu ketika ia melirik. Lalu diam-diam ia mengembangkan senyum.
Mobil jayden berhenti, di sebuah kawasan perumahan elit, Mercedes Benz C-Class itu masuk ke dalam gerbang setelah satpam mengijinkan.
Sheena semakin bingung sekarang, kenapa Jayden membawanya kesini?
Ia mengamati lewat kaca jendela banyak berjejer rumah-rumah mewah penghuninya, lalu mobil pas terhenti di pelataran rumah mewah yang terbilang paling ujung.
Jayden turun lebih dahulu, lalu membuka pintu mobil untuk wanitanya keluar, Sheena celingukan sendiri saat kepalanya menyembul melihat ke sekitarnya.
"Ayo." Jayden menggamit lalu mengenggam erat tangan Sheena, keduanya masuk beriringan dengan pohon-pohon rindang yang berderet di sisi kiri kanan membuat udara sejuk menghampiri mereka.
Mereka berdiri di ambang pintu rumah bergaya elegan itu, Jayden lalu mengetuk beberapa kali daun pintu rumah bercat putih gading secara keseluruhannya itu.
Wajah seorang wanita itu yang pertama kali menyapa mereka saat pintu terbuka, di lihat dari ekspresinya ia terlihat syok lalu membuka pintu lebar-lebar, rambut yang dominan berwarna putih itu di sanggul rapi khas style orang tua lainnya, wajahnya keibuan dengan garis-garis halus menyelimuti.
"Tuan Daniel, akhirnya anda datang." wanita paruh baya itu tersenyum lebar.
__ADS_1
"Silahkan masuk."
Jayden mengangguk sementara Sheena masih dalam mode bingung dan canggung namun mau tak mau akhirnya dia pun masuk.
...----------------...
Mereka kini duduk di sofa ruang tengah dengan berbagai hidangan juga teh di cangkir masing-masing yang mengeluarkan asap tipisnya.
"Mungkin kamu masih bingung siapa dia, Afsheena, perkenalkan beliau adalah nyonya lavenya, pemilik sekaligus ibu panti di panti asuhan terima kasih bunda, tempat kau sempat di titipkan."
Perkataan jayden otomatis membuat Sheena tercengang, wajahnya cengo tak tertolong akibat memaksakan otaknya untuk berfikir keras.
"Tuan? .... "
"Mungkin kamu masih bingung, namun tuan Daniel tahu rinciannya."
Jayden tersenyum tipis hal itu membuat Sheena semakin bingung.
"Tuan .... melakukan ini semua?"
"Ada banyak informan yang datang padaku setelah sekian lama ku tugaskan untuk mencari, sekarang kau bisa bertanya sendiri pada nyonya Lavenya, tentang siapa orang tuamu, asal-usul ku yang sebenarnya."
Sheena tak bisa menyembunyikan ekspresi bahagianya sekarang, akhirnya. Akhirnya setelah sekian lama fakta yang masih abu-abu kini bisa terpampang dengan jelas.
__ADS_1
"Sudah lama ya ... Kayla."
Sheena tertegun, bahkan nyonya Lavenya masih ingat dengan nama aslinya, padahal sudah lima belas tahun terlewati.
"Dahulu kau hanya seorang gadis kecil dengan jepitan merah yang menggemaskan, sekarang kau sudah sangat besar dan terlihat sangat cantik, aku bangga bisa merawat mu walau hanya sebentar."
Lavenya ingat dengan jelas ketika pertama kali Sheena di bawah ke panti asuhan miliknya bersama seorang suster dan seorang pria berbadan besar dengan penampilan menyeramkan yang adalah utusan dari seseorang yang telah menyebabkan semua ini terjadi. Lavenya tahu semuanya meskipun ia selalu diam, sekarang saatnya ia angkat bicara, mengupas tuntas semua ini.
"Apa kau tidak ingin aku bercerita tentang awal aku menemukan mu? hingga kau menghilang lalu ditemukan kembali di panti asuhan yang berbeda?"
Tentu Sheena sangat ingin mengetahuinya. selama ini ia telah menantikan saat seperti ini sejak lama.
Tanpa di sadari Jayden melakukan ini semua dengan sangat cepat, ia satu langkah lebih maju dari pada sang kakek.
Kakeknya bisa saja menyembunyikan letak di mana panti asuhan terima kasih bunda itu berada, namun sekarang ia satu langkah lebih maju, mengetahui langsung dari sumber yang lebih akurat, setelah berbulan-bulan ia mencari, dua informan penting tuan Adinata dan nyonya Lavenya untuk memecahkan misteri ini sudah berada di tangannya.
*
*
*
Hai, apakabar hari ini? semoga semuanya di beri kesehatan selalu ya🤗
__ADS_1
Jangan lupa like,komen, beri gift, vote, dan bintang lima, terimakasih ✨