Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Kengerian


__ADS_3

"Sialan! ternyata semua ini ulahmu!" lelaki berbadan besar itu berteriak marah setelah penutup kepala nya di buka, di tatapnya dengan nyalang pria yang kini duduk di kursi di hadapannya.


Gavin tak bisa lagi mencerna apa yang terjadi, dia adalah seorang mafia, kaki tangan bos mafia, Yudistira Alexander, bagaimana bisa dia di sekap di sini? ini adalah penghinaan untuknya, penghinaan yang ke sekian kali, oleh cucu bosnya sendiri.


"Heh, ternyata hanya segini kekuatan seorang ajudan setia, yang di gadang-gadang memiliki kekuatan yang setara 100 ekor gajah." cibir jayden, "Kini, kau bahkan tak lebih dari seekor ngengat yang sekarat," ucapnya lagi meremehkan.


Untuk ukuran kekuatan memang Gavin adalah pemenangnya, tapi untuk kecerdikan dan intuisi yang kuat, Gavin tidak ada apa-apanya, itu sebabnya akan sangat mudah untuk Kevin membawa lelaki itu dalam keadaan tak berdaya.


"Aku tak ada urusan lagi dengan mu, Jayden Alexander, jadi lepaskan aku, bedebah!"


"Melepaskan mu? tidak semudah itu." Jayden tersenyum miring.


"Artikel palsu yang kini beredar di internet tentang diriku dan juga Viona, kau yang membuat nya bukan?" Jayden bangkit dari duduknya, tangan berotot miliknya mengenggam sebuah pistol, keluaran terbaru yang ia koleksi.


"Kau bermain-main dengan orang yang salah, Gavin," bisiknya membuat Gavin meremang seketika, habis sudah, keisengan nya kini berbuah karma untuknya.


Tempo lalu, Gavin yang tersulut dendam karena penghinaan jayden Padanya di markas besar saat itu, berujung pada sebuah ide gila yang membuat ia berada di sini sekarang. Gavin yang mengetahui semuanya tentang perjodohan Jayden berniat membalas dendam lelaki itu dengan membuat artikel yang kini tersebar di jejaring sosial, guna menyudut kan jayden juga membuat Sheena terhina, wanita yang menyebabkan ini semua terjadi padanya.


Gavin tak memikirkan akibatnya terlebih dahulu, apalagi ketika ide itu di dukung kuat oleh tuan Yudistira yang memang juga ingin membuat Sheena menderita, lalu bersama antek-anteknya ia menyebar rumor palsu itu, berniat membuat Jayden dan wanitanya hancur, kini malah dia yang akan hancur.

__ADS_1


"Aku tahu, kau juga dalang di balik penyerangan terhadap ku di kota tokyo saat itu, right?" perkataan Jayden sungguh membuat Gavin sangat merindng, dari mana Jayden tahu jika dirinya lah pelaku dalam penembakan ketika dia di Tokyo saat itu.


"Tidak usah terkejut seperti itu, para informan ku banyak, tersebar di seluruh dunia." Jayden lalu menenggakkan tubuhnya dengan angkuh.


"Kevin, bawa mereka!" titah Jayden pada asistennya, entah apa namun firasat Gavin sudah tak enak.


"Baik tuan!" Kevin lalu menoleh pada para algojo, mereka mengerti lalu tak beberapa lama, lima tubuh manusia kini hadir di hadapan Gavin, dengan kondisi yang sangat mengenaskan, membuat matanya melotot seketika.


"Ini adalah mayat para antek-antekmu. Bagaimana, apa kau senang dengan hadiahku," ujar Jayden dengan semriknya.


"Breng*sek!" maki Gavin, kedua kaki tangannya di pasung dengan rantai besi, padahal ini bisa dengan mudah ia lepaskan, tapi entah kenapa semua ototnya terasa tak berfungsi.


"Sialan kalian semua! aku akan mengadukan semua ini pada tuan Yudistira nanti!" jeritnya seperti menggema di ruangan gelap ini.


"Heh, apa kau tidak malu berlindung terus pada ketiak lelaki tua itu?" Jayden melingkar kan kedua tangannya pada leher Gavin, membuat lelaki itu menahan nafas, dengan jantung yang hendak lompat.


"ARRGGHH!" lololangan kesakitan yang keluar dari mulutnya menggema saat jayden menekan dengan keras seluruh kekuatannya mencekik leher lelaki itu.


"Ini adalah pembalasan karena telah membuat wanita ku menangis," jayden menyeringai puas melihat kesakitan lelaki itu.

__ADS_1


"Aaarggh!" Gavin kembali berteriak kencang, jayden lalu melepaskan nya.


"Kita mulai permainan nya!" lewat telunjuknya jayden memerintahkan para algojo nya untuk membawa tubuh tak berdaya Gavin.


Lalu mereka menaruh Gavin di sebuah kursi listrik.


"Aku sudah bilang, siapapun yang mencari masalah dengan ku, akan menerima kesakitan yang berkali-kali lipat lebih besar."


"Jadi sekarang, nikmati kesakitan mu, sampai ajal menjemput mu," ucap jayden membuat kengerian tercetak jelas di wajah Gavin.


Setelah nya lolongan panjang kesakitan Gavin kembali menggema membuat kengerian bagi siapa saja yang mendengarnya.


"Jika dia sudah ma*ti, kirimkan kepalanya sebagai hadiah untuk Kakek ku." titah Jayden.


"Baik tuan!" semua serempak menunduk.


Lalu jayden berbalik matanya langsung bertemu dengan mata pria yang kini juga terpasung menatap penuh ngeri semua kejadian yang ia lihat secara langsung, bisa Jayden lihat tubuh kurus lelaki itu yang gemetar.


"Bagaimana tuan Adinata? apakah mulut mu masih akan terus bungkam setelah melihat semua ini?" ucapan jayden seakan seperti ancaman untuk lelaki dengan penuh luka cambukan itu.

__ADS_1


Kekejaman Jayden memang bukan isapan jempol belaka, Adinata kini seperti berada dalam ambang kematian.


__ADS_2