
"Orang yang telah membuat artikel palsu ini, aku ingin kau membawa kepalanya padaku segera!"
"Baik tuan!" lantang Kevin menjawab.
Ah, akhirnya mendapatkan tugas seperti ini lagi, sudah lama ia tak menggunakan pedang kesayangan nya, kali ini ia sudah mempunyai target untuk ia tebas. Sungguh ia sudah tidak sabar.
Malamnya, Sheena di kamar menangis setelah seharian menahan perasaannya, ada Rasti di samping yang setia menemaninya dengan sekotak penuh tisu.
"Emang dasar tuh Netizen gak ada akhlak, berkomentar semaunya aja!" cibiran penuh tak terlepas dari bibir Rasti mengutuk keras para oknum yang telah membuat sahabatnya bersedih.
"Sheen, udahan dong nangisnya," lirih Rasti memegang kedua tangan Sheena, gadis itu menyembunyikan wajahnya di atas kedua lutut yang di tekuk, Rasti memang tak mendengar isakannya, namun air mata deras yang mengalir telah membuktikan semuanya.
Terkutuk lah orang-orang itu, awas saja sampai tuan Jayden tahu, abis semuanya, batin Rasti menggebu-gebu.
"Na, aku ada bawa banyak stok mie instan nih," katanya merayu Sheena dengan makanan, biasanya hal ini akan selalu di saat Sheena sedang bersedih.
Namun kali ini tidak, Sheena tetap bergeming dengan bahu naik turun menahan isakannya, memang parah oknum di balik artikel palsu itu, seolah menyalahkan Sheena tanpa tau apa yang terjadi sebenarnya juga menggiring opini publik untuk menghujat Sheena, sepertinya memang artikel di publish untuk menjelekkan nama baik sahabatnya. Benar-benar biadab!
Sementara kini masih setia dengan keterpurukan nya, ia tak menangis kencang ataupun histeris namun ada kesedihan di relung hatinya membuat air matanya jatuh, seperti menyadarkan kembali posisinya semula, komentar miring orang-orang benar-benar menohok untuk Sheena, jika dirinya tak pantas bersanding dengan jayden.
__ADS_1
Apalagi yang membuat nya sedih adalah ketidak hadiran nya Jayden di sampingnya, bahkan seharian ini Sheena tak melihatnya keluar dari kamarnya, tak tahukah ia tentang artikel itu? apalagi di sana banyak komentar miring juga untuk jayden, Sheena masih bisa terima jika dirinya yang di hina, tapi untuk Jayden? ia tak bisa, terlebih jika masalah sampai berpengaruh pada Perusahaan Jayden, terlebih keluarga de Cullen yang Sheena tahu adalah investor tetap untuk perusahaan Jayden, Sheena tak ingin jika sampai masalah ini mempengaruhi bisnisnya.
Seseorang mengetuk pintu, Rasti beranjak untuk membukanya, terpampang Jayden dengan pakaian casualnya berdiri di hadapan.
Rasti menelan ludah, baru kali ini melihat Jayden secara benar, aura pria itu sangat dingin dan mencengkam, Rasti bahkan sampai bisa merasakannya.
"Pak ... Jayden," Rasti berusaha untuk tersenyum, entah apa panggilan yang pas untuk lelaki ini, jika hanya nama saja rasanya tak etis, tuan kah? atau bos? atau ipar karena sebentar lagi pria ini akan menikah dengan sahabatnya yang sudah seperti saudara nya sendiri.
Sementara jayden tanpa memperdulikan Rasti yang berdiri canggung langsung melangkah masuk, kedua tangannya mengepal sembunyi di saku celana miliknya.
Brak! tiba-tiba saja Jayden mendepak dipan ranjang tempat Sheena duduk di atasnya, Rasti mengernyit heran spontan, tak mengerti dengan tindakan yang di lakukan Jayden.
"Sudah menangisnya? gadis cengeng."
Apa ini? kenapa tiba-tiba Jayden bersikap seperti ini, hal yang membuat Sheena kembali menangis.
Rasti tak terima ia lantas maju. "Hei tuan, apa yang kau--" belum selesai perkataannya mulutnya lebih dulu di bungkam dari belakang oleh seseorang.
"Hmmmp!hmmmp!" Rasti berontak keras sampai akhirnya tangan kekar itu melepaskan mulutnya.
__ADS_1
"Oh jadi kau!" teriak Rasti setelah berbalik dan tahu siapa pelaku ulah usil ini.
"Ssst! pelankan suara mu rubah kecil!" seru Kevin pelan, telunjuknya ia tempelkan di bibir gadis itu, membuat Rasti kicep seketika. Ada gelenyar aneh yang tiba-tiba muncul.
"Singkirkan tangan mu!" elak Rasti, hal yang terduga terjadi, Kevin malah menarik pinggang nya spontan, hal itu membuat jarak mereka terhempas seketika.
"Bisakah kau diam? atau mulut ku sendiri yang akan membungkam mu?!" ancam Kevin dengan nada dinginnya.
Hal yang tak Rasti tahu, Kevin bisa seserius ini.
*
*
*
Bagaimana selanjutnya dengan Jayden dan Sheena? ikuti terus ya.
Oh ya bisa minta dukungan nya manteman dengan like, komen, vote, beri gif, favorit juga bintang lima agar novel ini tidak tenggelam. Seikhlasnya saja juga tidak apa-apa, terimakasih ✨🤗😉❤️
__ADS_1
Oh ya salam dari author Tera 😎