
Dor!dor! suara tembakan yang terdengar bertubi-tubi menggema di ruang gelap yang hanya mengandalkan keremangan cahaya lampu oranye di langit-langit. Tiga tubuh tumbang tersungkur di lantai setelah Jayden membidik tepat peluru di jantung mereka.
The red blood, adalah sebutan untuk ruang bawah tanah milik Jayden tempat penyiksaan para musuh juga orang-orang yang mencari masalah dengan nya, di tempat inilah ia akan mengeksekusi para serangga-serangga kecil yang menganggu bisnis ataupun keluarganya. Di tempat ini ribuan nyawa sudah melayang sepanjang sepak terjangnya di dunia hitam.
"Tuan, orang yang selama ini anda cari-cari sudah ditemukan." seorang pria dengan penuh tato di badannya menghadap, yang tak lain adalah Georgio orang kepercayaannya setelah Kevin.
Jayden di kursi kekuasaannya duduk dengan pongah, lelaki itu tampak sangat rupawan dan jantan dengan kemeja hitam di padukan jas mewah abu-abu kelam, juga tindik di telinga kirinya, orang-orang mungkin tak ada yang menyadari jika di belakang telinga pria itu terdapat sebuah tato bergambar naga, yang adalah simbol dari kelompok mafia mereka.
Semua anggota memiliki itu, namun milik Jayden berbeda dan sedikit spesial, jika ada yang memperhatikan lebih mungkin akan peka dengan tato indah itu.
"Bawa dia kesini!" titahnya dengan suara dingin nan maskulin. Giorgio paham,ia menunduk patuh menoleh sekilas pada anggota yang mengapit di tubuh kurus seseorang yang tak berdaya.
Dua anggota itu lalu menghadap jayden setelah di beri isyarat oleh Georgio, tubuh kurus yang mereka apit tampak sangat tak berdaya, dengan banyaknya luka lebam bibir sobek, darah mengering di hidung dan pelipis dan yang lebih ngeri adalah luka menganga lebar di sekitar paha lelaki itu.
Para algojo Jayden mendorong tubuh lelaki itu hingga ia tersungkur di bawah kaki Jayden, wajah congkak Jayden menatap dengan mata berkilat mengerikan, pria itu menyeringai.
"Ajinata, tidak kah kau tahu aku mencari keberadaan mu sudah sejak lama?" Jayden berkata dengan oktaf yang rendah namun berhasil membuat bulu kuduk merinding.
Lelaki itu bahkan hampir tidak bisa bicara karena lukanya ia hanya bisa diam tak berdaya.
"Lima belas tahun lalu,kau adalah seorang supir keluarga cakrajaya, kau yang menyopir mobil hitam di hari kecelakaan itu, benar?"
"B-bedebah, a-apa yang kau mau m-mafia s-setan!"
Bugh! satu bogeman mentah mendarat di wajahnya yang ringsek.
"Berani sekali kau menghina tuanku!" Georgio adalah seorang bawahan yang setia dan sangat mengabdi pada Jayden, tak heran jika ia selalu menjadi orang pertama yang akan selalu pasang badan untuk Jayden dan menghajar siapa saja yang berani menghina pria itu.
__ADS_1
Jayden mengangkat tangan, isyarat untuk Georgio berhenti, lelaki itu menurut berdiri di belakang kursi Jayden.
"Tuan Ajinata, aku bukanlah orang yang suka mengulang perkataan yang kedua kali, jadi kita langsung ke intinya."
"Kecelakaan lima belas tahun lalu, apakah memang murni kecelakaan, atau kah kejahatan yang sudah di rencanakan?"
Hening,pria yang di panggil Jayden dengan nama Ajinata itu bergeming malah membuang muka, hal itu membuat Georgio geram sendiri.
"Cepat jawab, apa kau bisu hah?" Georgio menoyor kepala Ajinata dengan moncong pistol yang siap ia tarik pelatuknya.
"Tidak apa-apa, jangan terburu-buru." Jayden terlihat menyeramkan ketika ia mengusap pistol kesayangannya yang telah membunuh banyak nyawa.
Jayden melihat jam di tangan, dia tak ada waktu. Memandang pria yang berjongkok di depannya masih bergeming, ia akhirnya memberi titah pada Georgio.
"Tahan dia di sini, jangan beri makan atau minum, jangan rawat lukanya, jika ia memberontak siksa saja, tapi jangan sampai ia terbunuh."
"Biarkan dia tetap hidup sampai dia membuka mulutnya."
...----------------...
"Sudah siap?" Jayden bertanya dengan penuh kesabaran pada gadis mungil di sampingnya.
Sheena mengangguk, tersenyum, Jayden menyungging senyum tipis, membawa tangan Sheena untuk masuk ke gandengannya, percayalah seorang Jayden sekarang seperti memiliki dua kepribadian dan itu bisa di rasakan sendiri oleh Kevin di samping mereka.
Kevin speachless tentang perubahan sikap Jayden selama ini, di depan para anggota juga musuhnya dia akan terlihat sangat garang, mengintimidasi, menyeramkan, mengerikan dan juga kejam, di depan para klien ia akan sangat profesional, kompeten begitu berkharisma dan berwibawa.
Namun lihatnya jika di depan wanitanya, di sela Sheena dia malah berubah seperti anak muda yang baru merasakan jatuh cinta, seperti anak anjing yang selalu butuh perhatian, benar-benar perubahan yang menakjubkan.
__ADS_1
Kevin sampai ber-Oh wah saking kagumnya, ia geleng-geleng kepala seraya berdecak. "Nona sheena, anda memang benar-benar pahlawan kami." gumamnya, Sheena seperti aliran hujan di lahan yang tandus, melegakan melihat bagaimana perubahan besar yang di bawa gadis itu.
"Jika seperti ini terus aku bisa naik jabatan." lelaki itu kembali bergumam, lalu setengah berlari menyusul kedua pasangan itu.
...----------------...
Setengah jam perjalanan mereka akhirnya sampai di pelataran gedung pencakar langit yang besar dan megah, JA group perusahaan Jayden.
Sebelumnya Sheena memang sudah mengutarakan niatnya ingin mengunjungi perusahaan sang kekasih lagi.
"Jadi ... ini alasannya kamu tidak takut jabatan mu sebagai calon penerus Ananta group, Karna kamu sendiri sudah mempunyai perusahaan besar?"
Jayden melirik ke arah Sheena, mengangguk. Perusahaan JA group adalah bukti kesuksesan Jayden selama ini,tanpa bantuan apapun dan dari siapapun dia memulai bisnisnya dari awal, di samping ia adalah bos mafia besar, dengan otak cerdasnya ia mampu menghandel semua urusan dan bisnisnya.
JA group memulai bisnisnya dari arsenal hingga real estate, di tangan orang yang tepat yaitu Dava sebagai asistennya, JA group mulai berkembang menjadi perusahaan besar.
Kevin yang mendengar penjelasan Jayden pada Sheena ikut merasa terharu, ia yang selama ini menemani karier Jayden meski belum terlalu lama seperti Dava namun ia tahu bagaimana perjuangan Jayden hingga sampai ke titik ini, yang awalnya selalu menjadi bayangan-bayang sang kakek, kini ia bisa berdiri sendiri dengan kesuksesannya.
Ia yakin tuan Yudistira pun akan sangat bangga dengan cucunya, seretak apapun hubungan mereka, pasti ada moment-moment baik di antara kakek dan cucu itu.
Jayden menggamit tangan Sheena. "Mau masuk ke dalam?"
Sheena mengangguk, tersebut dengan wajah berseri-seri.
...----------------...
Jayden membawa Sheena ke tingkat gedung paling tinggi, ke ruangannya, mengetahui CEO mereka akan datang membuat karyawan juga para staf berlomba-lomba membuat sedikit perayaan demi menyambut pimpinan mereka.
__ADS_1
Karna memang jarang Jayden berada di kantor, sebelum datangnya Sheena, pria itu memang terkenal gila kerja, bahkan selalu berpergian ke luar negeri bukan hal yang jarang lagi untuknya.
Namun semenjak kehadiran gadis itu, Jayden seperti menemukan Kompas hidupnya, ia tahu sekarang ke mana ia harus pulang, bagi Jayden yang selalu kesepian, Sheena adalah rumah paling nyaman untuknya pulang.