
Dengan tergesa-gesa Andre dan Raina kembali ke rumah mereka, tanpa memperdulikan rasa malu karena mereka tak jadi membayar belanjaan yang terlanjur di pesan, menulikkan telinga dari nyinyiran sang kasir juga para ibu-ibu yang mengantri dengan mengolok-olok mereka.
"Beb, ayah mu kenapa sih nelpon di saat yang gak tepat, kamu gak malu tadi di mall kita di liatin kaya orang gila karna gak jadi bayar belanjaan? mana tas bermerek yang aku incar ada di situ lagi, ishh nyebelin!"
"Udah diam!" Andre yang sudah muak dengan segala rentetan omelan Raina, seketika ia membentak membuat wanita itu langsung diam.
Mobil yang di kendarai Andre melesat sangat kencang, hingga mereka sampai kerumah, kondisi sudah tidak baik-baik saja, ada palang hijau yang mengitari rumah mereka, keluarga Andre menangis, meraung-raung di tanah, memohon pada seorang pria, yang Andre yakini adalah rentenir bank.
"Ibu, kak, adik ... ada apa ini?" Andre berjongkok dengan raut pias penuh kepanikan.
Menyadari kehadiran sang putra, ibunda Andre menangis sejadinya.
"Rumah kita nak, harta benda kita ... semuanya lenyap tak berbekas!" Isak tangis ibu Andre semakin kencang, begitupun dengan kakak perempuan dan adik laki-laki nya yang ikut menangis di samping sang ibu.
"Ibu, tenang. Sekarang ayah ada di mana?"
Sang ibu terperanjat, dengan terburu ia mengusap air matanya, wajahnya menegang seketika.
"Ayah mu, ayahmu Ndre ... " terbata sang ibu menjawab, namun urung karna suaranya seakan tercekat di tenggorokan, mendung menggelayuti langit, pun di wajah Andre kini.
"Ayah kenapa Bu, cepat katakan?!" ucap Andre dengan tidak sabarnya.
"Ayahmu ... ayahmu ada di rumah sakit, dia koma!"
__ADS_1
...----------------...
Semuanya terjadi begitu cepat, mendadak seperti kilatan cahaya petir di siang bolong, Andre tidak bisa mempercayai ini semua.
Di saat ia sedang berfoya-foya bersama Raina menghabiskan uang yang ada, di saat itu ternyata ayahnya sedang menderita, akibat menanggung hutang karena keegoisannya.
Tidak, lebih tepatnya keegoisan Raina-- atau mereka berdua. Raina yang glamour dan gila harta ingin pernikahan nya bersama Andre semegah mungkin, tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, memberatkan keluarga pihak pria.
Dia beranggapan Andre sangat mencintainya hingga apapun yang ia mau pasti akan di turuti tanpa perduli dari mana datangnya.
Karna hal itulah, ayah Andre sampai meminjam uang ke rentenir untuk biaya mewah hidup anaknya, nama keluarga besar di pertaruhkan, begitu pikirnya.
Bukan tanpa alasan ayah Andre bisa menerima Raina begitu saja sebagai menantunya. Gadis itu mengakui sedang mengandung anak Andre, begitu pengakuannya.
Namun nasi sudah menjadi bubur, suka tak suka akhirnya Andre membatalkan pernikahan nya dengan Sheena dan menikahi Raina.
Kini menyesal lah mereka, awalnya ibu Andre menyukai Raina sebagai mana dia menyukai Sheena, dan mau menganggapnya sebagai menantu.
Namun pandangan ibu Andre terhadap Raina ternyata salah, Sheena dan Raina sangatlah berbanding terbalik, tak sama.
Raina adalah duri dalam keluarga mereka, semuanya hancur karena gadis itu. Hanya dalam hitungan Minggu, bisnis keluarga mereka hancur, ayah Andre terpaksa bangkrut, semua aset sudah di gadaikan, rumah mewah tempat mereka bernaung juga dua mobil dan tiga sepeda motor ludes di gaet pihak bank, akibat hutang mereka yang semakin menumpuk bersama bunganya.
Sewa ruko tempat ayah Andre berinvestasi juga gedung mewah yang mereka sewa sebagai tempat resepsi pernikahan seminggu lalu bahkan tak di bayarkan.
__ADS_1
Kini pihak rentenir dari berbagai pihak mengejar mereka menagih hutang yang katanya janji akan di bayarkan.
Hancur, bahkan ini lebih dari hancur, mereka sudah tak punya apa-apa lagi, mungkin hanya baju yang kini melekat di badan harta peninggalan satu-satunya.
Raina tak bisa menerima ini, wanita itu histeris di rumah sakit mengundang banyak perhatian orang-orang yang berlalu lalang.
Andre datang menenangkannya. "Hei, kau kenapa?" sigap, ia mengusap-ngusap punggung sang istri.
"Ndre, aku gak mau hidup susah Ndre gak mau!"
"Iya aku juga gak mau. kamu tenang, kita cari solusinya sama-sama."
Mata Raina berpendar menatap kosong, teringat ia tentang pernyataan Jayden kembali, kehisterisannya kembali bertambah.
"Sial! ternyata lelaki itu benar-benar dengan ucapannya. Breng sek kau Sheena!!"
*
*
*
Hai, apakabar hari ini? semoga semuanya di beri kesehatan selalu ya🤗
__ADS_1
Jangan lupa like,komen, beri gift, vote, dan bintang lima, terimakasih ✨