
Jayden dan Sheena memutuskan untuk mampir ke restoran sushi yang berada di sekitaran gedung sebagai alternatif makan siang mereka kali ini. Jayden yang memilih semua, Sheena hanya ikut-ikut saja, pria itu diam seribu bahasa, namun tindakannya perhatian diam-diam adalah bukti yang paling nyata dari apapun.
Sheena dan Jayden menduduki tempat yang mengarah langsung pada tembok kaca besar menampilkan jalanan Tokyo yang bersih dan bebas polusi.
Tak lama seorang pelayan datang dan memberikan buku menu pada masing-masing mereka. Sheena mengerut alis, tampak serius ingin memesan apa, lalu melirik ke arah Jayden.
"Tuan, memesan apa?" Sheena menutup wajah, setengah berbisik.
Jayden bergeming sejenak. "Kau sendiri?"
"Gak tau, hehehe." gadis itu nyengir, membuat mata bulatnya melengkung layaknya bulan sabit.
"Samain aja deh sama tuan," lanjutnya lagi.
"Pilihlah menu yang kau mau," kata Jayden tegas. "jangan selalu bergantung pada orang lain, setidaknya kau harus punya pendirian."
Sheena mencebik. "Issh, kok jadi di nasihatin gitu sih?"
Jayden menggeleng, mendengkus geli. "Setidaknya kau harus belajar dewasa, pendek."
Sheena memberengut. "Tuh kan, manggil pendek lagi." Namun Jayden tak menanggapi ocehannya itu.
Kesal, Sheena akhirnya memberanikan diri memanggil waiters, memesan apa yang ingin ia makan menggunakan bahasa Inggris. Seulas senyum jumawa terpatri di wajahnya, benar kata Jayden dia harus mempunyai pendirian, selamanya tak boleh bergantung pada pilihan orang lain.
...----------------...
Sepuluh menit menunggu pesanan mereka akhirnya datang, Sheena memesan paling banyak, tentulah, sesuai dengan porsi makannya.
Aneka sushi dalam aneka warna dan bentuk berbaris cantik di atas piring keramik, memanjakan mata Sheena. ia lalu mengambil sumpit di samping, ia hampir mengambil potongan sushi itu jika tak ingat sesuatu.
"Oh ya lupa." ia menangkup tangan ke depan, "Itadakimasu." serunya, jayden yang sedari tadi memperhatikan, menarik sudut bibirnya diam-diam.
Sheena mengambil potongan besar sushi itu lalu mencelupkannya pada Shoyu, kecap asin khas Jepang yang di taruh di mangkuk kecil.
"Hmm, oishii (enak)," serunya lagi, nampak pancaran kebahagiaan di wajah cantik itu.
__ADS_1
Jayden mendengkus geli, melihat gadis itu yang tampak lahap memakan makanannya, entah kenapa malah membuatnya kenyang. Hanya sekedar melihat dia makan saja? benar-benar ajaib, tampaknya ada yang salah dengan dirinya.
"Tuan gak makan?" tanya Sheena saat melihat Jayden yang bergeming saja.
Jayden menggeleng sebelum ia hendak bicara Sheena sudah lebih dulu menarik piringnya. "Ya udah buat aku aja ya? sayang,kalau gak di makan tuan." Jayden sedikit terperanjat lalu hanya mengangguk saja, mata indah Sheena berbinar dengan pipi yang menggelembung karena makanan.
"Hhmm." Jayden melipat tangan di depan dada, lalu hanya menyaksikan gadis itu makan dengan lahapnya.
Setelah puas makan, kini Jayden dan Sheena berjalan di sekitar trotoar jalan yang di sisi kiri kanan nya tampak rindang di tumbuhi pohon-pohon besar. Sheena menarik nafas dalam-dalam, tak henti-hentinya ia menatap takjub pemandangan di sekitarnya dengan berbinar terang.
Kapan lagi bisa menikmati jalan-jalan di luar negeri tanpa bayar alias gratis tis tis! berbahagialah ia karena bisa menjadi asisten pribadi tuan jayden yang terhormat. Sheena melongok ke samping, diam-diam menarik senyum menatap pria di sisinya ini.
Jayden yang menyadari tatapan Sheena padanya pun berseru. "Apa?!"
Sheena kali ini menggeleng dengan senyum yang tak pernah luntur. "Gak apa-apa tuan."
Jayden mengangkat sudut bibirnya sekilas, pria itu bersidekap dada kembali menatap ke depan, saat itu tak sengaja mata sheena menangkap pemandangan barisan para wanita yang sedang berjalan sambil bercanda riang menggunakan pakaian tradisional negara ini.
"Waaah bukankah yang merasa pakai kimono? mereka tampak cantik," kata Sheena memandang dengan binar di matanya.
Sheena terperanjat lalu menatap Jayden sebait senyum canggung ia tunjukkan. "Eh enggak kok tuan." namun tatapan matanya tak bisa bohong, Jayden tahu.
"Masih ada waktu dua jam sebelum aku kembali sibuk. kau mau berjalan-jalan?"
"Eh?" Sheena melebarkan pupil mata. "Tapi ... gak apa-apa tuan?"
"Memangnya kenapa?" Jayden balik bertanya. Sheena menggeleng.
"Takut ngerepotin tuan."
"Siapa bilang?" tanya Jayden menarik sebelah alisnya.
Baiklah, Sheena tak mungkin bisa kalah jika berdebat dengan pria ini, namun dia pun tak yakin, juga mereka mau kemana?
Jayden berjalan lebih dulu. "Jika kau tak mau kita bisa kembali ke hotel."
__ADS_1
"Eh, tunggu tuan." pada akhirnya keinginan Sheena lebih kuat dari pada rasa canggung nya, ia ingin membuat kenangan di negara sakura ini
"Aku mau."
...----------------...
Mobil bergerak lambat menuju distrik asakuka, yang merupakan salah satu tempat yang menjadi destinasi wisata yang wajib di kunjungi saat di Tokyo, setidaknya itulah yang Sheena tahu saat ia browsing di internet tempat yang akan mereka kunjungi.
Itu semua atas rekomendasi dari Kevin, jayden meminta pendapat pria itu sebelumnya, nampaknya pria itu tahu seluk beluk tentang Jepang jadi dia bisa selalu tahu tempat bagus mana saja yang ada di sini.
Satu jam perjalanan, mereka akhirnya sampai. Jayden sengaja tak memakai pengawalan karna tak ingin Sheena risih. Dan memang khusus untuk ini ia ingin lebih menikmati Seperti kehidupan orang biasa, bukan dengan embel-embel jabatannya sebagai Presdir ataupun ketua mafia. Dia ingin menjalani aktivitas selayaknya manusia normal, walau hanya sebentar.
Mereka kini tepat berdiri di sinsoji temple, kuil senso atau sinsoji adalah ikonnya tempat ini, karna kuil kuno ini banyak di kunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
"Waaah!" Sheena memandang takjub, matanya berbinar-binar terang, tak hentinya berdecak kagum.
"Kau ingin memakai kimono kan?" Sheena mengangguk. "Ayo." Jayden lalu mengenggam tangannya, mereka berjalan bersisian, sang sopir bersama mobilnya dengan setia menunggu di sana.
Jayden dan Sheena sampai di wargo rental kimono, tempat biasanya pengunjung menyewa kimono, memang pas sekali Kevin merekomendasikan tempat ini, Jayden memang sengaja ingin menciptakan nuansa sederhana tak bermewah-mewah saat mengajak Sheena berjalan-jalan.
Staff bagian Kasir menyambut kehadiran mereka dengan ramah, Sheena hanya bisa diam saat Jayden terlibat percakapan sekilas dengan staff itu, lalu dua staff lain datang, menuntun Sheena untuk masuk ke dalam.
"Ikutilah, mereka akan memakai kan kimono untuk mu," kata Jayden menerangkan, Sheena mengangguk dengan ragu ia mengikuti dua wanita itu.
Selang menunggu beberapa saat, Sheena kembali lagi menemui Jayden. ia tampil sangat cantik dengan memakai kimono berwarna pink pastel bermotif bunga sakura yang indah.
Jayden yang memang sudah menunggunya pun terperangah, menatap tanpa berkedip.
Sementara Sheena mengambil nafas dalam-dalam, mengeluarkannya secara perlahan. Tampak sangat gugup, lalu ia pun perlahan berjalan mendekati Jayden. Rambut coklat panjangnya pun kini di gelung rapi di tambah dengan aksesoris tusukan konde khas Jepang yang cantik membuat penampilannya semakin memukau.
Mata yang semula menunduk ke bawah kini mulai menatap pria di depannya. "G-gimana tuan?"
Perlahan sudut bibir Jayden terangkat. "Biasa saja."
Translate: maksudnya 'Kau sangat cantik'.
__ADS_1