
POV Kanaya 02
"Aku tidak biasa bermain lembut, itu bukan slogan ku," perkataannya yang arogan membuatku mencebik.
"Bagaimana jika aku langsung membunuh mereka dan seluruh organ tubuh mereka bisa ku jual ke pasar gelap," katanya berseloroh yang membuat ku justru bergidik ngeri.
"Jangan bodoh, aku meminta mu untuk membuat semuanya seperti kecelakaan karena aku tak ingin terlibat untuk selanjutnya."
"Lalu kenapa kau meminta ku? kenapa tidak menyewa pembunuh bayaran saja?" tanya Yudistira yang membuat ku terdiam. Lelaki maskulin ini pandai sekali menjebak ku dengan pertanyaan.
Aku tak menjawab, suasana hening hanya terdengar suara detak jarum jam saja di mansion mewah miliknya ini.
"Baiklah, aku tak akan bertanya lagi," ujar Yudistira pada akhirnya.
Di saat itu dia bukanlah bos mafia seperti sekarang, namun aku sudah mempercayai nya untuk merencanakan pembunuhan ini. Pada keluarga putriku sendiri, hal yang sangat ku sesali hingga sekarang, di saat itu iblis seperti merasuki diriku, aku tak Ingat apa-apa lagi selain dendam yang teramat besar pada Cakrajaya.
Lalu pada akhirnya di satu kesempatan, Yudistira yang sudah menyusun rencana sengaja mengundang keluarga Cakrajaya pada sebuah pesta yang di selenggarakan nya, sebagai pancingan.
Lalu rencana di eksekusi, Yudistira bermain halus seperti yang ku minta, dia sengaja membuat cakrajaya mabuk lalu para anak buahnya telah menyabotase kendaraan yang di pakainya agar pembunuhan ini terlihat seperti kecelakaan, Yudistira memastikan sendiri padaku bahwa mobil itu akan masuk ke dasar jurang dan aku mempercayai nya.
Namun seperti pepatah bilang manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan, sepertinya sangat cocok menggambarkan situasi saat itu, mobil yang di tumpangi Cakrajaya memang jatuh tenggelam ke dasar jurang yang curam, namun bersamaan dengan satu mobil lagi yang amat ku kenal, keluarga Wicaksono!
"Apa ini tuan Alexander? apa kau memang sudah berencana untuk membunuh Agam Wicaksono juga?"
"Tidak, ini di luar perkiraan ku," katanya dengan raut datar saat kami berdua mengecek langsung di dasar jurang itu.
"Tapi lihat mobilnya? remnya blong seperti sudah di sabotase?" kataku mengecek mobil sedan silver yang sudah ringsek itu, kepulan asap menguar bersama mesin mobil yang berdesing.
"Agam adalah rekan kerja ku, tidak ada rencana aku untuk membunuh nya." pria itu masih bergeming seperti sedang memikirkan sesuatu, tatapan matanya kosong mengarah pada mobil yang ringsek.
__ADS_1
Ah masa bodoh, aku tak mengungkitnya lagi, ada kemungkinan mobil mereka berdua saling bertabrakan sebelum jatuh ke jurang, apapun itu aku senang karena dendam ku sudah terbalas melihat tubuh kaku Cakrajaya yang bersimbah darah Membuat sisi setan ku bersorak.
"Kita pergi, mobil ini akan meledak!" peringat Yudistira,lalu kami meninggalkan area, sebelum tim SAR menemukan jasad mereka.
Berhari-hari kemudian, kabar tentang kematian Cakrajaya dan keluarganya sudah senter terdengar, juga tentang kecelakaan yang menewaskan keluarga Agam Wicaksono yang menurut kepolisian adalah karena kedua mobil itu saling bertabrakan, tak ada yang mengungkit tentang kendaraan yang sudah di sabotase, mungkin Yudistira sudah membereskan semuanya agar tidak meninggalkan jejak.
Lalu di saat itu peranku lah yang amat penting, aku mengambil alih semua yang di miliki Cakrajaya, karena bagaimanapun aku adalah mertuanya tentu aku ambil bagian untuk hal ini, nama perusahaan, properti juga kekayaan lain jatuh ke tangan ku, aku merasa seperti di atas awan.
Hingga satu fakta mengejutkan ku, ternyata putri mereka selamat, Kayla cucuku. Tapi aku tak pernah ambil pusing, toh aku tak pernah menganggap nya cucuku, lalu sampai akhirnya aku mendengar kabar jika Yudistira telah mengambil Kayla, aku langsung menyusul ke mansion Mafia itu.
Di saat itulah aku melihat Kayla yang terbujur kaku dengan luka penuh lebam dengan kepala yang bocor.
Aku terperanjat, tak bisa berkata-kata, gegas ku ambil Kayla dari pria jahanam itu.
"Apa yang kau lakukan mafia breng sek!" aku memakinya tak peduli jika para anggotanya mengepung ku saat itu.
"Ah, kau datang. Aku hanya sedang bermain-main dengan gadis kecil ini," katanya tampak sangat puas.
"Di dalam dunia mafia tak ada alasan masih anak-anak, apa yang membuat kami senang akan kami lakukan." laki-laki itu tertawa seolah ini adalah hal yang lucu.
"Lagipula ini bukan lagi urusan mu, dan kau tidak mengakuinya sebagai cucumu, kenapa kau sepeduli itu?"
Benar, kenapa aku harus peduli? dia adalah putri Cakrajaya, orang yang sangat ku benci. Yang telah mengambil putri ku dariku, yang merampas semua mimpi-mimpi ku.
Tapi di satu sisi bagaimanapun dia adalah putri Adelia, darah Pradipta mengalir di tubuhnya.
"Aku akan membawanya pergi!" ucapku lantang.
Kulihat lelaki dengan banyak tato di tubuhnya itu menyeringai. "Baiklah, jika kau ingin membawanya, bawa sejauh mungkin."
__ADS_1
"Jangan sampai dia bertemu dengan cucuku lagi."
Aku mengernyit kan dahi. "Cucumu?" setahuku lelaki ini bahkan tak menikah, cucu dari mana?
"Daniel Wicaksono, mulai sekarang dia adalah cucuku, namanya telah berganti menjadi Jayden Alexander."
Aku cukup terhenyak. "Kau mengambil putra Agam Wicaksono sebagai cucumu? kenapa?" terbesit sedikit rasa penasaran di benakku.
"Karena dia memiliki potensi besar, aku tak mungkin menyia-nyiakannya, akan ku buat dia sebagai seorang pemimpin besar suatu saat nanti, dia akan menjadi bos mafia yang paling terkenal!" kata Yudistira dengan lantangnya, terdengar nada kebanggaan di sana, aku baru menyadari sisi Yudistira yang seperti ini.
Sebelum ini yang kutahu Kayla memang taruh di panti asuhan yang sama bersama putra Agam Wicaksono itu, panti asuhan terima kasih bunda, mungkin kedekatan putra Agam dan Kayla terjalin di sana, karena sebelumnya juga mereka d rawat di rumah sakit yang bersama, hal itulah yang mungkin membuat Yudistira marah karena cucunya yang dekat dengan Kayla, Yudistira tak ingin cucunya tahu apa yang sebenarnya terjadi pada orang tuanya.
Karena yang kutahu putra Agam ini memang lah anak yang cukup unik, kejeniusannya di atas rata-rata kepekaan nya sangatlah tinggi, pantas Yudistira mengangkat nya sebagai keluarga.
Melihat kondisi Kayla yang semakin parah aku membawa gadis kecil itu, lalu aku membuat perjanjian dengan Yudistira agar kami tidak akan pernah bertemu lagi, biarlah semuanya menjadi rahasia kami berdua, aku akhirnya pindah dari kota itu dengan Kayla bersama ku.
Namun tak berselang lama, naasnya setelah satu bulan di rawat dan dalam kondisi tahap pemulihan, Kayla menghilang, gadis kecil itu di culik.
Aku lalai, sebagai seorang nenek,aku menangis histeris mencari keberadaan nya, namun sampai sekarang Kayla tak pernah di temukan lagi, bahkan Hendrick belum pernah bertemu dengan satu-satunya sepupunya itu, dan itu semua karena ku.
Aku mengusap bingkai foto yang mana terdapat satu keluarga terdiri dari seorang Pria, wanita dan seorang gadis kecil di tengah mereka tersenyum bahagia.
"Andai aku tak bertindak gila saat itu ... " lirihku, lalu satu persatu air mata ku jatuh di atas bingkai foto itu.
"Adelia ... maafkan mama." penyesalan itu kembali menghantam ku.
*
*
__ADS_1
POV Kanaya end