
"Kau!!" teriak lelaki itu terkejut sambil menunjuk Sheena dengan ekspresi tak percaya nya. Sementara Sheena mengerutkan alis melihat tingkah lelaki di depannya ini.
Jayden, Sheena, Kevin dan lelaki itu semuanya sedang berkumpul di ruang kerja Jayden.Niat awal Jayden ingin memperkenalkan Sheena dengan para staf dan juga ajudannya di sini, termasuk Dava, wakil direktur yang merupakan tokoh penting di perusahaan.
Namun saat melihat ekspresi terkejut pria itu melihat Sheena, membuat ketiganya bingung sendiri.
"Kevin." pria dengan gaya rambut mullet juga memiliki tato yang sama dengan Kevin di lengannya itu berbalik menatap wajah tampan Pria yang sedang membetulkan letak kacamatanya itu.
"Jadi ini ... dia, wanitanya Jayden? dia?!" teriaknya histeris.
Kevin mengangguk dengan raut wajah bingung. "Iyah, kenapa reaksi mu begitu?"
Tak memperdulikan pertanyaan Kevin, Dava kembali berbalik menatap Sheena, lelaki ini memang agak sedikit berbeda, dia selalu heboh dan eksentrik dengan apapun.
"Hei, wanita, kau tidak ingat aku memangnya?"
Sheena berkerut. "Siapa?"
Dava memejam tak percaya. "Astaga, kau--" belum sempat menyelesaikan perkataan nyalinya langsung ciut saat melihat tatapan mematikan Jayden di belakang.
__ADS_1
"Ahahaha, itu loh kita pernah bertemu Sebenarnya di halaman mansion Jayden," cicitnya tak ingin membangkitkan api amarah sang sahabat, tenang Dava, bagaimanapun sekarang wanita ini adalah nyonya Alexander, kau harus sabar," batinnya.
"Ah, aku ingat, kau si songong itu ya?" ujar Sheena seperti tak ada beban.
"Apa?!" Dava hampir mengumpat jika saja ia tak ingat umur, buru-buru ia membungkam mulut jika masih ingin hidup, sementara di belakangnya terdengar suara kekehan tertahan dari Kevin. sialan!
"Kalian sudah pernah bertemu sebelumnya?" tanya Kevin masih menahan tawanya.
Sheena mengangguk cepat. "Awal bertemu dia sudah membuat tensiku naik, benar-benar menyebalkan, tak ku sangka dia adalah wakil direktur di sini."
"Jangan salah nona, walaupun penampilannya di luar kantor selalu nyentrik dan tingkahnya random tapi jika sudah di ruang meeting dia akan berubah menjadi monster, sangat menyeramkan." imbuh Kevin.
Dug! Dava menyikut tulang rusuk Kevin hingga pria itu mengaduh kesakitan.
Kali ini wajah Dava tak tertekuk seperti tadi, suara Sheena terdengar begitu lembut masuk saat ke telinganya, ia berfikir bisa menjalin persahabatan dengan wanita yang telah mencuri hati teman es nya ini.
"Dava." ia hendak menjabat tangan Sheena namun lagi-lagi ia mendapati lirikan maut dari Jayden, hingga ia menarik tangannya dan lebih memilih menangkup ke depan dada. Cari aman.
"Dava .... tapi lebih bagus jika namamu Devi saja, bagaimana?" Sheena nyengir, Kevin tertawa puas sementara Jayden menutup mulut meski sedang menahan tawa, berusaha tetap cool.
__ADS_1
"Hahaha, anda baik sekali nona, sepertinya dia memang harus mengganti nama agar otaknya tidak miring lagi," ujar Kevin mengompori.
"Devi ... bagaimana?" Kevin terlihat sangat puas menjahili rekannya itu. Dava melotot dengan kejam, ia memaksakan untuk tersenyum.
"Nama saya itu limited edition nona, jangan seenaknya di ubah." desisnya dengan wajah tertekan.
Melihat wajah murung Sheena yang mendengarnya membuat Jayden berdiri dari duduknya.
"Dava, apa kau sudah bosan hidup?" tanya Jayden dengan kilatan matanya, seketika Dava merinding, Kevin mendekat berbisik di telinganya.
"Sudah turutin saja, sekarang tahta tertinggi kita adalah nyonya Alexander, kau harus menuruti semua keinginannya."
"Fu*cck!" maki Dava dalam hati, seharusnya ia tidak datang kesini hanya karena penasaran demi melihat wanita jenis apa yang berhasil mencairkan dinginnya seorang Jayden, menyesal. Kenapa juga dia harus menurut?
"San Lorenzo ville, kau bisa mendapatkan lahan besar di sana jika menuruti keinginan kekasih ku."
Seketika hidung Dava kembang kempis mendengarnya, lelaki yang garang di luar namun kocak di dalam itu seketika saja mengangkat tangannya.
"Baik nona Sheena, nama saya adalah Devi, sesuai perkataan anda!" ucapnya dengan lantang dan bersemangat.
__ADS_1
Yey! Sheena bertepuk tangan, ia seperti anak kecil di antara tiga pria ini.
Dan mulai hari ini Kevin dan Dava adalah pengawal pribadi juga sahabat untuk Sheena.