Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Happiness


__ADS_3

Sheena mengompres handuk kecil dengan air hangat di baskom yang ia siapkan sebelumnya, Jayden demam, selain tubuh yang gemetar saat Sheena cek keningnya juga terasa panas, jadi Sheena berinsiatif untuk mengompres panas pria itu.


Selain demam, tubuh jayden pun menggigil, baru ia lihat jayden yang jatuh sakit seperti ini, wajah yang selalu angkuh dan datar itu kini tak ada, di gantikan dengan wajah sendu yang terlelap dengan bibir pucat.


Sheena menatap jam digital di atas nakas, pukul tiga pagi, ia menguap tanpa sadar bisa kuat begadang sampai pagi buta begini, biasanya jika badannya ketemu kasur saja bisa langsung hap! lalu molor sampai pagi, biasa tukang tidur!


Di pandangi nya lagi wajah Jayden yang kini terlihat kembali tenang, karna tidurnya tak lagi terganggu, Sheena jadi mengingat-ingat kembali perkataan pria itu barusan.


Kayla ... siapa dia? terdengar tak asing, namun Sheena tak ingat. "Apa jangan-jangan dia kekasih tuan Jayden."


Tapi dari gosip yang dia tahu dan dari sumber terpercaya langsung yaitu Kevin, Jayden tak pernah dekat dengan wanita mana pun, dengan Viona pun Jayden tak pernah terlibat obrolan panjang, jadi kecil kemungkinan Jayden memiliki seorang kekasih, mengingat sifat pria itu yang dingin dan datar.


Kalau ada wanita yang menembaknya untuk menjadi kekasih Sheena percaya, tapi kalau dia yang menembak wanita untuk menjadi kekasihnya ... Sheena tak yakin. Pria ini terlalu cuek untuk memiliki seorang kekasih.


Haah, Sheena tak mengerti, ia terlalu jauh mencari tentang kehidupan pria ini, atau mungkin tanpa sadar, Sheena sudah masuk ke dalam kehidupan Jayden sendiri.


"Tuan kamu terlalu misterius untuk aku yang kepoan," kata Sheena lirih menatap pria yang kini mendengkur halus.


...----------------...


Pagi datang, Jayden bangun dengan rasa sakit yang mendera kepalanya, berdenyut seperti menyetrum semua persendiannya. ia merasakan hangat di keningnya, meraba lalu mengambilnya, sebuah handuk kecil.


Jayden lalu tersadar ketika rasa hangat menyapa tangannya, ia melirik ternyata sebuah tangan mungil sedang mengenggam tangannya erat.


Pemiliknya sedang tertidur dengan posisi membungkuk dengan wajah di atas kasur, Sheena tertidur begitu lelap.


Jayden ingat apa yang terjadi, karna kelelahan ia jadi tertidur di pelukan Sheena, lalu semuanya gelap, hingga ia bangun karena mimpi buruk yang menganggunya. Ia membuang nafas kasar, pasti gadis ini terjaga semalaman karena merawatnya.

__ADS_1


Jayden lalu bangkit dari kasur, melihat Sheena yang terlihat lelah membuatnya tak jadi membangun kan, pelan, Jayden mengangkat tubuh gadis itu lalu memindahkannya ke atas kasur, meluruskan kakinya lalu menarik selimut hingga ke batas dadanya.


"Terimakasih, lagi-lagi aku merepotkan mu," gumamnya menatap Sheena yang terlelap di atas kasur.


Jayden lalu berjalan ke wastafel, mengguyur wajahnya dengan air,ia mendongak menatap pantulan wajahnya di cermin besar yang terletak di sana.


Mengingat kembali tentang mimpinya, membuatnya menggeram kesal, merasa tak berguna, belasan tahun hidup dengan trauma, bahkan misteri kematian orang tuanya tak pernah bisa ia pecahkan, dan kini mereka meminta Jayden untuk hidup tenang dan bahagia, bagaimana bisa? bahkan dengan semua beban yang ia pikul selama ini, tekanan yang selalu datang padanya, akankah ia benar-benar bisa mewujudkan keinginan orang tuanya? yaitu bahagia.


Jayden mengembuskan nafas kasar, wajahnya yang terkena air begitu seksi ia lap dengan anduk yang tersedia di sana.


Ia lalu berjalan ke arah pantry, hendak membuat masakan sederhana untuk dirinya dan juga Sheena, gadis itu pasti akan lapar setelah bangun nanti, pikirnya.


...----------------...


Sementara jauh di tanah air, kepulangan Vania dengan sia-sia membuat air matanya deras mengalir, ia jatuh ke pelukan sang mommy, menceritakan sikap kasar Jayden padanya.


Nyonya Kinara hanya menghela nafas, mengusap-usap punggung sang Putri, "Kan sudah mommy bilang, Jayden memang susah untuk di taklukan, kamu tenang saja, kita tunggu kepulangannya dulu,baru membicarakan lebih lanjut pada tuan Yudis nanti," katanya untuk menenangkan sang putri.


"Jika akhirnya kakak yang akan bersama Jayden, kenapa aku di beri harapan sebelumnya?" gumamnya, terasa nyeri di hati, merasa dia di anak tirikan oleh keluarganya sendiri.


Brak! tuan David menggebrak meja di kursi ruangan rapat yang mana terdapat tuan Yudistira di kursi paling agung sambil menyesap cerutu yang berisi tembakau di tangan kiri menimbulkan kepulan asap di atasnya, tuan Yudistira bersikap santai menanggapi amarah tuan David yang kan menggebu-gebu.


"Bagaimana ini, kau bilang Jayden sudah setuju untuk pertunangan ini? kenapa dia sekarang malah mengabaikannya?!" sentak tuan David.


"Itu salahmu sendiri, memberikan Putri yang tak jelas untuk cucuku, jelas saja di kecewa, kau bilang akan menjodohkan nya dengan Viona, tapi setelah Vania kembali, dia memaksa untuk menjodohkan nya untuk Jayden dan membuang Viona begitu saja, jelas akupun tersinggung, kau anggap apa kesepakatan kita selama ini?" kata tuan Yudistira dengan tenang.


Tuan David membuang nafas. " Baiklah, ku akui aku salah, namun Vania ingin sekali menjadi istri cucumu, aku tak bisa mengabaikan begitu saja keinginannya, bahkan dia kini sedang menangis karena Jayden yang mengabaikannya," tutur tuan David,lesu duduk di kursinya.

__ADS_1


Vania adalah putri kesayangannya, juga kebanggaannya, melihat nelangsa tuan David tidak bisa.


"Baiklah, bagaimanapun kesepakatan kita tak bisa batal, jika kau ingin Vania yang menjadi pendamping cucuku maka kau harus menyerahkan pulau De alger dulu padaku."


Mata tuan David terbelalak, De alger island adalah harta terbesarnya yang berharga, "Apa kau bercanda? bagaimana bisa--"


"Jika tak mau, aku tak memaksa cucuku untuk bertunangan dengan putri mu."


"Pikirkan lah, jika di pikir kesepakatan investasi di antara kita tidak lah begitu penting, tapi banyak pengusaha yang ingin putrinya bersanding dengan cucuku, bahkan ada yang lebih dirimu, kehilangan kesepakatan ini bukan berarti kehancuran ku."


Sial! tuan David menggeram seraya mengumpat kasar. "Baiklah, aku akan meminta pengecara untuk mengurusnya," ucapnya tanpa pikir panjang. bagaimana pun dia juga membutuhkan kesepakatan ini untuk keberlangsungan perusahaannya.


Tuan Yudistira menyeringai, akhirnya dia mempunyai wadah besar untuk menampung gudang untuk bisnisnya dalam skala besar, De alger island adalah pulau yang teramat besar dengan sumber kekayaannya, ini akan sangat menguntungkan.


...----------------...


Sheena terbangun setelah wangi masakan yang begitu menyengat Indera penciumannya, memaksanya untuk kembali ke dunia nyata.


"Waah aromanya enak sekali," gumamnya dengan masih menutup mata, ia lalu berdiri dari tempat tidur, berjalan mengikuti aroma sedap itu.


Ia lalu membuka mata, terkejut karena melihat Jayden yang ada di pantry, bukankah pria itu masih sakit?


"Tuan, kenapa ada di sini?!"


"Kau sudah bangun?" tanpa menjawab pertanyaannya, Jayden meletakkan dua piring di atas meja panjang.


"Tuan, udah gak sakit?" tanya Sheena memastikan, dengan wajah melongonya.

__ADS_1


"Tidak," kata Jayden menggeleng.


Dia sudah memutuskan, untuk mewujudkan keinginan orang tuanya. Yaitu, mencoba untuk menikmati hidupnya. Happiness.


__ADS_2