
Hari ini langit malam tampak jernih tanpa gemerlap bintang. Di sini, di tempat ini, Sheena berada. Di kemeriahan acara pertunangan Andre dan Raina di selenggarakan.
Kenapa dia bisa berakhir di sini? Jawabannya satu, hanya ingin membuktikan pada mulut-mulut yang mengatakannya tak bisa move on dari Andre.
Apalagi kedua kutu kupret yang kini sedang menyambar makan di prasmanan. Randi dan tengi, temannya Andre yang juga anak dari sahabat bisnis ayahnya.
"Waaw, ternyata kau datang juga, kau membuktikan ucapan mu." Randi datang bersama dengan antek-anteknya, Jono dan Jenni. jangan kalian mengira kalau yang namanya jenni adalah wanita, Ya, dia pria. bayangkan seputus asa apa orang tuanya hingga menamakan anak laki-lakinya seperti nama anak perempuan. Yang pasti bukan urusannya sih.
"Bagus, bagus, berarti emang lo udah move on beneran ya." Randi bersikap pongah dengan melipat tangan di depan dada. Membuat Sheena mencebik menatapnya.
"Iyalah, aku udah move on,dari dulu!" Sheena tak kalah pongah, sambil bersidekap dada juga.
"Ya udah, lo kan sendiri nih gak punya gandengan, mending sama gue aja yuk?"
Sheena mengerling. "Idih males gile, mending sendiri dari pada sama situ."
"Udah lah lo gak usah sombong gitu, perempuan yang udah di tinggal nikah Jangan sok jual mahal lagi, harga lo udah rendah tau gak?"
Sheena menggeram kesal. "Heh, kalau ngomong tuh di jaga ya mulutnya! ibumu juga wanita, bisa-bisanya merendahkan wanita kaya gitu."
Randi mendengkus malas. "Ya ibu gue mah beda lagi."
"Lagian nih ya, semua orang juga udah tahu citra buruk lo, yang cuma sekedar anak pungut!"
Sheena membelalak dengan mata terkejut. "Kamu? darimana kamu tahu."
"Yah, dia ketinggalan info guys," ucap Randi menatap kedua antek-anteknya, Jono dan Jenni tertawa.
"Bokap gue kan punya kekuasaan di sini, gue pasti tahulah aib keluarga lo! bukan-bukan." Randi menggeleng meralat ucapannya. "Bahkan seluruh orang di sini juga tahu Lo itu anak haram!"
"Cuma lo doang yang terlambat tahu." Lalu Randi tertawa di ikuti antek-anteknya yang ikut terbahak.
Mungkin hanya dirinya yang terakhir tahu, karna orang tuanya memerintahkan semua orang yang tahu untuk menutup mulut darinya.
__ADS_1
Sheena menatap penuh amarah, matanya memicing dengan tangan terkepal kuat, suasana hening tiba-tiba ramai saat Sheena melayangkan sebuah pukulan tepat di wajah Randi. Gadis itu memukul wajah Randi dengan high heels miliknya, hingga pria itu mengaduh kesakitan mengundang perhatian banyak orang.
"Kalau ngomong tuh di jaga yah, kamu gak pernah di sekolahin orang tuamu atau bagaimana?!" Sheena menatap dengan berapi-api, tak perduli dengan jerit kesakitan Randi juga banyak orang yang sudah berkumpul mengerumuni mereka.
Karena hal itu, Dimas menghampiri kakaknya, Sheena memang sengaja mengajak Dimas untuk menemaninya ke pesta pertunangan ini. Pernikahan Andre dan Raina sendiri akan di selenggarakan setelah dua minggu pesta pertunangan ini usai, setidaknya itulah kabar yang ia tahu dari hasil menguping ibu-ibu di tukang sayur.
"Kakak ada apa ini? kakak memukulnya?" tanya Dimas melihat kakaknya dengan nafas memburu juga Randi yang terus mengaduh kesakitan.
"Heh,kamu apain anak saya hah?!" Sentak seorang wanita bertubuh gempal yang langsung saja menerjang Sheena dengan sebuah pukulan.
"Anak ibu yang mulai duluan, dia gak punya adab!" Ucap Sheena tak kenal takut.
"Oh, kamu rupanya." wanita dengan perhiasan mentereng itu tersadar setelah melihat wajah Sheena dengan jelas.
"Wanita gak tahu diri, bisa-bisanya menghancurkan pesta orang lain!" teriakan lantang ibu dari Randi telah mengalihkan perhatian semua orang hingga kini tertuju ke arah mereka, begitupun dengan kedua mempelai yang akan melangsungkan ikatan pertunangan itu, Andre dan Raina menatap Sheena dengan tatapan tak biasa.
Sheena mengepalkan tangan ketika tak sengaja ia menangkap senyuman sinis di wajah Raina yang dipenuhi riasan itu. Sheena sudah bisa menebak ini memang siasat dari wanita itu, mengirim Randi berserta antek-anteknya untuk mempermalukannya di sini.
Mereka bertemu saat di bangku SMA dan menjalin pertemanan hingga kuliah, Sheena terkadang membantu perekonomian keluarga Raina yang memang dari kalangan tidak mampu, bahkan ayahnya yang dermawan telah berbaik hati membiayai semua uang semester Raina ketika gadis itu dalam masa terpuruk.
Tak di sangka semua perlakuan baik keluarganya malah di balas kejahatan oleh gadis itu, gadis yang terkenal lugu dan pendiam malah diam-diam menghancurkan hubungan sahabatnya sendiri. Salahnya juga saat dekat Andre, Sheena memperkenalkan Andre dengan Raina. Namun tidak apa-apa berkat Raina dia jadi tahu sifat Andre yang sebenarnya.
"Lihat, kalian lihat,wanita liar ini telah membuat wajah putraku cidera."
"Dasar wanita pembawa sial!" makinya pada Sheena.
Semua orang mulai berbisik-bisik, menatap Sheena dengan tatapan sinis.
"Eh, bukankah dia itu mantannya Andre, yang di tinggalkan saat hendak ijab Kabul itu?"
"Benar, dengar-dengar dia itu di cap sebagai pembawa sial di tempat ini."
"Pantaslah calon mempelai pria-nya kabur dan memilih wanita lain, toh dianya aja pembawa bencana, gak pantes buat siapa-siapa."
__ADS_1
"Kau tahu? Dengar-dengar dia tuh cuma anak angkat, asal-usul nya gak jelas cocok di sebut gadis terkutuk."
"Memang sudah benar lah si Andre ninggalin dia, Raina lebih cantik dan tentunya pembawa keberuntungan, bukan kaya dia yang pembawa sial."
"Kalau bukan karna pak Hamid yang punya kekuasaan di sini, sudah pastilah dari dulu dia sudah di usir dari sini."
Bisikan cemoohan dan caci maki itu memenuhi indera pendengaran Sheena, seakan berkeliling mengerumuninya. Sheena menutup kuping kuat-kuat.
Andre yang melihat Sheena di permalukan hanya bisa menatap,tanpa mau ikut campur, padahal ayah Sheena telah banyak membantu keluarganya dulu, Namun Andre tak perduli, karna cap Sheena sebagai anak pembawa sial pula,yang membuatnya memilih untuk membatalkan pernikahan dengan gadis itu. Andre tidak mau ketularan sial yang di bawa Sheena.
Sementara Raina sebaliknya, di balik riasan tebalnya gadis itu tersenyum puas, akhirnya bisa melihat Sheena yang di permalukan adalah kesenangan tersendiri untuknya.
Sejak dulu, Raina memang selalu iri dengan Sheena yang cantik dan juga pintar di akademi, yang selalu di eluh-eluhkan oleh kaum Adam. apalagi ketika dia tahu Andre pria yang telah mencuri hatinya telah di jodohkan dengan gadis itu, membuat kebencian Raina terhadap Sheena semakin memupuk.
Hingga Raina berhasil menjebak Andre dan melakukan hubungan di luar pernikahan dengannya, Andre yang mengatakan akan bertanggung jawab akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya dengan Sheena.
Raina telah berhasil pada tujuannya, menghancurkan hidup Sheena dan merebut apa yang dia punya.
Dimas menatap nanar kakaknya yang di permalukan, lalu bocah sepuluh tahun itu berjalan ke tengah melindungi tubuh sang kakak.
"Hentikan omongan kalian, kakak ku tidak seperti yang kalian katakan!"
"Heh, anak kecil gak usah ikut campur." seseorang mendorong tubuh Dimas dengan kasar, hingga bocah itu hampir terjengkang namun tubuhnya di tahan oleh seorang pria.
"Bisakah kalian tidak memakai kekerasan." Sheena segera saja memeluk adiknya, gadis itu bahkan tidak menangis, dia ingin membuktikan pada mereka bahwa ia adalah gadis yang kuat.
"Ya sudah kalau tidak mau memakai kekerasan, kalian pergi dari sini," ucap seseorang.
"Perawan tua, mana ada lelaki yang mau dengan mu setelah tahu kau adalah pembawa sial," Ujar ibu Randi.
"Aku!" seseorang tiba-tiba berseru. Sheena membulatkan mata, tak asing dengan suara itu
"Aku yang mau."
__ADS_1