Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin

Menjerat Cinta Sang Mafia Dingin
Feeling love


__ADS_3

"Hanya itulah yang ku tahu, kau menghilang lalu di temukan kembali di panti asuhan yang berbeda dengan keadaan kritis juga hilang ingatan. Ada kemungkinan, Yudistira atau Kanaya lah yang melakukan ini semua," ujar nyonya Lavenya menatap ke depan, menutup dark story ini dengan terperinci setelah lebih dari lima belas tahun ia sembunyikan.


"Kenapa?" Sheena menunduk dengan bulir air matanya yang terjun bebas begitu saja. Mengetahui fakta bahwa neneknya sendiri lah yang telah melakukan semua ini membuat ia merasa sangat sakit.


"Padahal dia adalah nenek ku, apa dia sebenci itu dengan ayahku, dengan diriku?"


Padahal ia sudah menantikan ingin bertemu dengan keluarga aslinya dengan ayah ibunya, namun sayang Sheena tidak akan pernah bisa bertemu secara langsung dengan mereka.


Nyonya Lavenya menatap sendu hatinya ikut teriris sembilu, ia lalu membawa Sheena ke dalam pelukan, menepuk-nepuk pelan punggung gadis itu.


Jayden bergeming dengan giginya bergemelutuk, lagi-lagi wanitanya harus menangis, ia tak sanggup melihat itu, ia tak bisa rasanya seperti ia ingin membunuh seseorang saat ini juga dari pada melihat Sheena yang bersedih.


"Jangan menangis, kedua orang tua mu sudah bahagia di alam sana." meskipun Lavenya tak berhak menyuruh Sheena untuk berhenti menangis karena pada dasarnya menangis adalah bentuk emosional alami manusia.


"Kau tumbuh dengan baik di keluarga yang harmonis, itu membuat ku juga ikut bahagia," katanya lagi, punggung Sheena bergetar semakin histeris ia menangis.


Beberapa saat suasana di warnai dengan tangisan, haru sekaligus lega saat inilah yang Sheena rasakan, akhirnya ia tahu tentang asal-usul nya, siapa keluarga aslinya, meskipun fakta yang ada membuatnya tercengang sekaligus sedih.


Melihat Sheena yang sepertinya tiga dalam kondisi baik-baik saja, membuat nyonya Lavenya khawatir.


"Tuan Daniel, sebaiknya anda bawa Sheena kembali, ia terlalu syok ada banyak beban pikiran yang menghantuinya, mentalnya harus di stabilkan."

__ADS_1


Jayden mengangguk dengan usulan nyonya Lavenya, apalagi saat melihat wajah pucat Sheena di pelukannya membuat kini ia juga ikut khawatir, mereka akhirnya memilih kembali setelah berpamitan dengan nyonya Lavenya.


Wanita tua itu melambai setelah mobil yang di kendarai Jayden melaju ketika hari semakin gelap, matanya menatap kosong ke depan, ada rasa lega sekaligus euforia yang mendalam, karena telah berhasil memenuhi janjinya pada Adelia untuk menemukan putrinya yang hilang.


"Apa kau melihatnya Adelia? putri mu sangat mirip dengan mu, dengan sifat seperti Cakrajaya. Semoga kalian berdua tenang di alam sana." gumamnya menatap langit cantik yang berwarna jingga keemasan.


...----------------...


Jayden membawa tubuh mungil Sheena yang tertidur dalam pelukan gendongannya, para maid berduyun-duyun menghampiri menghadap sang tuan, lalu pak Hans datang selaku kepala maid di sini.


"Mau saya bantu tuan?" tawarnya.


"Baik tuan." pak Hans mengangguk patuh.


Jayden lalu melanjutkan langkahnya.


"Wah aku tidak salah dengar? barusan tuan memanggil nona Sheena dengan sebutan 'istriku' apa mereka sudah menikah."


"Sepertinya mereka telah menikah, ini kabar yang menggembirakan."


"Tuan Jayden yang dingin dan anti wanita, benar-benar telah berubah."

__ADS_1


"Ini semua berkat kedatangan nona Sheena."


"Waaah sepertinya akan ada pernikahan besar yang sebentar lagi akan di selenggarakan."


Bisik-bisik mulai terdengar setelah kepergian Jayden, pak Hans menoleh dengan tatapan tajam. "Ssst! tutup mulut kalian, cepat laksanakan perintah, jangan lelet!"


Lalu mereka buru-buru bubar dengan secepat kilat setelah mendapat ultimatum barusan.


...----------------...



Jayden membaringkan tubuh Sheena di atas kasur yang sudah di rapikan sebelumnya, dengan hati-hati ia rebahkan kepala Sheena di atas bantal, lalu selimut ia rebahkan hingga menutupi sampai sebatas dada, di tatapnya dengan lekat wajah cantik itu, terlihat masih ada sisa-sisa bulir air mata yang menggantung di bulu matanya yang lentik, Jayden mengusapnya dengan ujung jari, lalu mengecup kedua mata indah secara bergantian.


"Setelah ini ku pastikan kau tidak akan merasa kan sakit lagi." Menatap dengan penuh kelembutan." aku mencintaimu." bisiknya di telinga Sheena, lalu mengecup singkat kening gadisnya itu.


*****


Hai, apakabar hari ini? semoga semuanya di beri kesehatan selalu ya🤗


Jangan lupa like,komen, beri gift, vote, dan bintang lima, terimakasih ✨

__ADS_1


__ADS_2