
Meili baru saja membuka pintu apartemen Elin ,setelah bel tempat tinggal itu terus berbunyi , " Apa dia sudah kembali ? " tanya cepat Hannah dan Meili menggelengkan kepalanya.
" masuklah " ucapnya lagi.
" Bagaimana ini dan dimana dia ? " panik Hannah , " duduklah Hannah " ucap Meili yang tidak tahu lagi harus bicara apa , ia tidak lagi bisa menenangkan orang lain karena dirinya sendiri sudah begitu panik.
Tidak ada titik cerah dimana keberadaan Elin , padahal Daniel sudah begitu banyak mengerahkan banyak orang untuk mencari perempuan itu , namun tidak ada yang bisa menemukannya.
Hannah yang datang bersama Mike , menjadi terdiam saat menemukan Daniel yang terlihat begitu kacau dan terdiam seperti orang yang sedang depresi , " apa tidak ada kabarnya sama sekali ? " tanya Mike pada Meili.
" Tadi pagi dia menghubungi Laurent , manager di tempat ia magang dan setelah itu handphonenya kembali tidak aktif " jelas Meili , " apa kalian sudah melakukan pencarian ? "
" Bahkan sudah melakukan lebih dari itu , namun ntah dimana keberadaannya " sahut Meili menghela nafas dan terdengar begitu putus asa.
" Dia pasti akan kembali hari ini " ucap Mike.
" Aku sangat berharap Tuhan mendengarkan ucapanmu " sambung Meili bersungguh-sungguh , karena ia juga sangat mengharapkan itu.
" Apa dia sudah makan ? " tanya Mike lagi sambil menunjuk ke arah Daniel yang tidak munggubris kedatangannya , " bahkan dia tidak terpejam sedikit pun " sahut Meili yang kembali menghela nafas.
" Kau terlihat begitu kacau bung" ucap Mike mendekat , namun Daniel masih terlihat begitu acuh , ia hanya menatap sebentar dan kembali dengan lamunannya.
" Jangan menghancurkan dirimu , Elin benar benar akan pergi jika melihatmu seperti ini , begitu menakutkan " ujar Mike yang sengaja memancing Daniel untuk berbicara.
" Jika kau terus seperti ini , mungkin dia akan kembali dan kau sudah mati " sambungnya karena Daniel terlihat tidak bergeming , " Mike " ujar Hannah dengan membesarkan kedua matanya karena ucapan yang terdengar begitu kasar , " Jangan lagi menggodanya Mike , dia sudah cukup terpukul " ucap Meili yang begitu tidak tega melihat kondisi kakaknya yang begitu hancur.
" Tapi cobalah untuk makan sedikit Daniel , kau juga butuh tenaga untuk mencarinya " ucap Mike yang tidak kalah khawatir pada kondisi saudara sepupunya itu , " aku hanya ingin dia kembali " ucap lemah Daniel.
" Dia pasti akan kembali , percayalah " ucap Mike mendekat dan menepuk pelan punggung laki-laki itu.
****
" Aku begitu kenyang " ucap Elin tersenyum begitu senang dengan tangan yang mengusap perutnya , " paman benar benar tidak berbohong , makanan buatan tangan bibi benar-benar sangat enak " lanjutnya.
" Apa kau sudah menyerah ? " tanya David tertawa melihat wajah kekenyangan Elin, " ya , bahkan mataku menjadi ikutmengantuk " sahut Elin , membuat semua orang menjadi tertawa karena tingkahnya.
__ADS_1
" Tidurlah jika kau sudah mengantuk " ucap Jamie.
" Tidak bibi , malam ini aku harus pulang "
" Tapi kau terlihat begitu mengantuk " sambung Jamie yang begitu khawatir jika membiarkan perempuan muda itu pulang dengan keadaan seperti itu.
" Aku akan mengantarnya bi " ucap David memotong , " terimakasih tuan , tapi aku akan pulang sendiri " kata Elin menolak.
" Tidak ini sudah sangat malam jika kau harus pulang sendiri nak , David akan mengantarmu " sambung Larry dan Elin menjadi pasrah karena tidak ada satu orang pun yang menyetujui pilihannya.
" Apa kau mabuk ? " tanya David saat melihat wajah Elin sedikit memerah , " tidak , aku hanya mengantuk " kata perempuan itu berkilah , Wine yang ia nikmati bersama BBQ , tentu tidak akan cukup membuatnya mabuk namun berhasil membuat pikirannya kembali santai.
" Gunakan ini " ucap Jamie sambil mengenakan auther berbahan tebal pada tubuh Elin , " bibi ini sangat hangat " ucap Elin tersenyum dan merasa begitu nyaman dengan balutan pakaian yang di kenakan pada tubuhnya.
" Kau harus datang lagi kemari " ucap Jamie dan Elin menganggukkan kepalanya " tentu , aku pasti akan merindukan paman dan bibi " sahutnya.
" Terimakasih bibi " ucap Elin dan memeluk tubuh wanita itu begitu erat , " untuk ? " tanya Jamie sedikit bingung karena ia tidak pernah melakukan apapun untuk perempuan itu , yang ada dia dan Larry yang merasa beruntung dengan kehadirannya.
" Untuk segalanya , berkat kalian aku tidak merasa sendiri " jelasnya.
" Kau harus lebih sering datang kemari " sambung Larry mengusap ujung kepala Elin yang masih berpelukan bersama istrinya.
" Kau juga harus lebih sering melihat kami " ucap Jamie saat tubuhnya sudah beralih memeluk David , dan laki-laki itu menganggukkan kepalanya , " kau harus menjaga dirimu dan aku tidak ingin mendengar paman mengeluh karena bibi tidak ingin meminum obat " ucap David.
" Apa sekarang kau sudah menjadi seorang pengadu Larry ? " ujar Jamie kesal , membuat semua orang menjadi tertawa.
" Aku pulang paman " pamit David yang kini beralih memeluk tubuh tegap Larry , " bibimu benar , kau harus lebih sering datang kemari " ucap Larry dan David kembali menganggukkan kepalanya.
" Istirahatlah " ucap Elin mengusap lembut punggung tangan Jamie , sebelum berjalan menuju mobil David.
" Pastikan kau mengantarnya dengan selamat David " teriak Larry tertawa saat mobil pemuda itu perlahan meninggalkan halaman rumahnya.
" Rumah kita kembali sunyi " ucap Jamie saat menyadari mereka kembali berdua , " mereka akan kembali " ucap Larry yang mengerti jika istrinya sedang sedih karena kepergian Elin dan David dari rumahnya.
" Tidurlah , kau terlihat begitu lelah " sambung Larry sambil mencium pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
****
Mata David tidak berhenti melirik kearah Elin yang tertidur begitu pulas di sebelahnya ,
bahkan ia tidak tega untuk membangunkan perempuan itu meski mobilnya sudah berhenti tepat di gedung yang menjulang tinggi yang menjadi tempat tinggal Elin.
" Apa kita sudah sampai ? " tanya Elin dengan suara parau.
" Astaga kenapa kau tidak membangunkan aku David " ujarnya setelah menyadari kalau mobil yang membawanya sudah berada di depan gedung Leonard , " kau tertidur begitu pulas " jelas David.
" Terimakasih David " ucap Elin dengan bergegas membuka seat belt yang terpasang pada tubuhnya ," hati hati dalam perjalananmu dan sampai bertemu besok " ucapnya lagi lalu segera keluar dari dalam mobil.
Elin menarik nafasnya , sebelum kembali melanjutkan langkahnya menuju gedung tempat tinggalnya itu , " semoga tidak ada siapa-siapa disana " gumamnya lalu kembali melangkahkan kakinya.
" Nona " sapa terkejut seseorang saat melihat kedatangan Elin dari arah pintu lobby ,
semua petugas apartemen tidak ada satu pun yang tidak mengetahui kabar menghilangnya perempuan itu , karena orang-orang suruhan Daniel terus terlihat sibuk di dalam gedung tempat mereka bekerja.
" Selamat malam nona " sapanya pada Elin , yang sedikit mengejutkan perempuan itu.
" Malam " jawab Elin ragu , ia begitu bingung saat melihat mata semua karyawan apartemen memberikan tatapan terkejut dengan kedatangannya.
" Apa ada yang ingin anda butuhkan nona ? " tanya petugas dan Elin menggelengkan kepalanya lalu mempercepat langkahnya menuju pintu lift yang akan membawa ke tempat tinggalnya.
Klek " suara kode pintu yang terbuka dan semua orang yang berada di dalam ruangan menjadi menatap cemas kearah pintu.
" Elin " panggil Meili begitu senang saat melihat perempuan itu datang dari balik pintu , begitu pun semua orang yang berada disana terlihat menarik nafasnya dengan begitu legah setelah melihat kondisi Elin baik-baik saja.
" Elin maafkan aku , kau sungguh salah paham " ucap Hannah yang ingin berjalan menghampiri perempuan itu namun terhenti karena tangan Mike lebih dulu menariknya.
" Kau bisa membicarakan itu nanti , sekarang ada orang yang lebih penting yang harus bicara dengannya " ucap Mike begitu pelan dan Hannah mengerti lalu mengundurkan langkahnya.
" Sebaiknya kita pergi Meili " ajak Mike , yang ingin membiarkan Daniel dan Elin menyelesaikan masalahnya tanpa terganggu oleh kehadiran mereka , dan Meili yang mengerti langsung beranjak menuju pintu , namun berhenti sebentar tepat di hadapan tubuh Elin ," Aku begitu senang kau kembali " ucapnya memeluk erat tubuh sahabatnya itu , walau Elin masih nampak terdiam.
" Ayo Meili " ajak kembali Mike , dan dengan berat hati Meili melepas pelukannya pada Elin , meninggalkan dua manusia yang saling bertatapan dengan ruangan yang kembali terasa sunyi.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚