Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Ternyata benar Dia Orangnya


__ADS_3

" Hai maaf aku terlambat " ucap Elin pada teman-teman kantornya yang lebih dulu berada di dalam ruangan , hampir Tiga puluh menit ia terlambat dari jam istirahat kantor karena makan siang yang terlambat ralat tapi sengaja menjadi terlambat karena ulang kekasihnya.


" Kenapa harus minta maaf ! " sahut Cussy dengan sedikit mengangkat ujung bibirnya.


" Tentu kau bisa melakukan apapun disini " sambungnya lagi dan itu membuat semua orang menatap heran padanya termasuk Elin , " ya kau benar Cussy , tapi aku meminta maaf karena aku menghargai "ucapnya tegas.


" Menghargai ? " ulang Cussy tertawa smirk lalu kembali berkutat dengan computer di hadapannya tanpa memperdulikan orang-orang yang masih menatapnya dengan dahi yang sedikit berkerut.


Elin menghela nafasnya untuk meredahkan emosi yang tiba-tiba hadir karena perkataan Cussy , ntah mengapa ia merasa perempuan itu menjadi begitu menyebalkan akhir-akhir ini.


Baru saja ia kembali ingin berbicara tiba-tiba telepon di dalam ruangan berbunyi , " biar aku saja yang angkat teleponnya Bim " ujarnya saat melihat laki-laki itu ingin beranjak dari tempat duduknya.


" Selamat siang dengan ruang Direktor disini " sapanya di telepon.


" Nona Elin " panggil dari seberang telepon.


" Ya saya sendiri "


" Ini Maria Nona "


" Oh ya Maria " kata Elin dengan mengecilkan suaranya dan melihat pada semua orang.


" Bagaimana ? " tanyanya.


" Apa anda sudah punya waktu sekarang ? "


" Emm ya "


" Baiklah temui saya di ruang monitoring Nona "


" Baik Maria " jawab Elin lalu menutup teleponnya.


" Ada apa Elin ? " tanya Bimo dari tempat duduknya.


" Ms.Maria , ada yang ingin di bicarakannya padaku " jelas Elin seraya kembali berjalan ke tempat duduknya.


" Tepat sekali kau yang menjawab teleponnya " kata Bimo tertawa dan Elin ikut tersenyum , " ya aku harus kembali pergi , dia sudah menungguku "

__ADS_1


" Silahkan Nona muda , seperti yang aku bilang kau bisa melakukan apapun di kantor ini " timpal Cussy menyela , membuat Elin kembali menatapnya dengan tajam , lalu menghela nafas dan membiarkan kekesalannya pada perempuan itu meski ia sangat bisa membalasnya dengan perkataan yang lebih tajam.


Bimo terus menatap pada langkah Elin yang berjalan meninggalkan ruangan dan setelah perempuan itu benar-benar menghilang dengan cepat ia memutar kursi kerjanya menghadap meja kerja Cussy , " Ada apa denganmu Cussy ? " tanya Bimo dengan kedua alis yang saling bertaut , ia sungguh menjadi kesal setiap kali wanita itu berbicara pada Elin , " Kenapa ? memangnya ada apa denganku ? " tanya Cussy seolah bertanya pada dirinya sendiri dengan bibir yang tersenyum.


" Ceh , semakin kesini kau semakin memperlihatkan kalau kau iri pada Elin " ucap Bimo tanpa berpikir dengan ucapannya.


" Huh , apa kau gila Bim ? mana mungkin aku iri pada Elin dan apa yang harus aku irikan padanya " balas Cussy tak terima dengan raut wajah kesal yang tidak bisa ia sembunyikan.


" Tentu ada , dia gadis yang cantik , baik dan juga kekasih pemilik perusahaan dimana tempat kau bekerja "


dan sesaat suasana menghening dengan wajah Cussy yang terlihat memerah karena emosi , " dia hanya gadis yang beruntung dan aku rasa tuan Daniel memiliki selera yang payah " ucapnya sedikit tertawa.


Mendengarnya berbicara seperti itu tentu David ikut beraksi dengan menatapnya tajam , " yang payah itu jika tuan Daniel mempunyai kekasih sepertimu " ucapnya begitu kesal.


" Oh astaga aku lupa kalau disini juga ada laki-laki dengan selera yang payah ,bahkan perasaannya di tolak mentah-mentah " kata Cussy membalas.


David menggenggam erat tangannya menahan diri untuk tidak melayangkan pukulan pada Cussy.


" Aku tidak menyangka jika kau mempunyai hati yang begitu buruk " ucap Bimo tertawa dengan mata yang menatap tajam pada satu-satunya perempuan yang berada di dalam ruangan , " jangan merasa begitu bersih Bimo " .


" Memang tidak , tapi setidaknya aku tidak begitu jahat dengan meneror temanku sendiri" balas Bimo dan berhasil membuat wajah Cussy memucat seketika.


" Jaga bicaramu Bimo " teriak Cussy begitu emosi dengan jari yang menunjuk padanya , " ya ya tanpa bicara pun sepertinya semuanya akan terungkap sebentar lagi "


" Elin bukan wanita yang bodoh Cussy dan kau benar-benar telah bermain api " lanjutnya membuat Cussy tercekat untuk kembali berbicara , " sebentar lagi kalian juga pasti akan tahu apa yang sudah di perbuat teman kita ini pada calon nona muda " ucapnya pada Frans dan David.


" Saranku minta maaf-lah pada Elin sekarang , sebelum semuanya terlambat " tambahnya dengan sedikit tersenyum seraya memutar arah kursi kerjanya untuk kembali menghadap dengan benar.


~


" Maria " panggil Elin pelan sambil membuka pintu ruang monitoring , " kemari Nona " ajak Maria sambil melambaikan tangan.


" Rekaman tanggal berapa yang ingin anda lihat ? " tanya Maria dan Elin terlihat berpikir sesaat " aku lupa tanggal berapa itu , mungkin satu minggu sebelum acara Fashion Show di mulai " jelas Elin dan tangan Maria sudah bergerak menggeser layar computer untuk membuka file rekaman cctv sesuai hari permintaan Elin , " kita akan mulai di hari ini , kalau tidak salah ini satu minggu sebelum cara Fashion Show itu di mulai " ucapnya memberi tahu dan Elin segera menyimak dengan teliti.


" Tunggu Maria , dimana orang lain ? " tanyanya saat menyadari tidak ada orang lain di sana kecuali mereka berdua.


" Aku takut ini sebuah rahasia jadi aku meminta karyawan yang sedang bertugas untuk keluar sebentar " jelas Maria dan Elin mengangguk dengan menghelas nafas legah , " terimakasih Maria kau mengambil keputusan yang tepat " pujinya membuat bibir wanita itu melengkung dengan bangga.

__ADS_1


" Boleh kita lanjutkan sekarang ? " tanya Maria dan Elin mengangguk.


Rekaman satu persatu telah di perlihatkan dan Elin belum menemukan apa yang ingin ia pastikan sampai pada slide ke empat dengan mendadak ia menekan tombol pouse saat rekaman itu memperlihatkan tubuh Cussy masuk ke dalam ruang kerja mereka , " wow teman sekantor anda rajin sekali nona " ucap Maria membuat Elin menoleh padanya.


" Rajin ? " ulang Elin dengan dahi yang sedikit berkerut karena tidak mengerti.


" Ya dia sudah datang begitu pagi " tunjuk Maria pada waktu rekaman yang tertulis di pojok sebelah kanan layar.


" Ya kau benar dia datang begitu pagi hari itu " sahutnya setuju , sesaat ia menarik nafas untuk menepis pikiran buruk yang terlintas di benaknya , ia sangat tahu hari itu orang yang pertama datang ke kantor adalah Bimo kemudian dirinya dan tidak ada Cussy disana , " aku harap itu bukan kau Cussy " gumamnya seraya memejamkan matanya sesaat , lalu mencoba kembali melanjutkan video rekaman cctv.


Deg " jantung Elin berdegub dengan tubuh yang bergetar saat rekaman cctv itu kini tengah memperlihatkan tubuh Cussy berada di sisi meja kerjanya seraya mengeluarkan secarik kertas lalu meletakannya disana , " ternyata benar dia orangnya " gumamnya tak percaya "


" Sudah Maria "ucapnya sambil menghentikan video rekaman cctv itu berlangsung.


" Sudah nona ? " tanya Maria bingung dan tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi.


" ya , terimakasih Maria aku harus kembali ke ruanganku "


" Baik Nona "


~


Semua orang melihat ke arah pintu yang baru saja di buka oleh Elin yang masuk ke dalam ruangan dengan tergesa-gesa menuju meja kerjanya lalu mengobrak-abrik tasnya untuk mencari sesuatu yang ia pelukan saat ini " ada apa Elin ? " tanya David dan Bimo bersamaan karena ikut khawatir melihat Elin yang terlihat panik, sementara Cussy hanya terdiam dari tempatnya dengan ikut mengamati gerak wanita itu.


Mata Elin terpejam sesaat seraya menghela nafasnya setelah menemukan dua lembar kertas yang ia cari , lalu kembali berjalan menuju meja kerja Cussy .


Plaakk " tangan Elin melayang begitu saja di wajah perempuan itu , membuat semua orang terkejut dan mendekat.


" Ini untuk kata jalang yang telah tunjukkan padaku Cussy " teriaknya sambil melempar dua kertas di tangannya ke atas meja , " berani-beraninya kau mengatakan itu pada wanita yang masih menjaga kehormatannya sampai saat ini " lanjutnya semakin emosi dengan wajah yang telah memerah , sementara Cussy telah terdiam tanpa bisa menyela untuk membela diri , " aku tidak tahu apa alasanmu membenciku Cussy tapi yang pasti aku tidak ingin lagi melihatmu disini " ,


" pergilah sebelum Daniel tahu apa yang telah kau perbuat padaku " lanjutnya membuat semua orang benar-benar terdiam termasuk Cussy yang terdengar sudah menangis , " maafkan aku Elin , sungguh maafkan aku ".


" Tentu aku sudah memaafkanmu Cussy karena kalau tidak aku pasti sudah melaporkan ini pada kekasihku dan kau akan menerima akibatnya , tapi sayangnya aku tidak setega itu padamu "


" Maafkan aku Elin , tapi kau tidak bisa seenaknya untuk menyuruhku pergi"


" Kau sendiri yang mengatakan kalau aku bisa melakukan apapun disini , apa kau lupa hemm ? " balas Elin tersenyum , " dan akhirnya aku juga tahu kalau ternyata kau ingin berada di posisiku ini " sambungnya lagi ,namun kali ini matanya menatap tajam pada Cussy yang kini benar-benar telah terdiam.

__ADS_1


" Pergilah dan jangan pernah menampakkan wajahmu lagi di hadapanku , aku sungguh bukan wanita yang begitu baik " ucap Elin di tengah suasana ruangan yang telah menghening.


__ADS_2