Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Apa Dia orangnya ?


__ADS_3

" Ayo " ajak Elin seraya menarik tangan Daniel dan menggenggamnya , lelaki itu tersentak sesaat setelah mendapat perlakuan langkah dari kekasihnya , " bukankah tadi kau tidak mau bergandengan tangan ? " tanyanya menggoda membuat Elin.


" Sekarang tidak lagi " balas perempuan itu.


" Semenjak aku tahu semua orang di kantor ini kini telah menghargai kerja kerasku , maka sejak itu aku tidak akan ragu untuk kita berjalan di sepanjang koridor dengan bergandengan tangan " .


" Kenapa harus menunggu itu ? " tanya Daniel yang belum paham.


" aku sudah memikirkan ini sejak dulu , dimana aku baru akan memperlihatkan pada semua orang tentang hubungan kita jika aku sudah mempunyai sesuatu yang bisa aku banggakan karena kerja kerasku sendiri , karena dengan begitu aku merasa lebih percaya diri untuk bergandenganmu " jelas Elin dengan wajah yang berbinar dan pagi ini wajah itu benar-benar di pancarkan dengan aura kebahagiaan.


" Ceh " decih Daniel tanpa bisa berkata-kata , namun tangannya bergerak mengusap gemas puncak kepala kekasihnya , " jangan rusak penampilanku " protes Elin yang segera menepis tangan Daniel dari rambutnya.


~


Elin kini tengah berjalan menuju ruang Direktor tempat dimana ia bekerja sebagai karyawan magang selama , langkahnya semakin ia percepat untuk segera mencapai meja kerja dan bertemu dengan orang-orang yang ia rindukan.


" Surprise " teriak semua orang dengan tembakan Confetti Popper yang menaburkan kertas warna-warni ,


Elin masih terdiam di ambang pintu dengan jantung yang kembali di kejutkan oleh kejutan-kejutan pagi ini , " selamat Elin , emmm.. ralat maksudku nona muda Remkez " ucap Bimo tertawa dan berjalan mendekat kearah Elin yang masih tetap diam dengan wajah syok.


" Apa aku boleh memelukmu untuk ungkapan terimakasih ? " tanya Bimo dan Elin mengangguk , " tentu bim , tidak ada yang berbeda dariku " balasnya dengan lebih dulu mendekap tubuh teman sekantornya itu , " terimakasih Elin , aku benar-benar berjasa untuk perusahaan ini ".


" Aku benar-benar merasa terpuji oleh ucapanmu " Balas Elin tertawa seraya menepuk pelan pundak Bimo , " aku berdoa semoga suatu hari kau juga bisa melakukan lebih dari apa yang aku lakukan untuk perusahaan ini ".sambungnya.


" Kau benar-benar memiliki hati yang mulia Elin " ucap Bimo seraya melepas pelukan mereka.


" Selamat Elin " ucap Singkat dari mulut Kasih yang terdengar begitu datar untuk seseorang yang begitu dekat dengannya , " ya terimakasih Cussy ".


" Kau sudah menyebut namaku dengan benar ".


" Ya , aku memang terus berusaha untuk menyebut namamu dengan benar , karena aku pikir kata Kasih tidak tepat untuk menjadi panggilanmu " balas Elin tertawa hambar , ntah mengapa menatap perempuan itu membuat hati merasa tidak baik-baik saja pagi ini.

__ADS_1


" Selamat Elin " ucap Frans tersenyum dan bergantian memeluk singkat tubuhnya " terimakasih Frans " balas Elin tersenyum.


" Oh ini yang paling kau tunggu-tunggu " ujar Bimo tertawa saat David menjadi satu-satunya orang yang belum menyambut kembalinya Elin , " jangan menggodanya Bim " timpal Elin.


David terlihat menghela nafas sebelum bergerak mendekat pada Elin , bibirnya tersenyum namun sorot matanya tidak menunjukan jika dia begitu bahagia saat ini , " Selamat " ucapnya singkat karena begitu bingung harus mengatakan apalagi pada perempuan itu , bahkan ia hanya mengulurkan tangan tanpa berani memeluk tubuh Elin seperti yang di lakukan teman-temannya.


" Hanya itu "balas Elin tertawa.


" Ya kenapa kau begitu canggung David " timpal Bimo yang tidak bisa berhenti untuk menggoda temannya itu.


" Emmm... ya hanya itu , dan aku turut bahagia untuk semuanya " lanjut David tersenyum canggung , " tapi aku rasa tidak untuk kabar kalau kau telah menjadi calon nona muda Remkez " timpal Bimo tertawa.


" Bim berhenti menggodanya " cercah Elin lalu kembali melihat pada raut wajah bingung David , " Bagaimana kabar Paman dan bibi ? " tanyanya demi mencairkan suasana canggung di antara mereka.


" Baik , aku harap kau bisa mempunyai waktu untuk mengunjungi mereka "


" Tentu David , mereka keluargaku juga "


" Benarkah ? , aku memang merindukan mereka "


" Mereka juga merindukanmu " ujar David tersenyum hangat.


" Emm... David ? " panggil Elin pelan dan terlihat sedikit ragu untuk apa yang akan ia katakan , " ya " balas lelaki itu.


" emmm.. boleh aku datang ke rumah bibi dan paman bersama.. " katanya masih ragu.


" Bersama tuan Daniel " sambung David dan Elin hanya bisa tersenyum kaku , " ya bersama Daniel " katanya membenarkan.


" Tentu Elin , kau bisa datang kesana dengan siapa saja dan aku rasa paman dan bibi akan begitu senang jika kau datang bersama calon suamimu "


" Ya mereka begitu senang tapi kau harus tersakiti " kata Bimo mencela , membuat semua orang tertawa termasuk Kasih yang memang masih menyimak disana , " Bim... " cercah Elin kembali dengan mata yang berdelik pada lelaki itu.

__ADS_1


" Sorry sorry Elin " balasnya sambil menutup mulutnya yang masih tidak bisa berhenti tertawa.


Kali ini David menegakkan tubuhnya , menarik nafas lalu bergerak semakin dekat pada Elin , " Maaf apa aku boleh memelukmu untuk terakhir kalinya ? " tanyanya dengan begitu berwibawa.


Semua orang membesarkan mata melihat sikap keren David , " tentu " balas Elin yang kali ini justru ia yang harus tersenyum canggung dan begitu gugup , " Selamat untuk pertunanganmu , aku sungguh turut bahagia untukmu Elin " ucap David bersungguh-sungguh , bahkan pelukannya benar-benar memperlihat kelapangan hatinya untuk menerima kenyataan kalau wanita di dalam pelukannya saat ini telah menjadi calon istri dari orang lain , meski hanya calon dan masih terselip kesempatan walau hanya sedikit tapi ia sungguh tidak berniat untuk melanjutkan usahanya , karena ia menyadari dirinya bukan siapa-siapa untuk bersaing dengan Daniel Remkez.


" Terimakasih David , semoga secepatnya kau juga di pertemukan dengan orang yang membuat kau bahagia " balas Elin dengan menepuk pelan pundak lelaki itu.


" Oh ini sangat mengharukan " ujar Bimo di tempatnya.


Elin dan David melepas pelukannya dengan senyumnya masing-masing , dan kali ini David jauh telihat lebih santai dari sebelumnya , " kau sangat keren David " ucap Bimo yang kini bergantian memeluk tubuh laki-laki itu.


" Hentikan Bim , kau menggelikan " ucap David tertawa , lalu tersenyum pada Elin.


~


Mata Elin ikut bergerak mengikuti langkah Kasih yang berjalan keluar dari dalam ruangan , ntah mengapa perempuan itu terlihat begitu sibuk hari ini dengan terus kesana kemari dan berulang kali menerima panggilan telepon.


dan ternyata Bimo melakukan hal serupa lalu pandangan mereka bertemu dengan tatapan penuh tanda tanya , " ada apa dengannya ? " tanya Elin , Bimo terdiam sesaat kemudian menghela nafas sebelum mulai bicara , " yang aku tahu dia sudah mengajukan surat pengunduran diri pada Ms.Laurent " ujar Bimo santai , berbeda dengan Elin yang langsung terkejut dengan mata yang sudah membesar.


" Kau serius ? " tanyanya dan Bimo mengangguk.


Kemudian Elin beranjak dari kursi kerjanya , " mau kemana ? " tanya Bimo padanya dan di ikuti tatapan semua orang di dalam ruangan.


" Aku harus berbicara dengannya " sahut Elin.


Bimo menariknya nafasnya kembali , " jangan hentikan dia Elin " katanya santai , namun tatapan matanya begitu serius.


Mendengar itu Elin hanya terdiam dan tak tahu harus menjawab dan bertindak seperti apa kali ini , disisi lain ia merasa sedih saat tahu wanita yang selama ini menjadi teman dekatnya di kantor akan pergi meninggalkannya , namun ia tak menapik jika disisi lain hatinya ia tak berusaha untuk menghentikan rencana resign Kasih walau sebagai kekasih CEO perusahaan ia mampu melakukannya.


" Lanjutkan saja pekerjaanmu Elin dan jangan terlalu begitu baik pada semua orang " ucap Bimo tersenyum hambar , dengan Elin yang kini semakin terdiam di tempatnya dengan hati yang bergejolak oleh rasa penasaran yang selama ini ada di hatinya , " apa dia orangnya ? " gumamnya pelan dengan dada yang bercampur sesak oleh kenyataan jika ternyata Kasih lah di balik orang yang telah menerornya selama ini , namun sampai saat ini ia tak cukup bukti untuk hal itu .

__ADS_1


__ADS_2