Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Calon Menantuku


__ADS_3

Mata Elin mengercap saat cahaya matahari mulai mengganggu tidurnya ,


" Morning " ucap suara berat yang membuat matanya terbuka dengan sempurna.


" Daniel " ucapnya dengan terkejut , dan melihat ke segala sudut ruangan yang nampak aneh dari pandangan matanya , " aku dimana ? "


" Dirumahku " sahut laki-laki itu dengan begitu enteng , sambil berjalan kearah tempat tidur disisi Elin dan membaringkan tubuhnya disana , " apa semalam aku tidur disini ? " tanya Elin dan Daniel menganggukkan pelan kepalanya dengan wajah yang masih mengantuk , " tidur denganmu ? " tanyanya lagi dengan sedikit berteriak.


" Daniel , apa kita tidur berdua ? " tambahnya karena laki-laki itu tidak menghiraukan kepanikkannya , " itu tidak mungkin sayang , mami akan membunuhku " sahutnya.


" Syukurlah " ucap legah Elin sambil menghela nafasnya.


" Lalu kenapa aku tidur disini ? "


" Sayang bisa kau bertanya lagi nanti , aku sungguh masih mengantuk " ucap Daniel dengan mata yang sulit untuk kembali di buka ,


Elin segera melihat kearah jam yang berada di atas nakas , " sudah jam enam pagi Daniel , jangan tidur lagi , kau harus mengantar aku pulang "


" Kenapa pulang ? "


" Kau bertanya kenapa pulang ? , apa kau ingin aku berangkat ke kantor menggunakan pakaian tidur ini huh ? "


" Sayang kenapa kau begitu cemas , semua pakaian kerjamu sudah aku siapkan " sahut laki-laki itu sedikit kesal , karena matanya terus tertunda untuk terpejam.


" Sudah kau siapkan ? , dimana ? "


" Apa kau sudah mau pergi bekerja ? " tanya Daniel sedikit panik , karena kenyataannya pakaian kerja itu masih belum sampai dirumahnya , " aku bukan satpam kantor yang datang sepagi ini " sahutnya kesal.


" Baguslah " jawab Daniel legah lalu kembali memejamkan matanya.


" Dimana pakaiannya Daniel ? "


" Pakaiannya belum di antar sayang dan ini masih sangat pagi , belum ada ada tokoh yang buka sepagi ini " jelas laki-laki itu dan Elin terlihat sudah tenang dengan tidak lagi kembali bertanya , " ayo tidur lagi " ajak Daniel , membuat perempuan itu dengan cepat melihat kearahnya , " sepertinya kau benar-benar ingin segera menikahiku " ujarnya kesal dan laki-laki itu hanya tersenyum setelah puas menggoda kekasihnya.


" Tidurlah ini masih sangat pagi , dan aku sungguh masih sabar untuk menunggu empat bulan lagi " tambahnya , sambil menepuk bantal yang tadi Elin tiduri , " ceh " desis Elin , lalu beranjak dari tempat tidur ,


" mau kemana ? " tanya Daniel cepat , sambil menarik tangan kekasihnya.


" Akan sangat tidak sopan jika perempuan terlambat bangun di rumah calon mertuanya " sahutnya sambil tersenyum geli dengan perkataannya sendiri , " kau memang calon istri idaman " puji Daniel dengan bibir yang ikut kembali tersenyum.


" Tidurlah " ucapnya lagi sambil kembali ingin beranjak.


" Mau kemana ? "


" Turun sayang , aku harus melihat apa yang sudah di lakukan calon mertuaku sepagi ini "


" emmm.. cium " ucap Daniel tiba-tiba sambil menunjuk kearah bibirnya.


" Jangan gila Daniel , bagaimana kalau tiba-tiba ada orang yang masuk , " itu tidak mungkin , semua orang pasti akan mengetuk pintu terlebih dahulu "


" Nanti saja "


" Tidak , aku mau sekarang " paksa Daniel yang tak ubah seperti tingkah anak kecil , Elin menghela nafasnya , lalu mencondongkan tubuhnya ke hadapan laki-laki.


Cup " ciuman singkat Elin mendarat di bibir Daniel , namun ia saat ingin melepas ciuman itu kepalanya sudah di tahan oleh Daniel dan laki-laki itu kembali ******* bibirnya dengan panas , " terimakasih sayang " ucap Daniel tanpa rasa bersalah setelah puas mengecup bibir seksi milik kekasihnya , " kau benar-benar gila Daniel , ini memalukan " ucapnya begitu kesal sambil memukul tubuh kekasihnya.

__ADS_1


" Apa yang memalukan ? , kita hanya berciuman sayang "


" Tapi aku belum menggosok gigi " sahutnya pelan dengan wajah yang sudah memerah karena begitu malu , Daniel melipat sempurna bibirnya menahan untuk tidak tertawa karena tingkah lucu kekasihnya , " kau benar-benar menggemaskan " ucapnya sambil menangkup gemas pipi Elin.


Cup " Daniel kembali mendaratkan ciuman singkat di bibir merah itu.


" Daniel jorok " teriak Elin.


" Aku tidak peduli " sahutnya.


Cup


Cup


Cup


Cup " Daniel terus mencium singkat bibi kekasihnya , tak peduli perempuan itu terus memberontak .


" Morning " ucap tiba-tiba dari balik pintu dan reflek Elin langsung mendorong tubuh Daniel yang masih menghadap begitu dekat dengan wajahnya , " pejamkan matamu " perintahnya dan laki-laki itu langsung menurutinya dengan bibir yang menahan untuk tersenyum.


" Ada apa Meili ? " tanya Elin dengan pipi meronanya.


" Aku hanya ingin memastikan , apa kau sudah bangun " sahut perempuan itu , " boleh aku masuk ? "


" Tentu , masuklah " sahut Elin.


Mata Meili sedikit tertegun di sertai bibir yang melengkung setelah melihat tubuh kakaknya yang sedang berbaring di sebelah Elin.


" Meili ini tidak seperti yang pikirkan " ucap perempuan itu , yang langsung mengerti maksud dari senyum nakal calon adik iparnya , " aku tidak memikirkan apapun " sahut Meili.


" Hentikan Meili , sungguh tidak terjadi apapun antara aku dan kakakmu "


" Kalau pun terjadi juga tidak apa-apa " sahutnya dengan begitu enteng dan Elin kembali menghela nafas untuk menepis rasa kesalnya pada Meili , " kau terlihat sangat tidak sabar ingin mempunyai ponakan Meili ? "


" Tentu , rumah besar ini sudah sangat membosankan untukku dan aku yakin dengan ada anak kecil rumah ini pasti akan terasa ramai " jelasnya dengan bibir tersenyum sambil membayangkan bahagianya jika yang dia sedang bicarakan terjadi , " kau sama gilanya dengan kakakmu " ucap Elin kesal dan Meili semakin tertawa mendengar gerutu perempuan itu.


" Apa Daniel masih tidur ? "


" Sepertinya " sahut Elin , saat mendengar suara dengkuran halus dari nafas laki-laki itu , " biarkan dia tidur , ini memang masih terlalu pagi " ujar Meili sambil berjalan menuju jendela besar di ujung ruangan itu , " apa kau tahu kenapa aku bisa tidur disini ? " tanya Elin yang masih penasaran kenapa dia tidak pulang tadi malam , " apa kau lupa setelah makan malam , kau tertidur di soffa "


" Benarkah ? " tanyanya terkejut.


" Ya kau terlihat begitu kelelahan dan mami meminta Daniel untuk tidak membangunkanmu " jelas Meili.


" Apa kau ingin lari pagi ? " tanya Meili tiba-tiba , " apa waktunya masih cukup ? "


" Tentu , kita hanya berkeliling di sekitar rumah ini saja "


" Tapi kau tidak membawa pakaian olahraga "


" Kau selalu seperti itu " ucap Meili sambil berjalan kearah Elin , " aku punya banyak pakaian olahraga " ucapnya sambil terus berjalan dengan menarik tangan perempuan itu untuk ikut kekamarnya.


~


" Morning mam " ucap Meili sambil menuruni anak tangga rumahnya.

__ADS_1


" Hai , mau kemana ? " tanya Viona yang bingung saat melihat pakaian anak dan calon menantunya.


" Kami ingin berlari-lari kecil di taman " jelas Meili yang lebih dulu mendekat kearah Viona , " pagi mam " ucap Elin menyusul.


" Pagi nak " balasnya tersenyum.


" Calon menantuku begitu cantik " tambahnya pada Elin.


" Tentu , mana mungkin putramu menyukai wanita sembarangan " sambung seseorang.


" Ceh menggelikan " ucap Meili.


" Kau sudah bangun ? " tanya Elin saat melihat Daniel sudah berada di belakangnya , " emm.. karena kamu pergi aku tidak lagi bisa tidur " sahutnya.


" Daniel itu sungguh menggelikan " teriak Meili dan Elin mendelikan matanya kearah laki-laki itu.


" Morning mam "


" Morning nak ? "


" Apa tidurmu nyenyak ? " tambah Viona dan laki-laki mengangguk , " tentu bahkan sangat nyenyak " sahutnya dengan senyum menggoda ke arah Elin.


" Mam , aku sungguh tidak ingat apa-apa tadi malam " jelas Elin secara spontan pada Viona , membuat wanita paruh baya itu langsung tersenyum , " mami tahu nak , justru kau tidur bersama mami tadi malam "


" Benarkah ? " tanya Elin terkejut.


" Tentu , mami tidak mungkin membiarkan kau tidur sendiri " jawab Viona sambil menatap tajam ke arah putranya.


" Mami memang payah " ucap Daniel sambil melanjutkan langkah kakinya , " kau " teriak kesal Viona sambil memukul lengan anaknya , " mam sakit "


" itu hukuman untuk anak nakal sepertimu "


" Sayang bantuin " pinta Daniel pada Elin , namun perempuan itu tidak menghiraukannya , " pukul lagi mam , buat dia jera karena selalu berpikir mesum " kata Elin memberi dukungan pada Viona , sambil memeletkan lidahnya pada Daniel.


" Rasain wweeekkk " tambahnya menantang , sambil berlalu meninggalkan Daniel yang masih meringis karena pukulan Viona.


" Kau tunggu pembalasanku sayang " teriak Daniel.


" Aku tidak takut " sahut Elin tertawa.


" Apa yang ingin kau lakukan pada menantu mami huh ? " ucap Viona sambil kembali memukul lengan anaknya.


" Mam aku hanya bercanda "


" Awas saja kau menyakiti menantuku " ancam Viona begitu serius dan Daniel hanya mengangguk sambil terus meringis kesakitan , " begitu mudahnya tempatku di gantikan " gumamnya pelan.


Hai salam hangat dari saya untuk kalian semua💚🤗 dan terimakasih atas semua dukungannya selama ini🙏


dan disini saya juga ingin memperkenalkan karya terbaru saya yang berjudul " KITA Hanya MENIKAH "


semoga kalian menyukai dan mohon dukungannya🙏


Sekali lagi terimakasih dan semoga kalian semua selalu di berikan kesehatan😇


💚Salam hangat : author🤗

__ADS_1


__ADS_2