Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Maaf Aku Menangis Lagi


__ADS_3

Mobil yang membawa Daniel dan Elin baru saja tiba di parkir khusus CEO dan beberapa staf penting dalam perusahaan.


Elin menarik nafasnya begitu dalam sebelum membuka pintu mobil , ia tidak menapik kalau saat ini ia begitu cemas memikirkan bagaimana menghadapi semua teman sekantornya dengan statusnya yang baru.


" Ada apa ? " tanya Daniel seraya membuka pintu dari sisi Elin.


" Tidak " balas Elin seraya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum hambar


" Tidak akan terjadi apa-apa dan jangan pedulikan apapun hem.. " kata Daniel mencoba menenangkan dan itu sedikit berpengaruh dengan Elin yang kini lebih terlihat percaya diri.


" Ayo " ajak Daniel dengan mengulurkan tangannya , " apa kita akan bergandengan ? " tanya Elin tertawa kecil dan Daniel mengangguk " Kenapa tidak " sahutnya.


Lift yang membawa Elin dan Daniel baru saja terbuka , " sayang bisakah kita lepaskan dulu gandengan tangan ini , aku belum percaya diri untuk hal ini " pinta Elin dengan memohon , semula Daniel akan menolak , namun saat melihat wajah memelas kekasihnya tentu saja hatinya akan langsung mencair , " baiklah " katanya dengan berat hati tapi ada satu syarat ".


" Apa ? " balas Elin cepat.


" Kau harus tetap berjalan di sampingku "


" Tapi say... "


" Eiitt tidak boleh protes , atau kau mau kita terus bergandengan tangan "


" Oke baiklah " kata Elin menyerah atas pilihan yang di berikan oleh Daniel.


" Ayo " ajak Daniel dan mereka keluar dari dalam lift sesuai perjanjian dengan Elin yang tetap berjalan berdampingan dengannya ,


" kenapa suasana kantor begitu sepi ? " tanya Elin karena sejak keluar dari dalam lift dan berjalan di sepanjang lorong kantor ia belum menemukan siapa pun di sana yang seharusnya saat ini sudah di penuhi dengan karyawan yang akan berlalu lalang dengan aktifitas paginya masing-masing.


Matanya terus kesana kemari sambil terus berjalan menuju pintu masuk lobby kantor , Ia menoleh pada Daniel yang terlihat acuh dengan pertanyaanya , " sayang apa kau mendengarkan ..... "

__ADS_1


" Selamat Datang Nona Muda " teriak semua orang tiba-tiba saat pintu penghubung pada lobby kantor itu terbuka , jantung Elin terasa mau loncat dari tempatnya saat menemukan ada begitu banyak orang di hadapannya dengan spanduk besar yang bertuliskan dengan kalimat yang sama yang di pasangkan di dinding lobby serta hiasan dengan pernak-pernik lainnya , ia masih diam terpaku tanpa bisa mengatakan apapun pada semua orang untuk surprise yang di berikan untuknya , " apa ini rencanamu ? " tanyanya pelan pada Daniel.


" Tidak sayang aku hanya melancarkannya , ini semua rencana karyawan yang begitu berterimakasih padamu "


" Berterimakasih " katanya mengulang lalu kembali melihat pada semua orang yang masih menyambutnya dengan senyuman hangat , " selamat datang kembali nona muda " ucap Laurent mendekat seraya memberikan sebucket bunga padanya.


" Terimakasih Ms.Laurent "


" Boleh aku memeluk anda ? " tanya Laurent tertawa .


" Tentu " balas Elin yang lebih dulu bergerak memeluk perempuan itu , " terimakasih Miss " ucapnya penuh haru dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Tidak , kami lah yang harus berterimakasih pada anda nona , anda benar-benar penyelamat kami " kata Laurent dengan begitu bangga .


Mendengar itu Elin benar-benar tidak bisa lagi menahan air matanya untuk menetes , hatinya begitu terharu saat mengetahui semua orang begitu bersyukur untuk kerja kerasnya kemarin dan itu memang tujuannya , menyelamatkan perusahaan adalah alasan utamanya saat mengajukan diri untuk menjadi perancang dari fashion show kemarin dan ia mendapati lebih dari yang ia harapkan.


Matanya terus berair setelah Laurent melepas pelukan bersamanya , ia benar-benar tidak bisa menahan diri untuk meluapkan ke bahagiaannya dan ini untuk kedua kalinya setelah malam Fashion Show itu ia menangis bahagia karena kerja kerasnya sendiri , " apa aku menyakiti anda nona ? " tanya Laurent yang sedikit terkejut saat melihat Elin telah menangis sesegukan setelah melepas pelukan dengannya.


" Daniel " panggilnya dengan uraikan air mata , laki-laki itu tertawa lalu berjalan mendekat ke ke arahnya dan mendekapnya dengan begitu erat dan seketika saja teriakan gemas semua orang kembali terdengar , " kau begitu jelek saat menangis " kata Daniel yang sengaja menggoda kekasihnya seraya berulang kali mencium gemas puncak kepala Elin dan mendekapnya sangat erat.


" Biar saja aku jelek , memang kenapa kalau aku jelek " protes Elin di dalam tangisannya.


" Tidak apa-apa aku tetap cinta " balas Daniel tertawa , membuat Elin akhirnya ikut tertawa namun dengan masih menangis dan itu terlihat begitu lucu.


Tangan Daniel mengusap air mata yang mengalir dari pipi kekasihnya , " please berhenti menangis , aku sungguh tidak bisa melihatnya " ucapnya dengan bersungguh-sungguh dan hatinya selalu merasa teriris setiap kali melihat wanitanya itu menumpahkan buliran kristal dari matanya.


" Tapi ini air mata bahagia Daniel ".


" Ya aku tahu maka dari itu aku memakluminya , tapi tetap saja perasaanku tidak tenang setiap melihat kau menangis " ucapnya dari hati.

__ADS_1


Mendengar itu dengan segera Elin menepis sisa air matanya , kemudian menarik nafas berulang kali untuk meredahkan rasa emosi yang masih tersisa dalam dirinya , " lihat aku tidak lagi menangis " ucapnya pada Daniel yang kini mengganti tangisan itu dengan senyuman hangat.


" Ceh " decih Daniel tersipu , " kenapa kau harus membuatku gemas di hadapan semua orang hem... " katanya dengan berusaha menahan diri untuk tidak mencium bibir perempuan itu.


" Hentikan Daniel " ucap Elin dengan membesarkan kedua matanya , sebelum akhirnya kembali menghadap ke semua orang yang masih tetap berdiri menyaksikan adegan romantis antara dirinya dan Daniel , dan ia cukup merasa malu saat menyadari hal itu.


" Boleh aku berbicara ? " tanya Elin pada Laurent , " tentu Nona " balas wanita itu tersenyum dan seketika itu saja suasana menghening untuk menanti apa yang akan di ucapkan oleh wanita yang menjadi pahlawan baru dalam perusahaan itu.


Sebelum berbicara , Elin masih menyempatkan diri untuk melihat pada kekasihnya dan laki-laki itu mengangguk dengan tersenyum , seolah memberi semangat untuk apapun yang akan ia katakan nanti.


" em... sebenarnya aku bingung apa yang harus aku katakan pada kalian semua " katanya begitu gugup dan tersenyum kaku karena rasa nervous dalam dirinya , " Terimakasih " satu kata yang ia ucapkan dengan bersungguh-sungguh dan penuh emosi.


" Terimakasih telah begitu menghargai hasil kerja kerasku , emm maksudku aku dan Sharen " lanjutnya sambil menunjuk ke arah perempuan yang ikut berdiri di antara semua orang , " kemarilah Sharen " pintanya , semula perempuan itu ragu untuk mendekat namun Elin terus memintanya hingga ia tidak lagi bisa menolak.


" Ini untukmu " katanya sambil memberikan buket bunga yang tadi di berikan oleh Laurent untuknya , " tidak nona , aku tidak bisa menerimanya , ini milikmu " kata Sharen menolak.


" Tidak ini bukan milikku tapi milik kita , kau juga pantas menerimanya Sharen " kata Elin sedikit memaksa dan semua orang masih menatap bingung dan saling berbisik melihat apa yang di lakukan Elin pada perempuan yang kini sedang di jauhi oleh hampir semua karyawan perusahaan , " Kemenangan yang kita dapati kemarin bukanlah dari hasil upayaku sendiri melainkan juga hasil kerja keras nona Sharen , dan dia pantas mendapat ucapan dari kalian semua " ucap Elin begitu tegas membuat suasana kembali menghening.


" Karena idenya lah yang membuat hasil desain itu terlihat sempurna dan di apresiasi oleh semua orang " lanjutnya.


" Anda berlebihan nona , ideku hanya sebagian kecil dari idemu " timpal Sharen tertawa kecil dan tak cukup berani untuk melihat kearah semua orang.


" Kau terlalu merendah Sharen , tolong angkat kepalamu " pintanya pada perempuan itu , " setelah kau bekerja keras kau pantas mengangkat wajahmu dan pantas bangga dengan hasil pencapaianmu , seperti itu yang di katakan oleh calon ibu mertuaku dan kau juga harus melakukannya Sharen " sambungnya dan perlahan Sharen memberanikan diri untuk melihat pada semua orang yang kini tengah bertepuk tangan untuknya , walau masih ada beberapa orang yang masih keberatan melakukan itu untuknya , " Terimakasih " ucapnya begitu dalam bersama serta air mata yang hampir mengalir , namun ia tepis.


" Aku harap pencapaian ini membuat kalian terus bekerja keras untuk perusahaan ini dan kami berterimakasih untuk hal itu " ucap Elin mengambil alih kembali pembicaraan.


" Aku terlalu banyak bicara pagi ini .. " sambungnya dengan sedikit tertawa , " tapi yang kalian harus tahu aku benar-benar berterimakasih karena telah menghargai hasil kerja kerasku dan aku mohon teruslah seperti itu tanpa memandang aku sebagai calon istri dari CEO kalian karena aku akan merasa lebih di hormati oleh hal itu " pintanya pada semua orang dan Daniel tersenyum bangga dari tempatnya berdiri saat ini.


Elin kembali menarik nafas , " tolong bekerjalah dengan tulus , karena dengan begitu kalian akan mendapatkan lebih yang dari kalian harapkan "

__ADS_1


" dan itu benar-benar terbukti dengan sekarang aku berdiri di hadapan kalian " lanjutnya penuh bangga dengan mata yang kembali berkaca-kaca karena perasaan emosi yang kembali muncul dalam hatinya , " sekali lagi terimakasih " ucapnya dari dalam hatinya paling dalam dan ia tidak bisa menahan untuk tidak kembali menangis meski dengan terus mencoba menepis air matanya.


" Maaf aku menangis lagi " ucapnya pada Daniel yang begitu takut lelaki itu akan kecewa dengan air matanya menetes , " kali ini aku memakluminya "balas Daniel yang kini menatapnya penuh gemas dan tidak bisa menahan untuk tidak kembali memeluk tubuh wanitanya itu.


__ADS_2