
Semua orang yang berada di kafeteria langsung berdiri saat laki-laki dengan setelan jas berwarna biru berjalan melewati mereka , dan itu termasuk Elin.
Suasana kafeteria semakin riuh oleh kedatang CEO tampan , yang membuat sebagian kaum besar perempuan di tempat itu saling berbisik dan memuji ke tampanan seorang Daniel Remkez , " semua bisa kembali menikmati makan siang kalian " ucapnya begitu ramah , dan itu membuat suasana di kafeteria semakin riuh , " kenapa dia begitu tampan " ucap salah satu perempuan yang tidak jauh dari tempat duduk Elin.
Perempuan itu menghela nafasnya untuk meredahkan emosi yang hampir mencapai otaknya , " apa dia kemari untuk meminta perhatian orang lain " geramnya begitu kesal.
Ting " suara pesan yang tiba-tiba masuk ke benda pipih miliknya.
Elin hanya menatap sekilas setelah melihat siapa pengirim pesan masuk dalam handphonenya.
" Bagus kau mengabaikan pesanku " geram Daniel dari tempatnya.
" Tuan ini menu makanannya " ucap Reza , " kau saja yang memilihnya " sahut lelaki itu karena dirinya sudah kembali sibuk dengan benda pipih yang berada di tangannya,
" Balas pesanku , atau aku akan menarikmu dari sini " tulisnya lagi pada pesan yang kembali ia kirim pada Elin.
Elin kembali menghela nafas setelah membaca sekilas pesan yang kembali masuk dalam handphonenya dan segera mengambil benda itu , " kau benar-benar menyebalkan Daniel " balasnya.
Ting " suara pesan yang kembali masuk.
" aku bilang pindah dari tempatmu "
" Kenapa ? "
" Apa kau harus bertanya kenapa ? "
" Aku merasa tidak ada yang salah dari tempat dudukku " balas Elin menantang membuat Daniel mengeraskan rahangnya dengan mata yang menatap tajam ke arah duduk perempuan itu,
" jangan menantangku sayang " ujar Daniel dengan rahang yang semakin mengeras karena melihat Elin yang terus duduk berdekatan dengan laki-laki dan ia sangat tidak suka dengan itu.
" Apa yang di lakukan perempuan itu " ucap Kasih saat melihat perempuan dengan cake di tangannya sedang berjalan menuju meja Daniel ,
Elin ikut memutar tubuhnya , untuk melihat siapa yang di maksud oleh teman kerjanya itu , " astaga dia benar-benar menuju meja CEO " timpal Bimo dan semua orang yang nampak terkejut dengan tingkah berani dari salah satu perempuan yang juga bekerja di perusahaan itu.
" Ini untuk anda tuan , maaf sudah begitu lancang tapi ini sangat enak dan ini buatan tanganku sendiri " ucap perempuan itu sambil memberikan cake coklat pada Daniel dan itu membuat kafeteria kembali riuh oleh teriakan kaum perempuan bahkan ada sebagian yang memaki aksi beraninya.
" Terimakasih " ucap Daniel, yang membuat semua orang terkejut karena laki-laki itu menerima kue sederhana itu , dan ruangan itu kembali riuh oleh teriak tidak terima semua kaum perempuan ,
" Frans tolong jauhkan gelasmu " pinta Kasih yang sengaja menggoda Elin yang terlihat sudah mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Daniel.
" Apa kau juga mengagumi CEO kita ? " tanya David yang melihat ekspresi cemburu dari wajah Elin , " tidak , pria tampan sangat banyak di kota ini " sahutnya dengan begitu kesal.
" Benarkah Elin , hati-hati dengan ucapanmu " ucap Kasih sambil tertawa.
__ADS_1
Elin tiba-tiba saja langsung berdiri , dan melemparkan tatapan tajam pada Daniel , " mau kemana ? " tanya David dengan menarik tangan perempuan itu.
" Ceh " desis Daniel dari tempatnya dengan ujung bibir yang terangkat , saat melihat tangan kekasihnya di pegang oleh laki-laki lain ," tuan , tolong redam emosi anda " pinta Reza yang mengerti dengan raut wajah memerah Daniel dan juga melihat ke arah Elin.
" Dia benar-benar ingin di hukum " geramnya , yang kini berbalik menatap tajam pada Elin.
" Aku ingin ke toilet " jelas Elin pada David dan laki-laki itu segera melepas pegangan tangannya , " apa kau ingin aku temani ? " tanyanya lagi dan Elin menggelengkan kepala , " lanjutkan saja makan siangmu " katanya sambil kembali ingin beranjak.
" Waww , kue-mu sangat enak " ucap Daniel yang sengaja melantangkan nada bicaranya , supaya terdengar di telinga perempuan yang sedang beranjak dari duduknya ,
" setelah ini aku pastikan akan ada perang dunia ketiga " ujar Kasih yang terus tertawa melihat tingkah menggelikan dari teman dan juga pemilik dari perusahaan tempatnya bekerja.
" Benarkah ? " tanya Bimo terkejut dan memang tidak mengerti maksud dari perumpamaan perempuan itu , " ya , makanya aku harus bersiap-siap "
" Tapi aku tidak melihat berita itu di media " lanjutnya , membuat Kasih menjadi sedikit kesal , " perang dunia ini memang masih di tutupi , tapi kau akan benar-benar terkejut saat mengetahuinya nanti " jelasnya dengan tertawa.
" Jangan harap kali ini aku mudah luluh " ucap Elin semakin memanas dan kembali melanjutkan langkah yang sempat ia hentikan saat mendengar Daniel memuji kue buatan pengagumnya.
" Tuan sepertinya nona sangat kesal " ucap Reza saat melihat Elin keluar dengan tergesa-gesa dari kafeteria , " biarkan saja , dia juga sudah membuatku begitu kesal " sahut Daniel , namun dengan mata yang tidak beralih menatap pada punggung Elin yang hampit menghilang dari balik pintu.
~
" Ceh , apa dia pikir dia begitu tampan huh "
" Aaahh " Teriak Elinsaat berada di lorong dan tidak melihat siapa pun di sana , " tunggu saja Daniel , aku benar-benar akan membalasmu bahkan lebih menyakitkan dari ini " tambahnya semakin geram dan kesal bersamaan.
Di tempatnya Daniel semakin mengeraskan rahangnya saat melihat teleponnya baru saja di tolak oleh kekasihnya , " kali ini dia benar-benar membuatku marah " geramnya sambil ikut beranjak dari tempat duduknya.
" Apa anda ingin pergi tuan ? " tanya Reza dan Daniel tidak lagi bisa merespon pertanyaan laki-laki itu karena tubuh yang sudah di penuhi oleh perasaan emosi dan cemburu.
" Bagaimana dengan makan siang anda ? " tanyanya lagi.
" Kau saja yang memakannya " ucap Daniel begitu ketus , lalu segera meninggalkan mejanya dengan tatapan semua perempuan yang sejak tadi tidak lepas menatapnya.
Setelah berada di luar kafeteria , Daniel kembali menelepon nomor telepon yang tadi sudah menolak panggilannya , " angkat Elin " geramnya dan tidak lagi peduli pada beberapa orang yang melewatinya dan menyapa padanya , " sayang jangan membuatku marah " geramnya sambil terus berjalan dengan telepon yang terus mengarah pada telinganya dan perlahan samar-samar ia mendengar dering telepon yang cukup ia kenali.
~
" Kenapa dia terus meneleponku " gumam perempuan yang terlihat begitu kesal dan membiarkan teleponnya terus berdering sambil terus menatap kearah pemandangan siang kota New York dari tempat duduknya ,
" pergilah bersama perempuan yang memberimu kue enak itu " gumamnya lagi dengan tangan yang kembali bergerak untuk menolak panggilan laki-laki yang sedang membuat kesal dirinya.
" Aaahhh menyebalkan " teriaknya yang tidak lagi peduli jika ada orang yang mendengarnya.
__ADS_1
" Kau benar-benar menyebalkan Daniel " tambahnya bahkan ia tidak mengecilkan suaranya saat mengucapkan nama orang yang begitu di segani di gedung itu , " aaahhh, ini benar-benar membuatku gila , kenapa dia harus menerima kue itu , apa dia tidak tahu huh kalau aku ini tidak bisa menahan cemburu "
" Apa dia sengaja ingin membuatku kesal " lanjutnya semakin emosi sambil mengacak rambutnya sendiri.
" Kau juga membuatku kesal " ucap tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya , Elin segera memutar tubuhnya untuk melihat orang dengan suara besar yang begitu ia kenali.
" Kau " ucapnya terkejut.
" Kenapa kau disini " tambahnya.
" Gedung ini milikku dan kau juga milikku , jadi siapa yang akan melarangku untuk berada disini "
" Pergilah , aku sedang tidak ingin bertemu denganmu "
" Kenapa , apa karena laki-laki yang memegang tanganmu tadi , jadi kau tidak lagi ingin melihat wajahku "
" Jangan membawa orang lain dalam masalah kita Daniel , oh ya aku lupa , kenapa kau kemari ? , bukankah kue perempuan itu Enak " katanya tidak mau kalah.
" Tentu bahkan sangat enak " ucap Daniel yang sengaja membuat perempuan itu semakin kesal.
" Kalau begitu kenapa kau kemari , sana kembali nikmati kue dari kekasihmu itu " geram Elin.
" Dia bukan kekasihku , kekasihku ada disini "
" Mulai sekarang aku bukan lagi kekasihmu "
" Benarkah ? , jadi kau merelakan aku pada perempuan itu "
" Ya pergilah "
" Sungguh kau merelakan aku untuknya ? " goda Daniel dengan menahan bibir untuk tersenyum
" Aku bilang pergilah "
" Aku tanya sekali lagi apa kau benar-benar merelakan aku dengan perempuan itu ? " tanya Daniel serius , namun kali ini Elin terlihat ragu dengan ucapannya sendiri , " dasar bodoh , mana ada perempuan yang ihklas memberikan kekasihnya pada orang lain " gumam Elin , namun dengan begitu pelan.
" Aku mendengarnya " ucap Daniel tersenyum.
" Terserah " ketus Elin dan kembali ingin beranjak dari hadapan laki-laki itu , namun langkahnya terhenti saat tubuhnya tiba-tiba merasa di angkat oleh seseorang , " Daniel apa yang kau lakukan " teriaknya terkejut terlebih karena takut orang lain melihat tingkah mereka berdua.
" Daniel turunkan aku "
" Diam , atau orang lain akan datang kemari " ancam Daniel dan Elin segera menutup mulutnya dengan rapat-rapat.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚