Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Menyebalkan !


__ADS_3

Semua orang yang berada di kafeteria langsung berdiri saat laki-laki dengan setelan jas berwarna biru berjalan melewati mereka , dan itu termasuk Elin.


Suasana kafeteria semakin riuh oleh kedatang CEO tampan , yang membuat sebagian kaum besar perempuan di tempat itu saling berbisik dan memuji ke tampanan seorang Daniel Remkez , " semua bisa kembali menikmati makan siang kalian " ucapnya begitu ramah , dan itu membuat suasana di kafeteria semakin riuh , " kenapa dia begitu tampan " ucap salah satu perempuan yang tidak jauh dari tempat duduk Elin.


Perempuan itu menghela nafasnya untuk meredahkan emosi yang hampir mencapai otaknya , " apa dia kemari untuk meminta perhatian orang lain " geramnya begitu kesal.


Ting " suara pesan yang tiba-tiba masuk ke benda pipih miliknya.


Elin hanya menatap sekilas setelah melihat siapa pengirim pesan masuk dalam handphonenya.


" Bagus kau mengabaikan pesanku " geram Daniel dari tempatnya.


" Tuan ini menu makanannya " ucap Reza , " kau saja yang memilihnya " sahut lelaki itu karena dirinya sudah kembali sibuk dengan benda pipih yang berada di tangannya,


" Balas pesanku , atau aku akan menarikmu dari sini " tulisnya lagi pada pesan yang kembali ia kirim pada Elin.


Elin kembali menghela nafas setelah membaca sekilas pesan yang kembali masuk dalam handphonenya dan segera mengambil benda itu , " kau benar-benar menyebalkan Daniel " balasnya.


Ting " suara pesan yang kembali masuk.


" aku bilang pindah dari tempatmu "


" Kenapa ? "


" Apa kau harus bertanya kenapa ? "


" Aku merasa tidak ada yang salah dari tempat dudukku " balas Elin menantang membuat Daniel mengeraskan rahangnya dengan mata yang menatap tajam ke arah duduk perempuan itu,


" jangan menantangku sayang " ujar Daniel dengan rahang yang semakin mengeras karena melihat Elin yang terus duduk berdekatan dengan laki-laki dan ia sangat tidak suka dengan itu.


" Apa yang di lakukan perempuan itu " ucap Kasih saat melihat perempuan dengan cake di tangannya sedang berjalan menuju meja Daniel ,


Elin ikut memutar tubuhnya , untuk melihat siapa yang di maksud oleh teman kerjanya itu , " astaga dia benar-benar menuju meja CEO " timpal Bimo dan semua orang yang nampak terkejut dengan tingkah berani dari salah satu perempuan yang juga bekerja di perusahaan itu.


" Ini untuk anda tuan , maaf sudah begitu lancang tapi ini sangat enak dan ini buatan tanganku sendiri " ucap perempuan itu sambil memberikan cake coklat pada Daniel dan itu membuat kafeteria kembali riuh oleh teriakan kaum perempuan bahkan ada sebagian yang memaki aksi beraninya.


" Terimakasih " ucap Daniel, yang membuat semua orang terkejut karena laki-laki itu menerima kue sederhana itu , dan ruangan itu kembali riuh oleh teriak tidak terima semua kaum perempuan ,


" Frans tolong jauhkan gelasmu " pinta Kasih yang sengaja menggoda Elin yang terlihat sudah mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah Daniel.


" Apa kau juga mengagumi CEO kita ? " tanya David yang melihat ekspresi cemburu dari wajah Elin , " tidak , pria tampan sangat banyak di kota ini " sahutnya dengan begitu kesal.


" Benarkah Elin , hati-hati dengan ucapanmu " ucap Kasih sambil tertawa.

__ADS_1


Elin tiba-tiba saja langsung berdiri , dan melemparkan tatapan tajam pada Daniel , " mau kemana ? " tanya David dengan menarik tangan perempuan itu.


" Ceh " desis Daniel dari tempatnya dengan ujung bibir yang terangkat , saat melihat tangan kekasihnya di pegang oleh laki-laki lain ," tuan , tolong redam emosi anda " pinta Reza yang mengerti dengan raut wajah memerah Daniel dan juga melihat ke arah Elin.


" Dia benar-benar ingin di hukum " geramnya , yang kini berbalik menatap tajam pada Elin.


" Aku ingin ke toilet " jelas Elin pada David dan laki-laki itu segera melepas pegangan tangannya , " apa kau ingin aku temani ? " tanyanya lagi dan Elin menggelengkan kepala , " lanjutkan saja makan siangmu " katanya sambil kembali ingin beranjak.


" Waww , kue-mu sangat enak " ucap Daniel yang sengaja melantangkan nada bicaranya , supaya terdengar di telinga perempuan yang sedang beranjak dari duduknya ,


" setelah ini aku pastikan akan ada perang dunia ketiga " ujar Kasih yang terus tertawa melihat tingkah menggelikan dari teman dan juga pemilik dari perusahaan tempatnya bekerja.


" Benarkah ? " tanya Bimo terkejut dan memang tidak mengerti maksud dari perumpamaan perempuan itu , " ya , makanya aku harus bersiap-siap "


" Tapi aku tidak melihat berita itu di media " lanjutnya , membuat Kasih menjadi sedikit kesal , " perang dunia ini memang masih di tutupi , tapi kau akan benar-benar terkejut saat mengetahuinya nanti " jelasnya dengan tertawa.


" Jangan harap kali ini aku mudah luluh " ucap Elin semakin memanas dan kembali melanjutkan langkah yang sempat ia hentikan saat mendengar Daniel memuji kue buatan pengagumnya.


" Tuan sepertinya nona sangat kesal " ucap Reza saat melihat Elin keluar dengan tergesa-gesa dari kafeteria , " biarkan saja , dia juga sudah membuatku begitu kesal " sahut Daniel , namun dengan mata yang tidak beralih menatap pada punggung Elin yang hampit menghilang dari balik pintu.


~


" Ceh , apa dia pikir dia begitu tampan huh "


" Aaahh " Teriak Elinsaat berada di lorong dan tidak melihat siapa pun di sana , " tunggu saja Daniel , aku benar-benar akan membalasmu bahkan lebih menyakitkan dari ini " tambahnya semakin geram dan kesal bersamaan.


Di tempatnya Daniel semakin mengeraskan rahangnya saat melihat teleponnya baru saja di tolak oleh kekasihnya , " kali ini dia benar-benar membuatku marah " geramnya sambil ikut beranjak dari tempat duduknya.


" Apa anda ingin pergi tuan ? " tanya Reza dan Daniel tidak lagi bisa merespon pertanyaan laki-laki itu karena tubuh yang sudah di penuhi oleh perasaan emosi dan cemburu.


" Bagaimana dengan makan siang anda ? " tanyanya lagi.


" Kau saja yang memakannya " ucap Daniel begitu ketus , lalu segera meninggalkan mejanya dengan tatapan semua perempuan yang sejak tadi tidak lepas menatapnya.


Setelah berada di luar kafeteria , Daniel kembali menelepon nomor telepon yang tadi sudah menolak panggilannya , " angkat Elin " geramnya dan tidak lagi peduli pada beberapa orang yang melewatinya dan menyapa padanya , " sayang jangan membuatku marah " geramnya sambil terus berjalan dengan telepon yang terus mengarah pada telinganya dan perlahan samar-samar ia mendengar dering telepon yang cukup ia kenali.


~


" Kenapa dia terus meneleponku " gumam perempuan yang terlihat begitu kesal dan membiarkan teleponnya terus berdering sambil terus menatap kearah pemandangan siang kota New York dari tempat duduknya ,


" pergilah bersama perempuan yang memberimu kue enak itu " gumamnya lagi dengan tangan yang kembali bergerak untuk menolak panggilan laki-laki yang sedang membuat kesal dirinya.


" Aaahhh menyebalkan " teriaknya yang tidak lagi peduli jika ada orang yang mendengarnya.

__ADS_1


" Kau benar-benar menyebalkan Daniel " tambahnya bahkan ia tidak mengecilkan suaranya saat mengucapkan nama orang yang begitu di segani di gedung itu , " aaahhh, ini benar-benar membuatku gila , kenapa dia harus menerima kue itu , apa dia tidak tahu huh kalau aku ini tidak bisa menahan cemburu "


" Apa dia sengaja ingin membuatku kesal " lanjutnya semakin emosi sambil mengacak rambutnya sendiri.


" Kau juga membuatku kesal " ucap tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya , Elin segera memutar tubuhnya untuk melihat orang dengan suara besar yang begitu ia kenali.


" Kau " ucapnya terkejut.


" Kenapa kau disini " tambahnya.


" Gedung ini milikku dan kau juga milikku , jadi siapa yang akan melarangku untuk berada disini "


" Pergilah , aku sedang tidak ingin bertemu denganmu "


" Kenapa , apa karena laki-laki yang memegang tanganmu tadi , jadi kau tidak lagi ingin melihat wajahku "


" Jangan membawa orang lain dalam masalah kita Daniel , oh ya aku lupa , kenapa kau kemari ? , bukankah kue perempuan itu Enak " katanya tidak mau kalah.


" Tentu bahkan sangat enak " ucap Daniel yang sengaja membuat perempuan itu semakin kesal.


" Kalau begitu kenapa kau kemari , sana kembali nikmati kue dari kekasihmu itu " geram Elin.


" Dia bukan kekasihku , kekasihku ada disini "


" Mulai sekarang aku bukan lagi kekasihmu "


" Benarkah ? , jadi kau merelakan aku pada perempuan itu "


" Ya pergilah "


" Sungguh kau merelakan aku untuknya ? " goda Daniel dengan menahan bibir untuk tersenyum


" Aku bilang pergilah "


" Aku tanya sekali lagi apa kau benar-benar merelakan aku dengan perempuan itu ? " tanya Daniel serius , namun kali ini Elin terlihat ragu dengan ucapannya sendiri , " dasar bodoh , mana ada perempuan yang ihklas memberikan kekasihnya pada orang lain " gumam Elin , namun dengan begitu pelan.


" Aku mendengarnya " ucap Daniel tersenyum.


" Terserah " ketus Elin dan kembali ingin beranjak dari hadapan laki-laki itu , namun langkahnya terhenti saat tubuhnya tiba-tiba merasa di angkat oleh seseorang , " Daniel apa yang kau lakukan " teriaknya terkejut terlebih karena takut orang lain melihat tingkah mereka berdua.


" Daniel turunkan aku "


" Diam , atau orang lain akan datang kemari " ancam Daniel dan Elin segera menutup mulutnya dengan rapat-rapat.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2