Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Harapan Kecil Elin


__ADS_3

Suara tepuk tangan semakin terdengar nyaring saat Elin dan Hannah berjalan ke arah tengah panggung menuju beberapa orang yang sedang menunggu mereka dengan memegang sebucket bunga.


Elin terus menarik nafasnya , dan menggengam erat jari jemari Hannah yang juga sedang menggenggam tangannya , ia tak cukup percaya diri untuk menatap ke arah semua orang , " Angkat kepalamu dan tersenyum " pinta Hannah di sela langkah mereka.


" Aku malu " jawab Elin pelan , namun tetap mencoba untuk perlahan mengangkat wajahnya , dengan tetap menundukkan pandangannya , " tatap semua orang , dan perlahan kau akan mulai percaya diri " kata Hannah memberi saran ,dan ia terus melangkah dengan begitu percaya diri , karena itu memang ke ahliannya sebagai seorang model.


" Selamat untuk anda " ucap laki-laki yang bertugas sebagai pembawa acara , dengan memeluk tubuh Elin dan menepuk pundaknya dengan penuh bangga , lalu berlanjut pada Hannah yang tempatnya tidak kalah penting untuk kesuksesan besar pada acara itu.


" Tolong berbalik , kalian harus melihat hasil vote terbaik kalian " pinta pembawa acara untuk mengarahkan dua wanita itu untuk menghadap kearah menitor yang memperlihatkan hasil vote semua orang pada rancangannya.


Elin tertegun menatap ke arah layar menitor , hidung mancung miliknya mulai memerah karena air mata yang tertahan di pelupuk mata , ia benar-benar tidak menyangka kalau hasil desainnya akan mendapat sambutan sebanyak ini , berulangkali ia melebarkan matanya untuk melihat angka jumlah vote yang mencapai ratusan ribu yang berada di urutan teratas , dan itu benar-benar tertulis di sisi nama perusahaan mereka.


" Kau terlihat begitu terkejut nona " ujar pembawa acara sedikit tertawa pada Elin.


" Dia masih tidak menyangka dia mendapatkan ini " timpal Hannah menjelaskan dengan microphone yang berada di tangannya.


" Sekarang mari kita kembali menatap ke depan , aku sungguh tidak sabar ingin berbincang dengan kalian berdua dan aku yakin semua orang juga ikut penasaran ,seperti apa perancang yang sudah mampu mengalahkan perancang-perancang hebat negara ini " ujar pembawa acara.


Mereka kembali menghadap kearah penonton , dan Elin mulai memberanikan diri untuk melihat kearah semua orang , ia mengalihkan rasa gugupnya dengan meremas kuat pangkal bucket yang baru saja ia terima di tangannya , bibirnya melengkung saat melihat Meili , Mike , Reymond dan juga Viona yang juga sudah berada di kursi penonton melambaikan tangan padanya dan perlahan rasa percaya diri di dalam tubuhnya kembali muncul.


" Hallo nona Hannah , sepertinya aku ingin berbincang lebih dulu denganmu " kata pembawa acara dengan begitu bersemangat.


" emmm..ya , tapi disini bukan aku bintangnya " sahut Hannah tertawa dengan tangan yang merangkul pundak Elin , di ikuti suara penonton yang semakin riuh di tempat duduknya masing-masing.


" Anda benar , tapi kehadiranmu disini sangat menarik "


" Ya karena aku mantan kekasih dari pemilik perusahaan ini , dan ini memang sudah menjadi strategi kami sejak awal " ujar Hannah dengan santai , membuat semua orang yang berada di kursi penonton tertawa , tak terkecuali Elin.


" Jadi ini memang sudah di rencanakan ? , aku mengira kalau ini pertanda kalian telah kembali menjalin hubungan " kata pembawa acara menyela , dan Hannah segera menggelengkan kepala , " untuk kembali menjalin hubungan asmara itu tidak mungkin lagi , tapi kami benar-benar kembali membuat hubungan yang sangat baik dengan menjadi sahabat , disisi lain aku merasa bersalah karena telah membuat kalian tertipu , tapi aku juga bersyukur karena dengan begitu rencana kami berhasil " jelas Hannah , yang membuat penonton semakin riuh dengan suara tawa , dan berhasil membuat suasana menjadi santai.


" Tapi ini belum seberapa , karena akan ada yang lebih mengejutkan dari ini " tambahnya tersenyum dan melirik pada Elin yang sudah berdelik padanya ,


" tolong jangan membuat kami penasaran nona " sambung pembawa acara dan ucapan itu seperti mewakilkan semua orang.


" Memang seperti itu sebuah strategi " sahut Hannah tertawa.


" Oke baiklah aku tidak akan memaksa , tapi kau sungguh luar biasa malam ini "


" Ya, aku juga merasa seperti itu " sahutnya dengan begitu percaya diri , membuat gedung itu tidak berhenti bergemuruh oleh suara tawa , " dan ini untuk pertama kalinya aku merasa begitu percaya diri " sambungnya dengan serius , dan perlahan suara hingar bingar penonton mulai melemah oleh perkataan dan tatapan Hannah yang terasa menyentuh.

__ADS_1


" Aku merasa harus benar-benar bertanggung dengan pekerjaanku kali ini , mungkin karena aku sedang membawa hasil rancangan dari sahabatku sendiri " lanjutnya dengan tangan yang kembali merangkul pundak Elin , membuat semua penonton langsung bertepuk tangan untuknya.


" Boleh aku mengucapkan sesuatu untuk sahabatku ini " pintanya pada pembawa acara dan laki-laki itu mengangguk , " tentu dan gunakan waktumu dengan baik , karena semua orang di kota ini sedang melihatmu " ujarnya sedikit tertawa.


Hannah menatap dalam wajah Elin , dan sesaat ia menundukkan wajahnya untuk menyembunyikan air mata haru yang mulai ingin menetes , " sebenarnya hari ini pertama kalinya aku kembali berjalan di atas panggung setelah beberapa masalah yang aku lewati akhir-akhir ini , dan sebelum hari ini terjadi , aku sudah sedikit menyerah dengan pekerjaanku sebagai seorang model dan memilih untuk menjalani hidup yang biasa , tapi karena dia .. " ucapnya menggantung dengan suara yang mulai bergetar , lalu menarik nafas perlahan untuk meredahkan rasa emosi , " aku berterimakasih karena dia berhasil membuat aku menyadari kalau ternyata menjadi model adalah diriku yang sesungguhnya dan aku memang terlahir untuk menjadi seorang model " lanjutnya , membuat suara tepuk tangan penonton kembali terdengar.


" Aku sudah begitu banyak bicara ,jadi aku akan memberikan microphone ini padanya " ucapnya lagi , dengan tangan yang mengusap matanya yang mulai berair , dan segera memberikan microphone di tangannya pada Elin.


" Aku tidak menyangka kalau anda adalah orang yang sangat menyenangkan " ucap pembawa acara , sebelum akhirnya berpaling pada perempuan yang masih berdiri disisi Hannah.


" Selamat malam nona ? " sapanya pada Elin ,dan perempuan itu mengangguk dengan tersenyum kaku , ia masih belum bisa untuk begitu santai berada di tengah-tengah orang yang sedang menatap ke arahnya.


" Nona Merlinda " lanjutnya , setelah memastikan nama itu tertulis di teks yang ada di layar monitor dan Elin kembali mengangguk , " saya sungguh kagum pada hasil karya anda " .


" Terimakasih " sahut Elin dengan senyuman yang mulai terlihat santai.


" Boleh kita sedikit berbincang ? "


" Tentu "


" Bagaimana perasaan anda saat ini ? "


" Perasaan saya , tentu terkejut , ini jauh dari apa yang saya bayangkan " jelas Elin , bersama suara penonton yang mulai meredam dan menyimak dengan serius perbincangan yang ada di tengah panggung , " Ya anda benar , saya juga tidak menyangka karya perancang terkenal negara ini di kalahkan oleh anda , emm..maaf , maksud saya nama anda masih sangat baru untuk dunia Fashion , tapi berhasil mencetak angka vote terbesar disepanjang perayaan acara Fashion Show ini "


" dan anda berhasil membuat produk kalian kembali bangkit " .


" itu memang tujuan utama saya , dan ternyata Tuhan memberi lebih dari apa yang saya harapkan "


" Anda sungguh perempuan yang berhati tulus " puji kembali pembawa acara di ikuti suara tepuk tangan penonton yang kembali bergemuruh di seluruh ruangan.


" Aku yakin anda mempunyai ucapan terbaiknya untuk orang-orang yang mendukung anda selama ini " sambung pembawa acara dan mempersilahkan Elin untuk berbicara dengan microphone yang berada di tangannya.


" Terimakasih " ucapnya , lalu terdiam sesaat untuk menelan ludah yang mulai tercekat di tenggorokannya , " Maaf aku masih begitu gugup " lanjutnya tersenyum , dan tidak lama suara tepuk tangan begitu kencang terdengar dari tempat orang-orang terdekatnya duduk , " kau luar biasa nona Merlinda " teriak Meili , yang akhirnya di ikuti tepuk tangan oleh semua orang.


Ia menghela nafasnya bersama mata yang mulai berkilau oleh buliran kristal air mata yang siap jatuh kapan saja , namun masih tetap berusaha untuk ia tahan , " terimakasih untuk semua dukungannya , ini ucapan dari hatiku yang paling dalam " ucapnya dengan kepala yang ia tundukkan di hadapan semua orang , dan itu benar-benar terlihat sangat menyentuh.


" Aku bukan seorang perancang.. " sambungnya , yang kemudian terdiam sesaat untuk melihat semua reaksi penonton dan ada beberapa dari mereka yang terlihat sedikit terkejut , " aku hanya seorang karyawan magang di perusahaan D.RMS " lanjutnya dengan tersenyum, dan semua orang kembali bertepuk tangan.


" Terimakasih " ucapnya lagi ,setelah tepuk tangan pujian itu di berikan untuknya.

__ADS_1


" Aku akan sedikit banyak bicara " katanya pada pembawa acara dan laki-laki itu tersenyum dengan tangan yang mempersilahkan perempuan itu untuk melanjutkan bicaranya tanpa harus merasa tertekan oleh durasi waktu.


" Karena ini seperti mukjizat yang luar biasa untukku , jadi pertama-tama aku harus berterimakasih pada Tuhan " katanya , lalu kemudian terdiam sesaat untuk berdoa dengan kedua telapak tangan yang mengadah begitu dekat dengan wajahnya , semua orang tersenyum dengan sikapnya yang terlihat begitu mulia.


" Sebenarnya sampai saat ini aku masih begitu tidak percaya diri untuk berbicara di hadapan kalian semua " ucapnya lagi setelah ucapan terimakasihnya pada Tuhan telah selesai ia sampaikan , " tapi aku selalu teringat dengan ucapan wanita yang begitu aku hormati " sambungnya dan melemparkan senyum teduhnya pada Viona yang juga sedang tersenyum penuh haru kearahnya , " beliau mengatakan , aku harus mengangkat wajahku karena aku pantas bangga dengan hasil kerja kerasku ini , dan ya kalimat itu berhasil membuatku berani melihat ke arah kalian " lanjutnya dan kembali berbicara setelah tepuk tangan semua orang sedikit meredah.


" Aku harus mengucapkan terimakasih pada banyak orang , terutama pada kedua orang tuaku yang tidak bisa hadir disini , bahkan mungkin mereka tidak tahu jika sekarang aku sedang membuat mereka sedikit bangga " ujarnya tertawa , namun mata berkaca-kacanya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


Hannah kembali merangkul pundak Elin , " orang tuamu pasti bangga padamu " bisiknya memberi semangat , namun kalimat itu berhasil membuat bendungan air mata Elin tidak bisa lagi tertahan , membuat ia harus menunduk untuk menyembunyikan tetesan air mata yang sudah mengalir deras tanpa pamit , " Elin kami bangga padamu " teriak Meili dari tempatnya , ia merasa begitu kesal karena tidak bisa memeluk tubuh sahabatnya itu.


" Maaf aku begitu cengeng " ucapnya setelah berhasil meredahkan rasa emosi bercampur haru di dalam dirinya dan kembali mengangkat wajahnya dengan mata yang sudah memerah oleh tangisan , " Terimakasih untuk semua orang yang sudah begitu percaya padaku untuk menyelesaikan rancangan ini , sebenarnya aku sedikit menyesal karena telah begitu percaya diri untuk menyanggupi tugas ini , tapi ternyata hasilnya luar biasa dan sekarang kalian bisa bangga padaku " lanjutnya yang kali ini berhasil membuat suasana haru berubah menjadi suara tawa , " Terimakasih Sharen , kau juga sangat berjasa disini dan jika aku mendapat hadiah tentu aku akan membagimu " ucapnya pada Sharen yang kini sedang tertawa kearahnya , di ikuti suara tawa penonton yang kembali bergemuruh.


" dan aku juga sangat berterimakasih padamu " sambungnya yang kini ucapan itu di tunjukan pada Hannah , " disini aku di bayar , jadi anda tidak perlu terlalu berterimakasih " balas Hannah tertawa.


" Dan untuk keluarga Remkez , Terimakasih banyak atas dukungan dan kepercayaannya padaku " ucapnya bersungguh-sungguh dengan membungkukkan tubuhnya menghadap kearah tempat duduk Reymond , Viona , Meili dan Mike.


Semua orang-orang itu membalasnya dengan tersenyum hangat , kecuali Meili yang berdelik kearahnya dan Elin tahu perempuan itu pasti sedang kesal , karena ia terdengar seperti sedang mengucapkan terimakasih pada orang lain , tapi dirinya punya alasan kenapa melakukan itu , " Sekali lagi terimakasih untuk dukungan kalian semua" lanjutnya yang kembali di tunjukan pada semua orang.


" Apa tidak ada ucapan terimakasih untuk orang yang paling spesial ? " tanya MC menyela , membuat Elin terdiam sesaat dan matanya kembali melihat ke arah kursi penonton , namun seseorang yang ia cari benar-benar tidak ada disana , " dia tidak disini jadi aku tidak perlu mengucapkan itu " ucapnya dengan dada yang begitu sesak.


" Kau terlihat begitu kecewa nona " ujar pembawa acara dan Elin membalasnya dengan tersenyum kecut.


" Apa harapanmu setelah ini ? " tanyanya lagi.


" Harapan ? , sebenarnya aku bukan orang yang sering menaruh harapan untuk hal apapun karena aku orang yang paling takut kecewa .. " jawabnya dengan begitu dalam , lalu menarik nafas sebelum kembali melanjutkan bicaranya , " tapi aku akan sangat bekerja keras setelah ini , semoga ini menjadi awal yang baik untuk karierku dan ya , akhirnya kali ini aku mempunyai harapan.. " katanya sedikit tertawa.


" Boleh kami tahu apa harapan anda ? "


" emm...hanya hal kecil tapi begitu besar untukku , jika suatu hari nanti kesempatan seperti ini kembali terjadi padaku , aku ingin kedua orang tuaku berada di kursi penonton untuk melihatku lebih nyata , karena aku ingin mengucapkan kata terimakasih di tempat yang membuat mereka sedikit bangga padaku , dan aku juga berharap kedua sahabatku berada disana nanti " ucapnya dengan suara bergetar dan ia harus kembali menunduk karena air mata yang kembali mengalir di wajah halusnya , perasaannya begitu sensitif setiap kali mengingat orang-orang yang begitu ia rindukan.


" oohh..kau benar-benar memiliki hati yang hangat " ucap pembawa acara yang ikut tersentuh oleh harapan kecil Elin.


" Baiklah terimakasih untuk perbincangannya dan obrolan singkat ini berhasil membuat kami cukup mengenal anda nona " lanjut pada Elin sebelum akhirnya mengakhiri percakapannya mereka.


Elin kembali menegakkan wajahnya , untuk tersenyum pada semua orang sebelum ia kembali ke belakang panggung , namun tatapan matanya tiba-tiba tersentak , bahkan membulat dengan sempurna saat melihat beberapa orang yang tidak mungkin berada disana ,namun tiba-tiba hadir di kursi penonton dan tersenyum lebar kearahnya , " apa ini mimpi " ujarnya tidak percaya.


Pembawa acara terlihat mendapat interupsi melalui headphone yang berada di telinganya yang terhubung ke bagian auditorium , " baik " balasnya pelan , sebelum kembali pada tugasnya , " nona Hannah terimakasih untuk waktunya , dan sukses untuk anda " ucapnya pada model terbaik di acara itu dan setelah melemparkan senyuman pada semua orang , Hannah berjalan meninggalkan panggung.


" Anda tetap disini " pintanya pada Elin dan perempuan itu mengangguk , namun tatapannya tidak berhenti melihat kearah beberapa orang yang baru saja hadir di kursi penonton , " sepertinya acara ini tidak akan sempurna jika CEO D.RMS tidak hadir di panggung ini " ucap pembawa acara , bersamaan dengan itu laki-laki bertubuh gagah dengan balutan jas berwarna navy naik ke atas panggung , sekejap suara teriakan histeris penonton kembali bergemuruh , membuat Elin mengalihkan pandangannya untuk ikut melihat pada kehadiran seseorang yang berhasil membuat gedung itu kembali riuh bahkan lebih dari sebelumnya.

__ADS_1


Ia yang tadi tidak fokus pada pembicaraan pembawa acara , menjadi ikut terkejut dengan mata yang kembali membesar saat melihat laki-laki yang sudah membuatnya begitu kecewa , tiba-tiba hadir disana dan tersenyum manis padanya.


" Sepertinya aku benar-benar sedang berhalusinasi " gumamnya tidak percaya pada kejutan yang tiba-tiba hadir untuknya.


__ADS_2