
flashback
" Reza , apa ada rencana nanti siang ? " tanya Daniel yang baru saja masuk ke dalam mobil.
" emm.. setelah jam makan siang kita sudah mempunyai janji pada klien dari Singapure tTan " jelas Reza seraya memastikan kebenaran jadwal Daniel pada ipad kerjanya.
" Kira kira jam berapa pertemuannya akan selesai ? "
" Saya belum bisa memastikan Tuan , mungkin pertemuan ini akan berlangsung satu sampai dua jam , apa ada sesuatu yang penting tuan ? " tanyanya lagi dan menatap wajah Daniel yang terlihat resah.
" emm ya , aku mempunyai urusan yang penting , jadi tolong usahakan supaya pertemuan ini untuk bisa selesai lebih cepat "
" Baik Tuan ,akan saya usahakan "
" Harus Reza , ini mendesak , jam dua siang semua harus sudah selesai , dan selanjutnya kosong kan jadwalku , atau cancel dan atur pada hari yang lain " perintah Daniel yang tidak ingin di bantah , Reza hanya menganggukkan kepala , walau begitu kebingungan apa yang akan di lakukan oleh bossnya ini , karena biasanya Reza lah yang akan mengatur semua perihal apa yang akan di lakukan oleh Daniel .
" Baik Tuan "
****
Drrrttt Drtttt "
" Hallo " jawab Melli tanpa melihat siapa yang meneleponnya , ia sedang asyik menata rambut sambil mendengarkan lagu lagu kesukaannya.
" Kau dimana Meili ? " tanya seorang di seberang , dan Meili segera melihat ke layar handphonenya memastikan siapa yang sedang menghubunginya di balik telepon.
" Dirumah , ada apa kau meneleponku di jam seperti ini ? "jawab Meili sambil melihat kearah jarum jam yang menunjukkan pukul dua siang , dan tidak biasanya Daniel menelepon di jam sibuk seperti ini.
" ah syukurlah , aku kira kau sudah pergi "
" Ada apa ? "
" Jam berapa kau akan menjemput temanmu ? " tanya Daniel tanpa basa basi.
" Sebentar lagi , ada apa ?
" Pastikan jam berapa kau akan pergi ? "
" Sebentar lagi , kenapa kau begitu ingin tahu huh ? "
" Aku akan mengirim lokasiku , dan kau jemput aku disini "
" Minta asistenmu , aku sudah terlambat , pesawat temanku akan segera tiba di New York "
" Jemput aku terlebih dahulu , dan setelah itu kita menjemput temanmu di bandara "
" Kenapa kau begitu merepotkan , kemana orang orang suruanmu ? " gerutu Meili kesal , karena tidak biasanya Daniel merepotkannya seperti ini.
" Lebih cepat Meili , kau sudah terlambat , dan jangan lupa menjemputku di sini " ujar Daniel yang kemudian langsung menutup sambungan telepon mereka tanpa pamit.
" Astaga kenapa aku mempunyai kakak yang begitu menyebalkan " geram Meili yang masih menatap ke layar handphone dengan panggilan yang baru berakhir.
~
" Sial , kenapa ban mobil ini harus bocor " umpat Meili kesal , jam sudah menunjukkan waktu pesawat Elin akan segera tiba , dan Daniel sudah berulang kali meneleponnya sedangkan ban mobil kesayangannya tiba tiba harus bocor , membuatnya tidak berhenti mengerang karena kesal.
" Menyebalkan , aku sudah terlambat " umpatnya lagi , Meili kembali kedalam rumah untuk meminta bantuan ,
__ADS_1
" Mam , mami " teriak Meili memanggil Viona.
" Ada apa meili ? , Kenapa kamu sangat berisik " jawab Viona sambil berjalan mendekat pada putri bungsunya itu.
" Mami pinjamkan aku mobil , ban mobilku bocor dan aku sudah tidak mempunyai waktu untuk memperbaikinya "
" Mau pergi kemana kamu ?" tanya Viona karena melihat meili tiba tiba berpakaian rapi.
" Aku harus menjemput kak Daniel , come on mam aku sudah terlambat , berikan kunci mobilnya " rengek Meili karena ia sudah semakin terlambat.
" Mami tidak akan merelakan mobil mami hancur , jadi kau bisa pergi jika sopir yang akan membawanya "
" Astaga mam , ternyata mami lebih mencintai mobil dari pada anaknya sendiri "
" Meili jangan bicara bodoh , mau mami pinjamkan atau kau pergi dengan taksi "
" Menyebalkan " gerutu Meili pelan agar tidak terdengar di telinga VionaB
" baiklah , katakan pada sopir mami untuk menyiapkan mobil sekarang karena aku sudah tidak mempunyai waktu untuk menunggu " ucap Meili dengan wajah yang di tekuk " harusnya aku punya tiga mobil supaya tidak serepot ini jika salah satunya bocor " lanjutnya lagi dengan tangan yang menyilang pada pada dada.
****
" Kenapa kau begitu terlambat Meili ?, dan dimana mobilmu ? " tanya Daniel setelah ia berada di dalam mobil yang akan membawanya dan Meili menuju bandara.
" Ban mobilku bocor , dan semua ini karenamu "
" Kenapa hari ini kau begitu merepotkan aku Daniel " lanjut Meili yang masih kesal dengan kakaknya.
" Terserah , aku kakakmu " jawab Daniel tertawa.
" Dasar manusia egois "
~
Mobil yang membawa Daniel dan Meili sudah tiba di bandara , dan berulang kali Meili mencoba menghubungi handphone Elin , namun panggilannya masih belum bisa tersambung.
" Apa pesawatnya belum tiba ? " gumam Meili dengan wajah khawatir.
ting " satu pesan masuk dengan pemberitahuan bahwa handphone Elin baru saja kembali aktif.
drrrttt drrttt
" Hallo lin , kamu dimana ?" tanya Meili yang begitu legah setelah Elin kembali menghubunginya , " maaf Meil , pesawatku baru saja tiba , apa kau sudah lama menungguku "
" Tidak , aku baru saja tiba di sini , malah aku pikir aku yang sudah terlambat menjemputmu "
" Pesawatku baru tiba Meil , baiklah aku tutup dulu , sampai bertemu di depan "
" Oke " jawab Meili kemudian menutup sambungan teleponnya pada Elin.
" huh , aku kira kita akan terlambat ," ucapnya legah.
" Apa kau ingin ikut denganku " ajaknya pada Daniel , " tidak , aku akan menunggu di sini "
" Lalu apa manfaatmu ikut denganku ? "
" Apa kau ingin melihat berita besar besok , tuan muda Daniel Remkez terlihat sedang menjemput seorang perempuan di bandara " ujar Daniel tertawa , dan Meili mendelikkan matanya pada Daniel.
__ADS_1
" Sungguh merepotkan , baiklah tunggu di sini " pinta Meili , yang kemudian berjalan sendiri untuk menjemput Elin di depan pintu bandara.
~
Daniel tersenyum semuringah , saat melihat perempuan yang ia tunggu sudah terlihat dari kaca spion mobil.
" Aku masih tidak menyangka dengan takdir yang kita miliki " gumam Daniel yang terus tersenyum , bahkan saat perempuan itu masuk kedalam mobil dan duduk di sampingnya tanpa sadar.
Jantung Daniel berdegub sangat cepat , siapa yang akan menyangka ini , perkataan yang ia katakan pada malam itu , ternyata akan menjadi awal dari takdir dalam hidupnya , dan iini sangat tidak terduga mereka akan kembali bertemu dengan sangat mudah seperti ini.
" Maaf , Elin " ucap perempuan di hadapannya dengan mengulurkan tangan.
Daniel tidak bisa menahan senyum bahagianya , jadi yang bisa ia perlihatkan pada Elin adalah senyum manis yang ia miliki.
" Hay , kita bertemu lagi " ucap Daniel yang membalas uluran tangan Elin.
Elin masih terdiam dengan mata yang membulat sempurna menatap Daniel , ia harus mencerna dengan baik pikirannya saat ini , apa benar yang berada di hadapannya ini adalah Daniel atau sekedar halusinasi dari pandangannya.
" Hello Nona " ulang Daniel tersenyum dengan mengibaskan tangannya di hadapan wajah Elin.
" emm.. ya " kata Elin yang segera membuyarkan padangannya pada Daniel.
" Apa kalian pernah bertemu ? " tanya Meili yang sedari tadi mengamati tingkah Daniel dan Elin.
tidak ada yang menjawab , Elin masih terus terdiam tak percaya dan Daniel hanya terus tersenyum menatap Elin yang terlihat Linglung .
" Ada apa dengan kalian berdua huh ? , apa kalian mempunyai hubungan sesuatu ? " tanya Meili yang langsung menerkah tingkah aneh Elin dan Daniel.
" Oh my god , kak jangan bilang kalau Elin... " ucap Meili menggantung dengan mulut yang langsung di tutup dengan kedua tangannya , dan Daniel segera membesarkan bola matanya meminta Meili untuk diam dan tidak melanjutkan bicaranya.
" Astaga ,dunia begitu kecil " lanjut Meili dengan tertawa puas.
" Lin , apa kau sudah mengenal kakakku ? "
" Kakakmu ? " ulang Elin " yup , laki laki menyebalkan di sampingmu adalah kakaku " jelas Meili.
" Sungguh Meili ? " tanya Elin , yang semankin tak menyangka.
" Kenapa kau begitu tidak percaya lin ? , walau menyebalkan dia kakakku satu satunya " sahut Meili yang terus tertawa.
Mata Elin pelan pelan kembali menatap Daniel , ia masih tidak menyangka dengan semua kegilaan hari ini , walau akhir akhir ini ia memang sedikit memikirkan tentang Daniel , tapi ia sangat tidak menyangka bahwa mereka akan kembali bertemu di New York , bahkan yang lebih gilanya lagi ternyata Daniel adalah kakak dari teman dekatnya.
" Istirahatlah , kau terlihat begitu lelah " ucap Daniel pada Elin.
" ceh , ternyata dia bisa lembut jika dengan perempuan yang dia suka " gumam Meili sambil memasangkan seatbell pada tubuhnya , dan mobil segera melaju membawa sepasang manusia yang saling menatap tidak percaya.
Elin melihat keluar jendela mobil tanpa bicara , dan sesekali mencuri pandangannya pada Daniel.
" Apa ini nyata ? " batin Elin , sambil mencubit tangannya sendiri dan itu tidak luput dari pandangan Daniel yang duduk di sebelahnya.
" Kau bisa menyentuhku , jika kau masih tidak percaya kita bertemu " ucap Daniel dengan menarik tangan Elin untuk menyentuh wajah halusnya.
deg " jantung mereka saling berdetak lebih cepat dengan mata yang saling bertatapan , Elin segera menarik tangannya , dan kembali melihat keluar jendela dengan wajah yang sudah memerah , sedangkan Daniel ia juga mengalihkan pandangannya keluar jendela namun dengan garis senyum yang terus tertahan dari bibirnya ,
" Ceh , aku seperti sedang menyaksikan drama korea " ujar Meili yang terus memperhatikan tingkah Elin dan Daniel darii balik kaca spion .
jangan lupa vote , like dan coment🤗
__ADS_1
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚