Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kembali Membaik


__ADS_3

Elin segera memegang tangan kekasihnya dan mengusapnya dengan begitu lembut , " redahkan amarahmu sayang , aku senang jika ayahmu juga ada untuk makan malam bersamaku " ucapnya dan laki-laki itu terlihat jauh lebih tenang ,sambil memberikan senyum pada kekasihnya.


Berbeda dengan Meili yang sejak tadi terus diam , tidak ada reaksi marah-marah seperti yang biasa ia lakukan.


Suasana tiba-tiba menjadi hening dan Reymond nampak terlihat ragu untuk bergabung di meja makan karena reaksi kedua anaknya yang masih nampak dingin ,


" Silahkan duduk Paman " ucap Elin tiba-tiba sambil membukakan kursi yang berada sisi utama meja , yang memang biasa menjadi tempat duduk kepala keluarga.


" Sayang kamu bukan pelayan disini " ucap Daniel yang terlihat sedikit kesal.


" Tapi aku calon mantu di keluarga ini , bukankah seperti itu ? "


" Tentu kau calon mantu di keluarga ini " sambung Viona dengan begitu cepat , " kalau begitu aku harus bertingkah sebagai calon menantu yang baik , dan harus sopan pada kedua orang tua kalian " jelasnya , membuat laki-laki itu kembali diam.


" Ayo paman, aku sudah sangat lapar tapi semua baru bisa makan kalau kepala keluarganya sudah makan "


" Nak kau berlebihan " ujar Reymond tersenyum.


" Tidak , adat di negaraku seperti itu dan sangat tidak sopan jika kami mendahului kepala keluarga "


" Baiklah " kata Reymond yang pelan-pelan melanjutkan langkahnya menuju kursi yang sudah di bukakan oleh Elin.


" Kita benar-benar terlihat seperti keluarga besar " ucap Elin begitu senang dan itu benar-benar membuat suasana menjadi mencair bersama Daniel dan Meili yang ikut tersenyum.


" Astaga bagaimana bisa ada makanan ini " lanjutnya Elin tidak percaya saat melihat Semur Daging makanan Indonesia yang berada di atas meja makan orang America , " Mami sengaja menyediakannya untuk makan malam kita " jelas Viona dengan menggunakan bahasa Indonesia.


dan itu membuat Elin semakin terkejut , " bukankah aku sudah mengatakan padamu kalau kami keturunan Indonesia " ucap Meili sambil tertawa karena wajah terkejut Elin yang lucu , " benarkah ? , aku lupa kapan kau mengatakan itu " sahutnya dan itu memang sudah menjadi kebiasaannya yang sering tidak mengingat sesuatu hal yang menurutnya tidak terlalu penting , " jadi Mami orang Indonesia ? " tanyanya memperjelas dengan bicara yang mnggunakan bahasa asal negara mereka.


" Kita satu rumpun nak " ucap Viona Tersenyum , " jadi mami benar-benar masih orang Indonesia " tanyanya karena masih tak percaya , dan perempuan paruh baya itu kembali mengangguk , " aku kira hanya keturunan mam " sambungnya.


" Makanya mami langsung menyetujui hubungan kamu dan Daniel , selain karena kamu cantik dan sopan itu juga karena asal kita yang sama "


" Mami tidak terlalu cocok dengan budaya bebas negara ini " tambahnya.


" oh please, bisakah kalian hentikan bicara menggunakan bahasa itu , aku sungguh masih sulit untuk mengerti " sambung Reymond kesal.

__ADS_1


" Maka dari itu papi harus belajar , apalagi jika nanti akan memiliki besan orang Indonesia " timpal Meili tertawa dan berbicara tanpa sadar ,


" eh " katanya sambil melipat bibirnya dengan begitu malu.


" Ya papi akan segera belajar , biar nanti bisa meminta Elin dengan mudah kepada orang tuanya " sahut Reymond dan itu membuat semua orang terkejut termasuk Daniel , " papi serius " tambahnya dan menatap pada Daniel.


" Kau harus mempersiapkan diri nak ,dan katakan pada keluargamu kalau keluarga Remkez akan datang ke Indonesia " tambahnya lagi pada Elin.


Daniel menahan senyumnya , kekecewaan kepada ayahnya terasa melebur begitu saja bersama ucapannya yang membuatnya merasa benar-benar di perlakukan sebagai seorang anak , " dan kau harus bekerja keras jika ingin menikahi anak perempuan orang " ucap Reymond.


" Itu pasti pap " sahutnya sambil mengangguk.


Viona menepis air mata bahagia yang tiba-tiba keluar dari ujung matanya , hatinya merasa begitu bahagia melihat keadaan keluarga yang tiba-tiba saja kembali normal dan keinginannya untuk mengembalikan keluarganya yang utuh sudah terjadi dan itu berkat perempuan cantik yang datang seperti malaikat ke dalam kehidupan mereka.


" Terimakasih " ucapnya begitu pelan pada Elin dan perempuan itu hanya mengangguk dengan penuh kebingungan , " ini kesukaanmu " kata Reymond meletakan sepiring Pasta Sefood ke hadapan Meili.


" Thankyou pap " ucap Meili dengan suara yang terdengar bergetar , lalu tiba-tiba menutup wajahnya dengan kedua tangan , " kenapa kau menangis ? " tanya Viona yang berada di sebelahnya.


" Meili ada apa ? " tanyanya semakin khawatir karena perempuan itu terus menangis dengan tersedu-sedu," nak panggil pelannya lagi.


" Maafkan aku , aku hanya terlalu terharu dengan suasana seperti ini " ucapnya dengan tidak lagi menutup wajahnya , namun tidak bisa menghentikan tangisannya.


Reymond terlihat beranjak dari duduknya , dan berjalan mendekat kearah putrinya yang masih menangis , " maafkan aku " ucapnya ketika sudah berada di samping Meili.


Perlahan Meili memutar duduknya kearah Reymond dengan air mata yang terus menetes , " maafkan aku ulangnya lagi ,bahkan kali ini sudah di sertai dengan air mata yang ikut menetas.


Reymond menundukkan wajahnya sambil menggenggam tangan putrinya , dan Meili tidak lagi bisa menahan rasa haru itu dengan langsung memeluk tubuh lelaki paruh baya yang selama ini tidak pernah mendekapnya , " jangan lagi tinggalkan aku " ucapnya begitu lirih , " selama ini aku marah , tapi akan membaik jika kau terus datang dan meminta maaf seperti ini " ucapnya bersama tangisan yang semakin pecah , " maafkan aku nak , aku hanya malu untuk datang kehadapan kalian " jelas Reymond yang semakin erat memeluk putrinya bahkan berulang kali mencium puncak kepala anaknya untuk melepaskan kerinduan yang selama ini begitu ia pendam.


Daniel ikut menundukan kepalanya untuk menyembunyikan mata yang sudah berkaca-kaca karena perasaan haru saat melihat adiknya yang begitu merindukan sosok seorang ayah di dalam keluarga mereka , " kau sudah menjadi kakak yang hebat " ucap Elin sambil menggenggam lembut tangan kekasihnya.


Namun laki-laki itu masih menunduk dan sesekali terlihat menepis air mata yang tidak bisa tertahan untuk mengalir.


" Sudah ya , sekarang waktunya kita makan " ujar Viona begitu bahagia sambil menepuk pundak Reymond yang masih memeluk putri mereka.


" Berjanji untuk tidak lagi meninggalkan kami " pinta Meili pada Reymond.

__ADS_1


" Aku berjanji nak " sahut laki-laki itu dengan bersungguh-sungguh.


" Ayolah hentikan keharuan ini , mami benar-benar sudah sangat lapar " ucap Viona lagi.


Reymond beranjak dari hadapan putrinya namun ia tidak berjalan menuju kursinya tadi melainkan berjalan kearah Daniel yang masih menunduk , " Daniel " panggil pelan Elin , karena Reymond sudah berdiri disisi putranya dengan air mata yang kembali menetes.


" Maafkan aku " ucap laki-laki paruh baya itu lagi dan kali ini ia terlihat begitu memohon , " Daniel " ulang Elin karena laki-laki itu masih terus diam bersama wajah yang terus menunduk , namun tiba-tiba ia segera bangun dan langsung memeluk laki-laki paruh baya di sampingnya , " maafkan aku ayah , aku begitu egois karena telah berpikir aku sangat bisa menggantikan tempatmu " ucapnya dengan memeluk erat tubuh gagah ayahnya.


" Tidak , apa yang kau lakukan sangat tepat , kau putraku yang hebat nak , aku sangat bangga padamu " ucap Reymond.


" Terimakasih untuk kembali menerimaku " tambahnya lagi.


Semua orang benar-benar di buat terharu oleh suasana yang begitu mengharukan ini , dan beberapa pelayan ikut menepis air mata bahagia mereka melihat keadaan yang tiba-tiba kembali membaik.


" Aku berhutang budi padamu " ucap Reymond pada Elin setelah melepas pelukan bersama putranya , " aku tidak melakukan apapun paman " sahut Elin yang memang tidak merasa telah melakukan apapun pada keluarga mereka , " tidak nak , berkat kau hati putraku melemah dan aku yakin itu benar-benar terjadi setelah kehadiranmu " jelas Reymond.


" Boleh aku memelukmu " tanya Reymond pada Elin.


" Aku rasa kalau dalam hal itu , kau harus menanyakannya padaku pap " potong Daniel , membuat suasana yang begitu haru berubah menjadi gelak tawa , " apa kau juga harus cemburu dengan ayahmu ? " tanya Reymond yang tidak menyangkah dengan tingkah berlebihan anaknya.


" Dia benar-benar dirimu Reymond ,sifat posesifnya menuruni sifatmu " timpal Viona.


" Asal jangan menuruni kesalahanku " ucap Reymond sambil menepuk pelan pundak putranya , dan tanpa menunggu persetujuaan laki-laki itu ia langsung memeluk tubuh Elin , " Terimakasih nak , aku sungguh berterimakasih padamu " ucapnya pada Elin.


" Aku sendiri tidak tahu hal besar apa yang sudah aku lakukan , tapi aku aku menerima ucapanmu dan terimakasih telah membuat pria hebat itu untuk menjadi kekasihku paman " sahutnya dengan tersenyum menatap kearah Daniel , " bisakah kau memanggilku papi " pinta Reymond sedikit kesal.


" Ya , ya baiklah pama..emm maksudku papi " ucap Elin tertawa.


" Pap , bisakah kau berhenti memeluk kekasihku , untuk yang satu ini aku akan benar-benar kembali marah " ucap Daniel tiba-tiba , membuat suasana kembali ramai karena tawa semua orang.


" Kau benar-benar lelaki pencemburu Daniel " ucap Reymond berdelik sambil menyudahi pelukannya berasama Elin , " kau harus banyak-banyak sabar menghadapinya " ucapnya pada Elin sebelum kembali berjalan menuju kursi makan yang ia duduki tadi.


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚

__ADS_1


__ADS_2