
" Sayang apa kak Daniel dan Elin tahu , mereka sama sama berada di New York ? " tanya Green pada Nathan ketika mereka berada di atas ranjang untuk bersiap tidur,
Nathan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum,
" Kenapa ? " tanya Green penasaran.
" Aku rasa akan ada terjadi sesuatu antara mereka , dan kau tahu sayang , ternyata Elin dan Daniel pernah bertemu sebelum ini "
" Benarkah ? , Dimana ?, dan siapa yang memberitahumu ? " tanya gGreen lagi yang semakin penasaran.
" Mereka bertemu saat kita berada di Lombok tiga tahun lalu , dan saat itu Daniel juga berada di Lombok, bahkan resort Daniel berada tepat di sebelah resort yang kita tempati waktu itu " jelas Nathan , wajah Green semakin mendekat pada Nathan karena semakin semangat untuk menyimak cerita Nathan tentang Daniel dan Elin.
" Bahkan Daniel juga bertemu dengan almarhum di sana ," lanjut Nathan.
" Terus kenapa kamu tidak memberitahukan pada mereka , kalau sekarang mereka berada di tempat yang sama , karena itu sangat bagus untuk membuat mereka semakin dekat " ujar Green dengan pemikirannya.
" Biarkan mereka bertemu dengan sendirinya , karena aku begitu penasaran takdir seperti apa yang mereka miliki nanti " jelas Nathan dengan pikiran yang menerawang dan bibir yang tersenyum.
" Sekarang aku mengerti dari mana sifat sok tahunya Naina " ujar Green yang tidak abis pikir dengan pemikiran Nathan.
" Pegang kata kataku , mereka pasti akan bertemu dengan sendirinya nanti " ujar Nathan lagi dan Green yang sudah tidak peduli , Nathan memeluk tubuh Green sambil memejamkan mata karena rasa kantuk yang memang sudah mendera kepalanya.
****
Daniel kembali berada dalam mobil , setelah menyelesaikan meeting pentingnya siang ini , ia ingin segera kembali ke apartemen tempat tinggalnya untuk beristirahat .
" Reza , kenapa gambar besar itu masih berada di sana ? " tanya Daniel saat melihat fotonya bersama Hannah masih terpampang pada billboard yang begitu besar di tengah kota New York.
" Kita masih memiliki kontrak bersama perusahaan berliannya tuan , dan billboard itu tidak bisa di lepas sebelum masa kontrak kita selesai " jelas Reza , Daniel terdiam sambil menatap foto besarnya bersama Hannah , ingatannya kembali pada saat itu , dimana mereka menjadi model untuk iklan perhiasan yang di naungi oleh perusahaan Daniel sendiri.
Karena Hannah terpilih menjadi model utama , membuat team kreatif akhirnya berpikir bahwa lawan model yang paling pas adalah Daniel sendiri , yang masih menjadi kekasih Hannah pada saat itu .
dan terbukti karena iklan itu , penjualan mereka melonjak pesat , bahkan menjadi perhiasan yang paling di minati di kalangan menengah ke atas di kota New York.
" Kapan kontrak itu akan berakhir Reza ? "
" Mungkin satu bulan lagi Tuan " jawab Reza , Daniel menghela nafas , rasanya satu bulan masih cukup lama untuk dia terus melihat foto yang sudah menjadi kenangan , dan ia tidak ingin membohongi publik yang masih berpikir kalau hubungannya bersama Hannah masih baik baik saja.
" Kau cari tahu berapa royalti yang akan kita bayar untuk melepas billboard itu " pinta Nathan yang kembali dengan wajah dinginnya.
" Baik tuan , akan segera saya cari tahu " jawab Reza yang tidak ingin memperpanjang urusannya karena Daniel sudah kembali dengan wajah dinginnya.
****
Elin menghelah nafas , saat menyadari bahwa besok dia sudah harus kembali lagi ke New York ,
rasanya waktu begitu singkat untuk berada bersama orang yang dia cintai.
" huh , ingat Elin ini demi masa depanmu sendiri " gumamnya berbicara pada dirinya sendiri sambil melipat baju yang akan ia masukkan kedalam koper.
__ADS_1
elin membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur , sedikit lelah setelah selesai membereskan semua barang barangnya.
Matanya menatap ke atas dan sekilas otaknya menampilkan kejadian tadi siang , dan wajah Daniel terlihat begitu jelas dan pikirannya itu.
" Astaga kenapa aku terus memikirnya " gumam Elin gemas , dengan menepuk pelan kepalanya ,
" Hey , otak tolong kembali berfungsi dengan baik , dan jangan memikirkan hal aneh " gumamnya lagi.
" Tapi dia sangat tampan " lanjutnya yang semakin gemas sampai tanpa sadar kedua tangannya sudah menepuk nepuk tempat tidurnya sendiri.
" Oh my god , oh my god , otak please " teriaknya yang sudah seperti orang gila , dengan tubuh yang sudah menggelinjang kesana kemari.
****
Daniel sudah tiba di depan gedung apartemen mewah miliknya.
" Selamat malam tuan , sampai bertemu nanti , dan saya akan segera mengirim jadwal terbaru anda nanti " ucap Reza , Daniel menganggukkan kepalanya.
" Selamat beristirahat Tuan " ucap Reza lagi sambil membukakan pintu mobil.
" Hati hati" sahut Daniel yang kemudian masuk ke dalam lobby apartemen ,karena tubuhnya benar sudah tidak sabar ingin segera di bersihkan dan beristirahat.
" Akhirnya kau datang juga " ucap seseorang dan Daniel langsung menoleh mencari arah suara , karena ia sangat tahu suara siapa itu.
" Kenapa kau di sini ? " tanya kembali Daniel , dengan perempuan yang kini sudah bergelayut pada lengannya.
" Aku merindukanmu "
" Berhenti berpikir negatif pada adikmu sendiri Daniel Remkez " teriak Meili dan Daniel semakin tertawa melihat wajah kesal adiknya yang begitu menggemaskan.
" Aku cukup tahu dengan kau Meili "
"Terserah , sekarang kita masuk karena pantatku sudah gepeng karena menunggumu terlalu lama" ucap Meili yang kemudian menarik tangan Daniel untuk menuju lift yang akan membawa mereka ke ujung gedung , tempat dimana Daniel tinggal .
~
" Kak , apa kau baru datang dari perjalanan bisnis? " tanya Meili saat melihat koper Daniel yang masih tergeletak di ujung ruangan , Daniel menggelengkan kepala sambil mengambil minuman kaleng dari dalam lemari pendingin " apa kau mau ? "
" Tentu , aku sudah dehidrasi karena menunggumu "
" Aku tidak meminta kau menungguku " ujar Daniel tertawa dan melempar satu kaleng minuman pada Meili , kemudian ia berjalan dan menghampiri Meili yang sudah duduk di sofa ,
Daniel menyenderkan tubuhnya dengan mata yang terpejam namun dengan bibir yang tersenyum .
" Ada apa denganmu ? " tanya Meili yang sejak tadi terus memperhatikan tingkah Daniel ,
Daniel bergeming tidak mengidahkan pertanyaan adiknya sendiri , iya masih terus tersenyum dalam pejaman matanya.
" Astaga , kenapa kau begitu menyebalkan huh " teriak Meili kesal.
__ADS_1
" Sepertinya aku sedang jatuh cinta Meili " ucap Daniel tiba tiba , namun dengan mata yaang masih tertutup .
" Jatuh cinta dengan pacarmu , astaga itu tidak lucu kak "
" Aku sudah tidak memiliki ke kasih Meili " jelas Daniel yang kemudian membuka matanya menatap Meili dan Meili membalas tatapan Daniel karena terkejut dengan perkataan kakaknya.
" Mau kau kemanakan Hannah kak ? "
" Aku sudah tidak miliki hubungan apapun dengannya Meili " jelas Daniel lagi , namun dengan wajah yang terlihat berbeda.
" Sungguh , kenapa ?, Apa masalahnya ? , kalian sangat cocok dan hubungan kalian juga terlihat baik baik saja " tanya Meili beruntun karena begitu terkejut mendengar kabar berakhirnya hubungan Hannah dan Daniel.
" Kita sudah tidak sejalan , dan aku tidak perlu menceritakan alasan perpisahan kami padamu "
" Tapi aku wajib tahu Daniel , aku adikmu "
" Panggil aku kakak , kalau kau benar adikku "
" Iya kak Danielku sayang , sekarang ceritakan padaku , kenapa hubungan kalian berakhir , astaga aku tidak bisa berpikir seperti apa media kalau tahu kabar yang mengejutkan ini "
" Dia berselingkuh " ucap Daniel dengan menghela nafas , dadanya kembali sesak saat harus mengingat kejadian menyakitkan itu , walau semua telah berakhir.
" Jangan bercanda kak , itu sangat tidak mungkn , aku tahu Hannah sangat mencintaimu " ujar Meili yang masih menyangkal kabar mengejutkan itu , selama ini ia sangat tahu bahwa Hannah begitu mencintai Daniel , dan Daniel juga begitu mencintai Hannah.
Namun saat melihat wajah Daniel sekarang , Meili kembali yakin bahwa tidak ada perkataan bercanda antara mereka , Daniel terlihat begitu serius dengan ucapannya.
" Jangan menyalahkannya , ini semua salahku yang tidak mempunyai waktu untuknya "
" Tapi perselingkuhan tetap salah kak , aku tidak menyangka Hannah bisa berbuat seperti ini "
" Aku sudah bilang jangan menyalahkannya Meili , dia sudah cukup terluka selama ini "
" Harta tidak selamanya bisa membantu " lanjut Daniel dengan ujur bibir yang tersungging.
" Aku masih bingung kearah mana sebenarnya permasalahan kalian "
" Karena arahnya memang membingungkan , dan yang seharusnya , kau tidak perlu memikirkan masalah orang lain " ucap Daniel dengan menoyor kepala Meili.
" Aku saudaramu satu satunya , aku pantas untuk tahu setiap masalahmu , karena hanya aku yang akan menjagamu nanti "
Daniel tertawa dengan ucapan Meili " disini yang sebenarnya jadi kakak siapa huh?" ujar Daniel dan mengacak gemas rambut adiknya.
" Sekarang ceritakan padaku , perempuan seperti apa yang tiba tiba membuatmu jatuh cinta " tanya Meili penasaran , belum bercerita Daniel sudah kembali tersenyum saat membayangkan wajah perempuan yang berapa jam belakangan ini terus memenuhi isi pikirannya.
" Sepertinya dia benar benar membuatmu jatuh cinta " ucap Meili yakin , karena melihat garis senyum yang terus merekah pada wajah Daniel.
" iya , aku juga tidak menyangka kalau aku bisa kembali jatuh cinta secepat ini " jelasnya dengan senyum yang tidak pudar dari bibirnya.
"Kau benar benar membuatku begitu penasaran , seperti apa wanita itu " ujar Meili yang ikut tersenyum , melihat wajah Daniel yang terlihat begitu bahagia.
__ADS_1
jangan lupa vote , like dan coment🤗
dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚