Merlinda ( Memulai Kembali)

Merlinda ( Memulai Kembali)
Kekasih CEO


__ADS_3

" Lin kenapa kau melihat seperti itu ? " tanya Kasih bingung karena Elin sampai harus mencondongkan tubuhnya ke depan , " aku tidak menggunakan kontak lensa " jelasnya.


" Astaga kenapa kau begitu teledor Elin , bagaimana bisa kau melihat jika tidak menggunakan softlens " ujar Kasih yang menjadi ikut panik , " bahkan hampir saja aku lupa hari ini adalah hari meeting besar ini " tambahnya dengan terus berusaha mengenali seseorang yang berdiri di atas vodium yang terlihat juga sedang melihat kearahnya ," aku seperti mengenali boss es itu " ujarnya , membuat Kasih harus menahan bibirnya untuk tertawa.


" Tentu kau mengenalinya , siapa wanita di kota ini yang tidak mengenali Daniel Remkez" kata Kasih yang sampai harus menutup mulutnya untuk menahan tidak tertawa , namun berbeda dengan Elin yang terlihat begitu syok dan beralih menatap kearah teman kerjanya itu dengan mata yang membulat dengan sempurna ," bisa kau ulang siapa namanya "


" Daniel Remkez " kata Kasih mengulang.


" Apa kau juga terkejut ? , aku juga sama sepertimu saat pertama kali mengetahui kalau lelaki tampan itu adalah CEO perusahaan ini , aku mengira dia hanya seorang model karena aku lebih sering melihat wajahnya di majalah " tambah Kasih.


" C.E.O " kata Elin mengulang dengan tenggorokan yang tersentat karena begitu tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar , Kasih menganggukkan kepalanya , " dia seperti Prince di negara ini , begitu banyak wanita yang menggilainya , selain karena dia tampan dia juga pewaris kekayaan keluarga Remkez "


" Oh my God " kata Elin tak percaya dan tubuh yang nyaris terkulai , berutung Kasih langsung menghadangnya , " ada apa denganmu , apa kau sakit ? "


" Tidak , tidak aku baik-baik saja , hanya..." ucapnya menggantung , karena begitu sulit untuk menerima kenyataan yang baru saja ia ketahui , " Kasih " panggilnya pelan di antara orang yang menatap serius kearah vodium , " emmm " sahut Kasih tanpa melihat , karena ia juga telah sibuk menyiapkan berkas-berkas sebelum meeting itu benar-benar di mulai , " apa mungkin , ada dua orang memiliki nama yang sama di kota ini ? " tanyanya.


" Mungkin , tapi tidak dengan nama belakangnya " jelas Kasih.


" Apa itu tentang Daniel Remkez ? " tanyanya dan Elin mengangguk pelan , " astaga , apa lagi tentang itu , mana mungkin orang di kota ini berani menggunakan nama besar itu "


" Apa kau masih meragukan kalau lelaki itu Daniel Remkez "

__ADS_1


" oh astaga maaf , aku lupa kau sedang tidak bisa melihat dengan jelas " tambahnya menyesal.


Elin menelan paksa ludahnya dengan tubuh yang bergetar dan perlahan memberanikan diri untuk kembali melihat kearah depan ," apa kau tahu dia pernah memiliki kekasih bernama Hannah ?" tanyanya lagi untuk mencari bukti yang semakin nyata kalau lelaki di hadapan semua orang itu adalah kekasihnya sendiri , walau ia masih sulit untuk mempercayainya , " tentu , semua orang tahu itu " sahut Kasih.


" Ceh , aku juga sangat menyayangkan hubungan mereka yang berakhir , padahal mereka terlihat begitu cocok " tambah Kasih dengan wajah kecewa , " sorry " ucapnya lagi saat melihat mata Elin yang tiba-tiba menatap tajam kearahnya , " apa kau heaters model cantik itu " tambahnya bercanda , namun itu benar-benar tidak terdengar lucu di telinga Elin.


" Selamat pagi semuanya " ucap laki-laki yang masih berdiri dengan gagahnya di atas vodium , Elin menutup mulutnya " apa aku sedang bermimpi " gumamnya yang tidak lagi bisa menyangkal kebenaran yang baru saja ia ketahui , karena tidak mungkin ada dua orang dengan nama dan suara yang sama , ia masih bisa menyangkal tentang nama tapi tidak dengan suara yang begitu ia kenal , hanya dengan mata terpejam bahkan ia bisa menebak siapa pemilik suara berat itu.


" Oh my God , apa yang harus aku lakukan " tambahnya dengan tubuh yang bergetar karena tidak sanggup menerima kenyataan kalau ternyata selama ini dia bekerja di perusahaan milik kekasihnya sendiri.


" Sebelum kita mulai meeting ini , ada sesuatu yang ingin saya sampaikan kepada kalian " lanjut laki-laki yang nampak semringah , " apa yang ingin dia katakan " gumam Elin pelan yang tidak mempunyai keberanian untuk menatap ke depan , " hemm.. pertama ,mulai hari ini saya akan mulai bekerja di gedung ini " ucapnya membuat ruang aula besar itu menjadi riuh oleh keterkejutan semua orang tak terkecuali Elin .


" Kedua .." katanya menggantung , lalu sesaat melirik kearah perempuan yang masih tidak berani menegakkan pandangannya , " terimakasih telah bekerja keras untuk meeting ini , saya menghargai tanggung jawab kalian semua " ucapnya begitu ramah dengan kepala yang sedikit menunduk dan itu benar-benar membuat semua orang terkejut , " Sejak kapan dia menjadi begitu ramah seperti ini " ucap salah satu orang yang duduknya tidak jauh dari tempat Elin , " Oh my God , kenapa sekarang dia menjadi begitu manis " ucap Kasih yang menatap kagum bercampur haru pada kekasih teman kerjanya itu sendiri.


Meeting baru saja selesai , setelah berlangsung selama hampir 3 jam , dan selama itu pula Elin tidak pernah berani untuk melihat ke depan , ia terus menundukkan wajahnya sampai mendengar perintah kalau meeting sudah berakhir dan semua orang bisa meninggalkan ruang aula.


" Lin tunggu , kenapa kau begitu buru-buru " teriak Kasih.


" Perutku tiba-tiba sakit "


" Tunggu sebentar saja , aku akan menemanimu ke toilet "

__ADS_1


" Tidak kas , aku sungguh tidak bisa menahannya " katanya berkilah , padahal karena begitu tidak sabar untuk keluar dari ruangan yang sudah membuat tubuhnya menggigil " baiklah , aku akan menyusulmu " sahut Kasih , dan tanpa menunggu Elin segera bergegas dengan langkah yang begitu hati-hati karena ia pandangan yang masih sulit untuk melihat.


" Tuan " panggil Reza pelan dengan mata yang menatap begitu terkejut dan Daniel mengangkat pandangannya dari berkas-berkas yang baru saja ia terima dan siap untuk menerima tanda tangan darinya , " tuan apa itu kekasih anda " lanjut Reza dengan begitu hati-hati , Daniel ikut melihat kearah pandangan mata asistennya dan menemukan memang kekasihnya sedang berjalan dengan begitu tergesa-gesa ke arah pintu keluar , " mau kemana dia ? " ucap Daniel tanpa sadar dan segera mencari benda pipih yang tersimpan di dalam saku celananya , " rapikan berkas-berkas ini dan bawa keruangan saya " perintahnya dengan tangan yang sudah mengarah pada telinga , " shiitt , kenapa dia tidak mengangkat teleponku " umpatnya menjadi kesal.


" Reza , pinta nona merlinda untuk datang keruanganku sekarang " ucapnya dan langsung beranjak menuju ruangannya.


~


Elin sudah berada di dalam bilik kamar mandi dan sedang mengatur nafasnya bersama jantung yang berdetak tak menentu , " oh Tuhan , aku benar-benar gila memikirkan ini " erangnya prustasi , ia masih tak cukup paham untuk menerima takdir kalau dirinya adalah kekasih CEO dari perusahaan tempatnya bekerja.


" Kalian dengar tadi , dia mengatakan kalau mulai hari ini dia pindah kantor disini dan aku yakin itu karena aku " ucap perempuan dari luar toilet , namun terdengar begitu jelas dari tempat Elin dan ia sangat tahu siapa yang di maksud oleh perempuan itu.


Tiba-tiba saja dadanya memanas dan segera keluar dari bilik kamar mandi itu untuk melihat siapa yang sudah berhalu tentang kekasihnya , " oh ternyata kau " ucapnya dengan ujung bibir yang terangkat.


" Apa maksudmu ? , ap kau sedang ingin memulai pertengkaran bersamaku nona magang " sahut menantang Sharen bersama kedua temannya , " tidak , aku hanya sedikit kasihan pada orang-orang yang begitu percaya diri " ucapnya tersenyum.


" Lebih tepatnya orang-orang halu " tambahnya yang semakin membuat kesal Sharen , " jaga bicaramu nona magang , ayahku petinggi di perusahaan ini , dan akan sangat mudah jika aku ingin mengeluarkanmu dari perusahaan ini " ancam Sharen.


" Aku tidak takut wanita halu " sahut Elin dengan memperjelas kata perkata dalam ucapannya , lalu meninggalkan ketiga perempuan itu dengan begitu saja , " kau lihat saja nanti " teriak Sharen semakin kesal.


" Yang ada aku yang akan mengeluarkanmu dari perusahaan ini ,kalau saja kau berani mengoda kekasihku " geram Elin yang tiba-tiha menjadi kesal , bahkan sekarang ia sudah lupa dengan rencana awalnya berada di toilet.

__ADS_1


jangan lupa vote , like dan coment🤗


dan sekali lagi terimakasih atas segala dukungannya🙏😇💚


__ADS_2